Innovation for Leadership
Editor | Kolom Tetap | December 23rd, 2009
Oleh: Avanti Fontana*
”Leadership is doing the right things.”
~ Peter F. Drucker
Kepemimpinan adalah mengerjakan hal-hal yang benar. Manajemen adalah mengerjakan hal-hal dengan benar. Begitulah dua pengertian klasik tentang manajemen dan kepemimpinan yang diikonkan Peter F Drucker, Guru Manajemen. Pengertian-pengertian penting itu hampir ditutupi oleh berbagai pengertian dan konsep tentang kepemimpinan dan manajemen yang memenuhi kehidupan praktik organisasi, serta yang diperdengarkan atau diajarkan di sekolah-sekolah bisnis dan manajemen.
Apakah perusahaan melakukan inovasi? Jika ya, harusnya itu (inovasi) menjadi hal yang benar yang perlu dilakukan organisasi perusahaan. Harusnya itu menjadi cerminan kepemimpinan yang ada dan apa yang mau dipimpin atau menjadi pemimpin di kemudian hari. Bagaimana kemudian menjalankan inovasi (sebagai hal yang benar) dengan benar? Itu adalah ranahnya manajemen. Begitulah eratnya kaitan antara kepemimpinan dan manajemen. Prasyarat utama adalah kepemimpinan.
Kepemimpinan dalam pengertian Peter Drucker di atas adalah roh penting dalam organisasi perusahaan. Mengapa, apa, dan bagaimana Innovation for Leadership?
Tuntutan perusahaan untuk melakukan inovasi-inovasi semakin mendesak dewasa ini dalam rangka menjaga kelestarian atau kesinambungan kinerja organisasi pada masa kini dan mendatang.
Survei yang dilakukan Boston Consulting Group (2008) dengan responden eksekutif menunjukkan antara lain, hanya 35 persen eksekutif yang puas dengan pengukuran kinerja praktik-praktik inovasi mereka. Dan sejauh ini, hasil survei menemukan, kinerja inovasi yang banyak dirujuk para eksekutif (82 persen) adalah tingkat keuntungan perusahaan (profitabilitas). Dan sebagai aktivitas strategis, inovasi belum diukur sesuai dengan yang seharusnya.
Membangun organisasi inovatif dan mampu menjaga kesinambungan karakter dan kompetensi inovasi dalam organisasi merupakan kebutuhan, bahkan tuntutan untuk organisasi-organisasi modern dewasa ini.
Perusahaan melakukan inovasi dalam rangka membangun keunggulan dan menjaga kesinambungan keunggulan daya saing perusahaan, yang sifatnya temporer, tidak abadi. Sebuah tantangan, bagaimana melakukannya?!
Yang menjadi tantangan para Chief Executive Officers atau Tim Manajemen Puncak yang juga menurut saya harus menjadi juga Chief Innovation Officers adalah bagaimana membangun ORGANISASI INOVATIF dengan BUDAYA KREATIVITAS dan IMPLEMENTASI, memimpinnya, dan melestarikannya, untuk kepentingan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Dan pemimpin serta seluruh bagian organisasi mengetahui dan memahami serta mempraktikkan bahwa itu merupakan hal-hal yang benar yang dilakukan. Dan, membangun Organisasi Inovatif bukan berarti meninggalkan atau mengganti praktik-praktik manajemen yang sudah ada yang sudah menghasilkan aliran-aliran pendapatan bagi perusahaan.
Kemampuan organisasi inovatif dicerminkan antara lain oleh kemampuan organisasi dalam menciptakan nilai pada produk-produk (barang atau jasa/layanan) yang dihasilkan atau ditawarkan dan pada teknologi yang digunakan. Penciptaan nilai ini terjadi sepanjang rantai nilai inovasi perusahaan, mulai dari aktivitas penggalian ide, pengembangan ide hingga pengomersialisasian ide atau pendifusian ide dalam bentuk produk (barang atau jasa).
Kalau hasil survei menunjukkan adanya fenomena penekanan pada kinerja akhir (sisi output) yang berlebihan alih-alih melihat juga pada sisi proses dan input inovasi, Innovation for Leadership menunjukkan pentingnya para pimpinan berpikir dan bertindak inovasi dalam paradigma sistem terbuka dan kreativitas sosial untuk menjadi pemimpin di pasar yang diprofilkan. Peran para pengelola organisasi inovatif penting dalam membangkitkan ide-ide inovatif yang dapat banyak dipicu oleh kondisi internal dan eksternal perusahaan.
Bagaimana menciptakan nilai komersial dan ekonomi dari ide-ide inovatif itu? Perangkat keras dan lunak dalam organisasi menentukan keberhasilannya. Desain organisasi adalah contoh perangkat keras. Pola pikir, persepsi, asumsi di belakang layar organisasi, konflik-konflik produktif, serta karakter dan kompetensi adalah contoh perangkat lunak. Pemimpin memimpin penggunaan dan pengelolaan perangkat-perangkat tersebut.
Pada zaman inovasi terbuka (open innovation) dewasa ini, ide-ide inovatif tersedia bagaikan air di lautan luas. Kemampuan perusahaan menangkap dan memanfaatkannya dalam proses penciptaan nilai sangat tergantung pada daya-daya inovatif di dalam perusahaan dan pada kemampuan organisasi mengelola tarikan-tarikan daya dari luar organisasi, dari lingkungan yang semakin dinamis dan kompleks.
Karena itu, penting sekali organisasi menjadi organisasi yang terus menciptakan nilai atau manfaat bagi para pemangku kepentingannya. Organisasi menjadi pusat penciptaan nilai yang tidak terbatas pada penciptaan nilai teknis dan komersial, tetapi juga pada nilai ekonomi dan sosial.
Prasyarat keberhasilan menjadikan organisasi inovatif, unit-unit atau fungsi-fungsi dalam organisasi menjadi pusat-pusat proses penciptaan nilai, antara lain adalah membangun desain organisasi yang kondusif untuk inovasi dengan dukungan karakter dan kompetensi yang tepat untuk inovasi. Ini merujuk pada prinsip tata kelola inovasi yang pertama: Tidak Ada Inovasi tanpa Kepemimpinan![af]
*Avanti Fontana dalah fasiltiator & coach inovasi, pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, penulis Innovate We Can! (Grasindo 2009). Sebagai analis inovasi bisnis, ia aktif meriset tema manajemen inovasi dan inovasi manajemen. Untuk Sesi/Seminar/Forum/Workshop Inovasi, silakan kontak: 081310182099 atau avantifontana[at]gmail[dot]com.
January 1st, 2010 at 4:54 pm
Manajemen dan Kepemimpinan adalah sangat penting dalam usaha.
January 7th, 2010 at 7:07 pm
Leadership adalah keahlian menggerakkan man power untuk melakukan apa yang leader inginkan tanpa disadari bahkan man power merasa bahwa merekalah yang menginginkan/mendapat untung.
Management adalah usaha untuk melegalkan dan mengatur usaha leadership tersebut.
July 27th, 2011 at 2:26 pm
Sangat inspiratif.
Suksesss u/ ibu Avianti.