Jangan Malu Makan Tempe dan Jadi “Bangsa Tempe”!

ahgOleh: Aleysius H. Gondosari*

Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang sudah berusia lebih dari 1.000 tahun. Tempe sebenarnya hanya bisa difermentasi di daerah dengan temperatur yang hangat seperti Indonesia. Tetapi, karena dianggap makanan yang luar biasa, cara membuat tempe juga dipelajari di Jepang dan kabarnya sudah dipatenkan. Tetapi, saya tidak begitu jelas dalam hal apa yang dipatenkan. Mungkin, yang dipatenkan adalah proses membuat tempe di daerah dengan empat musim seperti di Jepang.

Tempe dibuat dari kacang kedele yang direbus dan kemudian difermentasi. Fermentasi merupakan teknik untuk mengawetkan makanan yang dilakukan secara tradisional tanpa bahan pengawet. Fermentasi membuat makanan lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Tetapi, tempe sering dipandang dengan sebelah mata karena dianggap makanan murah dan mudah dibuat di Indonesia. Selain itu, kata ‘tempe’ juga sering digunakan untuk mengejek diri sendiri sebagai ‘bangsa tempe’. Namun, seharusnya kita bangga dengan makanan sehat ini dan bangga dengan sebutan ‘bangsa tempe’. Mengapa? Karena, dari analisis Energi 5 Elemen (bagi Anda yang belum mengenal metode ini, silakan baca artikel-artikel saya lainnya di www.5elemen.com), tempe merupakan makanan berenergi sehat dengan manfaat yang luar biasa. Apa saja manfaatnya?

Manfaat Tempe Segar:

Untuk mengukur energi sehat dari tempe segar, saya akan menggunakan Indeks Manfaat dan Indeks Kecocokan. Indeks Manfaat menunjukkan besarnya manfaat suatu makanan sehat untuk meningkatkan Indeks Sehat atau tingkat kesehatan seseorang. Sedangkan Indeks Kecocokan menunjukkan tingkat kecocokan makanan sehat ini terhadap kesehatan.

Tempe bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan organ-organ tubuh pada elemen Ether, Udara, Api, dan Air. Organ pada elemen Ether yang mendapat manfaat dari tempe adalah hormon, yaitu mengatur keseimbangan hormon tiroid dan hormon reproduksi, baik wanita maupun pria. Selain itu, tempe juga meningkatkan daya tahan tubuh dengan menyehatkan kelenjar getah bening. Organ pada elemen Udara yang mendapat manfaat dari tempe adalah jantung. Sedangkan pada elemen Api, organ yang mendapat manfaat adalah pusat dari arteri dan vena atau pembuluh darah. Pada elemen Air, tempe segar juga menyehatkan ginjal dan pankreas.

Berikut ini hasil analisis manfaat tempe berdasarkan Indeks Manfaat (IM) dan Indeks Kecocokan (IK) dari energi sehat tempe terhadap kesehatan manusia:

Elemen Kelima - Ether:

  • Antioksidan: Indeks Manfaat = +15, Indeks Kecocokan = +20%
  • Keseimbangan hormon tubuh: Indeks Manfaat = +25, Indeks Kecocokan = +20%
  • Tiroid: Indeks Manfaat = +20, Indeks Kecocokan = +30%
  • Getah Bening: Indeks Manfaat = +30, Indeks Kecocokan = +20%
  • Hormon Reproduksi: Indeks Manfaat = +15, Indeks Kecocokan = +20%

Elemen Keempat - Udara:

  • Jantung: Indeks Manfaat = +25, Indeks Kecocokan = +40%

Elemen Ketiga - Api:

  • Asam Lemak Tak Jenuh (Omega-3 dan Omega-6): Indeks Manfaat = +20, Indeks Kecocokan = +20%
  • Pusat Arteri dan Vena: Indeks Manfaat = +10, Indeks Kecocokan = +20%
  • Menyehatkan arteri dan vena dari endapan kholesterol: Indeks Manfaat = +10, Indeks Kecocokan = +20%

Elemen Kedua - Air:

  • Pankreas dan Karbohidrat Kompleks: Indeks Manfaat = +5, Indeks Kecocokan = +20%.
  • Ginjal dan Protein Sehat: Indeks Manfaat = +5, Indeks Kecocokan = +20%.

Perbandingan dengan Makanan Sehat Lainnya:

Kita akan membandingkan manfaat tempe satu per satu dengan makanan sehat lainnya seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain itu juga dengan nasi putih, gula, ikan, telur, dan daging.

1. Antioksidan:

Sayur-sayuran dan buah-buahan dipercaya mengandung antioksidan yang tinggi. Tetapi, dari analisis Energi 5 Eelemen, antioksidan yang ada dalam sayur dan buah mempunyai Indeks Manfaat paling tinggi hanya +5 saja. Sedangkan tempe mempunyai Indeks Manfaat +15. Yang dapat mengalahkan tempe hanya beras merah dengan Indeks Manfaat +30.

2. Asam Lemak Tak Jenuh (Omega-3 dan Omega-6):

Ikan laut dalam dipercaya mengandung Omega-3 dan Omega-6 yang tinggi. Dari hasil analisis Energi 5 Elemen, nilai Indeks Manfaatnya adalah +5. Alpukat juga mempunyai Indeks Manfaat +5. Jadi, masih kalah dibandingkan tempe yang +20.

Virgin coconut oil yang dikenal dengan nama VCO juga dipercaya mempunyai asam lemak tak jenuh yang tinggi. VCO mempunyai Indeks Manfaat +5. Jadi, tempe juga lebih baik dari VCO.

3. Menyehatkan Jantung:

Selain tempe, buah-buahan lain yang dapat menyehatkan jantung adalah sawo, apel merah, dan alpukat. Sawo mempunyai Indeks Manfaat +15, apel merah mempunyai Indeks Manfaat +10, dan alpukat mempunyai Indeks Manfaat +5. Sedangkan Omega-3 dan Omega-6 dari ikan mempunyai Indeks Manfaat +1.

4. Menyehatkan Arteri dan Vena:

Arteri dan vena akan menyempit bila ada endapan dari zat-zat yang tidak bisa diserap tubuh seperti asam lemak jenuh yang menyebabkan endapan kholesterol, endapan gula darah, endapan asam urat, atau endapan dari zat-zat lain yang tidak bisa dicerna oleh tubuh. Akibatnya, akan terjadi tekanan darah tinggi, jantung juga akan terganggu, dan membesar karena harus bekerja lebih keras dalam memompa darah.

Tempe bermanfaat untuk membersihkan endapan kholesterol, karena mengandung asam lemak tak jenuh. Indeks Manfaat tempe adalah +10. Tidak banyak makanan sehat yang dapat membersihkan kotoran kholesterol di dalam darah. Selain tempe, makanan sehat lainnya adalah jahe dengan Indeks Manfaat +15.

5. Kandungan Energi Protein dan Karbohidrat:

Selain mengandung energi asam lemak tak jenuh, tempe segar juga mengandung energi protein dan karbohidrat, walaupun manfaatnya tidak sebesar asam lemak. Protein dan karbohidrat ada pada elemen kedua, yaitu elemen Air. Indeks Manfaat protein adalah +5, dan Indeks Manfaat karbohidrat adalah +5.

Dengan Indeks Manfaat protein +5, tempe sudah mengalahkan telur dengan Indeks Manfaat +2, dan ikan dengan Indeks Manfaat +3. Jadi dalam hal protein, tempe ternyata juga lebih sehat dari telur dan ikan. Indeks Manfaat protein yang positif menunjukkan tempe segar menyehatkan ginjal dan tidak menghasilkan asam urat.

Dengan Indeks Manfaat karbohidrat +5, tempe mempunyai manfaat yang sama dengan nasi kukus yang juga mempunyai Indeks Manfaat +5. Sedangkan nasi yang dimasak dengan rice cooker mempunyai Indeks Manfaat +0. Kentang kukus mempunyai Indeks Manfaat +5 juga. Gula pasir mempunyai manfaat negatif sehingga mempunyai Indeks Manfaat -5. Biskuit juga mempunyai manfaat negatif dan mempunyai Indeks Manfaat -3, dan roti tawar mempunyai Indeks Manfaat -1. Tempe hanya kalah dari bekatul dengan Indeks Manfaat +10, dan gandum havermut dengan Indeks Manfaat +10. Indeks Manfaat karbohidrat yang positif menunjukkan tempe segar menyehatkan pankreas dan tidak menghasilkan gula darah.

Kandungan Kimiawi Tempe:

Untuk melengkapi hasil analisis energi sehat yang diukur dengan metode Energi 5 Elemen, kita bisa melihat kandungan kimiawi tempe. Tempe merupakan satu-satunya makanan nabati yang mengandung vitamin B12. Kadar vitamin B12 dan protein dari tempe tidak kalah dari daging. Sedangkan kadar kalsium tempe jauh lebih tinggi dari daging sehingga bermanfaat untuk mencegah osteoporosis. Selain itu, tempe juga mengandung karbohidrat,  serta asam lemak tak jenuh yang menyehatkan kholesterol dan jantung. Dalam 100 gram tempe, kandungan vitamin B12 berkisar antara 1,5-6,3 mikrogram, protein antara 18,3-21 gram, kalsium 129 miligram, karbohidrat 34,8 gram, dan asam lemak tak jenuh 18,1 gram. Bandingkan dengan daging sapi yang mengandung vitamin B12 antara 3,4-4,5 mikrogram, protein 18,8 gram, kalsium 14 miligram, tidak mengandung karbohidrat dan asam lemak tak jenuh.

Tempe yang Paling Bermanfaat adalah Tempe Segar:

Tempe segar mempunyai manfaat yang paling tinggi. Bila dikukus, manfaatnya akan berkurang antara 10 sampai 20 persen karena terkena pemanasan. Bila direbus, tempe mendapat pemanasan yang lebih tinggi dan manfaatnya berkurang sampai 50 persen. Apalagi bila digoreng. Manfaatnya akan hilang sama sekali sehingga menjadi 0 persen.

Saya sudah mengkonsumsi tempe selama bertahun-tahun tanpa menyadari pentingnya mengonsumsi dalam kondisi segar. Saya suka mengonsumsi tempe goreng. Demikian juga istri saya. Suatu hari, penjual tempe langganan kami menyarankan agar kami mengonsumsi tempe segar karena lebih sehat. Dia sendiri selama ini selalu mengonsumsi tempe segar. Dalam pembuatan tempe, sebenarnya tempe sudah direbus dahulu sebelum difermentasi. Kemudian saya mengukur Indeks Manfaatnya, dan memang jauh lebih bermanfaat.

Kemudian kami mulai mencobanya. Tidak lama kemudian, ternyata hormon tiroid istri saya menjadi lebih stabil. Jantung juga menjadi lebih sehat karena gangguan hormon tiroid berkurang. Selain itu, dengan lebih seimbangnya hormon-hormon, ia juga mendapati kulitnya menjadi lebih halus. Saya sendiri merasa lebih sehat karena hormon tiroid saja juga menjadi lebih stabil dan seimbang. Sebelumnya, saya mudah berkeringat karena ada ketidakseimbangan hormon tiroid.

Teman-teman yang menderita insomnia dan sakit kepala juga telah mencoba mengonsumsi tempe segar bersama tape singkong segar dan mentimun segar. Mereka mengatakan penyakitnya hilang sendiri setelah mengonsumsi makanan sehat di atas.

Porsi Harian yang Ideal:

Biasanya, bila mendengar ada makanan sehat, orang akan cenderung mengonsumsi secara berlebihan. Makanan sehat sebaiknya dikonsumsi dengan jumlah yang tepat, karena bila terlalu banyak, tubuh juga tidak bisa mencernanya sehingga akan terbuang percuma. Dari analisis Energi 5 Elemen, porsi tempe segar yang ideal adalah antara 6 potong sampai 9 potong per hari dengan ketebalan kira-kira 1 cm per potong. Berat per potong kira-kira 15 sampai 20 gram. Dengan mengonsumsi makanan sehat secukupnya, maka kesehatan kita akan terjaga.

Kesimpulan:

Dari perbandingan energi sehat 5 Elemen mau pun dari perbandingan kimiawi, ternyata tempe segar merupakan makanan sehat yang luar biasa, baik dari sisi antioksidan, asam lemak tak jenuh (omega-3 dan omega-6), protein, kalsium, maupun karbohidrat. Tempe segar mampu mengalahkan makanan yang selama ini dianggap sehat seperti sayur-sayuran, buah-buahan, minyak ikan, daging sapi, dan telur. Tempe segar menyeimbangkan hormon, menyehatkan jantung, ginjal, dan pankreas. Tetapi bila mengalami pemanasan, energi sehatnya akan berkurang. Tempe yang dikukus masih sehat, bila direbus juga masih cukup sehat, tetapi bila digoreng, energi sehatnya akan hilang. Salam Sehat Bahagia![ahg]

* Aleysius H. Gondosari adalah alumnus ITB tahun 1984, trainer bidang organisasi dan manajemen, penggemar fotografi, pengembang online business, dan sedang menulis buku tentang sehat secara alami dengan metode Energi 5 Elemen, yang juga dapat dilihat di www.5elemen.com. Aley tinggal di Jakarta dan dapat dihubungi melalui email: aleysiush[at]gmail[dot]com atau di nomor telepon: 0818116669.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.5/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

8 Responses to “Jangan Malu Makan Tempe dan Jadi “Bangsa Tempe”!”

  1. Agung Praptapa Says:

    Artikel yang sangat bermanfaat Pak Aley. Saya pernah kesulitan nyari tempe di Amerika dan Australia. Untung banyak mahasiswa kreatif membuat tempe. Ala kadarnya. Mungkin lebih tepat disebut membuat “semacam” tempe. Tapi lumayanlah, untuk tombo kangen. Salam Hidup Sehat!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  2. aleysius Says:

    Terima kasih atas komentar dan sharing pengalaman mengenai tempe di luar negeri, Pak Agung. Memang tempe merupakan karunia bagi rakyat Indonesia. Saat ini penyakit jantung merupakan penyakit pembunuh nomor satu di dunia. Mudah-mudahan tempe segar dapat membantu menyehatkan jantung orang yang mengonsumsinya. Salam Sehat Bahagia.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Fida Says:

    Tulisan yg sgt bermanfaat. Saya sudah lama tak mengkonsumsi tempe. Susah cari di USA, mau buat sendiri, cari kedelainya juga susah. Wah, saya akan bersyukur kalau ada yg mau kirim ke tempat saya, he, he…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. awis.wisnedi Says:

    Pak Aleysius.. Terimaksih atas tulisan nya.. saya sangat tertarik dengan uraian yang bapak berikan teristimewa sekali tentang cara sehat yang sangat murah , mudah dilaksanakan dan gampang untuk mendapatkannya.Yang ingin saya tanyakan adalah apa hubungannya sifat makananan dan sumber makanan terhadap tingkah laku manusia.Kata orang kalo banyak makan tempe akan bermental ” tempe “… kelakuannya kayak “sapi” karena kebanyakan minum susu sapi..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. aleysius Says:

    Terima kasih atas komentar dan sharing pengalamannya dengan tempe, Bu Fida. Mudah-mudahan ada yang tergerak untuk mengirim tempe atau membuat tempe di USA, he..he..he.. Salam Sehat Bahagia.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. aleysius Says:

    Terima kasih atas komentar Pak Awis.
    Memang ternyata makanan sehat banyak terdapat pada makanan sehari-hari.
    Dalam tulisan saya di http://www.5elemen.com, saya ada membahas mengenai hubungan makanan dengan frekuensi.
    Makanan sehat akan mempunyai frekuensi sehat, dan makanan tidak sehat akan mempunyai frekuensi tidak sehat.
    Makanan sehat mempunyai frekuensi gelombang Epsilon, yaitu dari 1 Hz sampai 1/6 Hz.
    Jadi dengan mengkonsumsi makanan sehat, pikiran kita juga menjadi lebih tenang dan lebih mudah konsentrasi.
    Makanan tidak sehat seperti goreng-gorengan umumnya mempunyai frekuensi di atas 1 Hz,
    sehingga membuat pikiran kita lebih gelisah, lebih sulit berkonsentrasi, dan lebih mudah stres.
    Tempe segar mempunyai frekuensi 1/5 Hz, 1/4 Hz, 1/3 Hz, dan 1/2 Hz.
    Jadi dengan mengonsumsi tempe segar, pikiran memang akan menjadi lebih tenang.
    Kalau yang dimaksud bermental “tempe” adalah menjadi lebih sabar, tenang, dan tidak stres,
    menurut saya tidak apa-apa karena lebih sehat, he..he..
    Salam Sehat Bahagia.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. Elok Halimah Says:

    Pak Aleysius, saya selalu bangga dengan tempe! Setiap kali ada acara di rumah (saat ini saya mukim di Jepang), saya usahakan untuk selalu menyediakan minimal satu jenis masakan tempe. Dan selalu populer lho, Pak! Tak pandang asal negara dan budaya, hampir semua tamu selama ini sangat menyukai tempe! Sehat dan enak!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. aleysius Says:

    Terima kasih atas komentar, sharing pengalaman, serta usaha mempromosikan tempe di luar negeri, Bu Elok. Sungguh membanggakan. Ternyata selain sehat, tempe juga sangat digemari di luar negeri. Salam Sehat Bahagia.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox