Indari Mastuti: Penulis Sukses Tidak Pernah Berhenti Menulis

iin2a

Indari Mastuti

Usianya sih belum genap 29 tahun. Tetapi, soal karya dan produktivitas, jangan ditanya. Sudah lebih dari 50 judul buku dia tulis, mulai dari novel, buku pengembangan diri remaja, buku agama, buku keluarga, buku pertanian, sampai buku cerita dan seri pengetahuan untuk anak-anak. Hebatnya lagi, ke-50 judul buku itu ditulis hanya dalam kurun waktu 2004-2009!

Ya, dialah si pemilik nama pena Indari Mastuti, atau lengkapnya bernama Indari Mastuti Rezki Resmiyati Soleh Addy. Iin, demikian nama panggilannya, sudah menulis sejak SD. Ayahnya, Jumeno Addy Karso (almarhum) yang multi-talenta; seorang sastrawan, ahli bahasa, pelukis, penyanyi, dan olahragawan, tahu persis bakat Iin. Maka, jadilah sang ayah sebagai motivator utama dalam perkembangan keterampilan Iin dalam hal tulis-menulis.

Dan, sang ayah tidak pernah salah. Satu per satu tulisan Iin mulai dimuat di sejumlah media cetak. Honor dari menulis pun makin memotivasi Iin untuk terus menulis. Sambil sekolah maupun saat kuliah, alumnus Universitas Pasundan ini terus produktif menulis, demi menghasilkan honor. Sebab, kondisi ekonomi keluarganya saat itu sempat terpuruk, sementara menulis ternyata telah memberi mereka jalan keluar. Kini, Iin tumbuh menjadi salah satu penulis perempuan yang sangat produktif dalam menghasilkan buku-buku populer.

Jika Anda bepergian ke toko buku, mungkin akan menemukan judul-judul buku seperti; Jadi Petani, Siapa Takut?, Jika Penghasilan Suami Anda Lebih Kecil, Bagaimana Membangkitkan Motivasi Bekerja, Sukses Menjalankan Peran Ganda, SHOPAHOLIC, JANJIHOLIC, Bahasa Baku Vs bahasa Gaul, Biar Hobby jadi Duit, 50 Kiat Percaya Diri, Kalo Bisa Jadi Bos Kenapa mesti Jadi Karyawan, Menulis Kok Dibilang Sulit!, dan masih banyak lagi.

Pernah menjadi wartawan dan freelancer di sejumlah media massa, kini Iin benar-benar dapat hidup dari menulis. Ia juga mengembangkan bakat wiraswastanya dengan mendirikan Indscript Creative, lembaga yang melayani jasa kepenulisan. Sejumlah penulis dan editor kini berada dalam tim kepenulisannya. Selain itu, istri dari Deky Tasdikin dan ibu dari Qanita Muthmainatunnisa (9 bulan) ini juga menjalankan usaha dagang online maupun offline.

Sudah banyak karya ditorehkan oleh Iin, namun ia merasa harus terus bergerak maju. Menurut Iin, penulis itu sukses jika dia tidak berhenti menulis, “…tidak pernah puas menulis! Dan, tentu saja bisa menghasilkan uang dari menulis hahaha…. Semangatnya untuk bisa mandiri dan berkarier di bidang yang ditekuni jelas layak untuk diapresiasi. Berikut petikan wawancara Edy Zaqeus dari AndaLuarBiasa.com dengan Iin melalui email dan disambung melalui chatting:

Sejak kapan Anda mulai berlatih menulis?

Menulis sebetulnya adalah hobi. Sejak SD, saya sudah membiasakan menulis. Namun, menulis yang sesungguhnya alias benar-benar belajar menulis, mungkin baru saya lakukan ketika SMA. Ketika itu, artikel pertama saya dimuat di majalah GADIS, dan otomatis dapat honor. Itu menjadi faktor motivasi saya. Dari kemunculan karya pertama itu, makin kuatlah keinginan lebih serius terjun ke dunia penulisan.

Peran orang tua dalam mendorong Anda supaya rajin berlatih menulis?

Barangkali, peran ayah yang paling menonjol. Ayah saya membudayakan membaca sejak saya masih kecil. Ayah sering memperlihatkan karya-karyanya pada saya. Secara tidak langsung itu mendorong saya aktif dan senang menulis. Dari mesin ketik kuno ayahlah karya pertama saya dimuat di majalah. Bagi saya, beliau adalah yang terbaik dalam hidup saya. Novel pertama saya didekasikan untuk beliau. Beliau sangat berjasa dalam hidup saya, tentu dengan cara beliau mendidik saya.

Dulu, ketika beliau terserang stroke, ekonomi keluarga kami jatuh terpuruk…. Ayah mengatakan, untuk mendapatkan uang, bisa saja saya memaksimalkan potensi menulis saya. Itulah awalnya, saya menyakini bahwa menulis bisa menjadi salah satu cara mencari uang. Tanpa teladannya, mungkin saya tak akan mampu melangkah sejauh ini.

Masih ingat, kapan pertama kali tulisan masuk ke media massa?

Tahun 1996, di majalah GADIS. Majalah favorit yang banyak digandrungi remaja, cewek khususnya.

Bagaimana perasaan Anda saat itu?

Tidak bisa terbayangkan, betapa senangnya! Luar biasa!!

Berapa besar honor menulis Anda saat itu?

Honor pertama yang saya dapatkan… waktu itu Rp 100.000, tahun 1996. Kebayang kan anak SMA udah dapat honor segede itu? Pastinya, seneng banget hehehe….

Ketika kuliah, Anda juga rajin mencari uang dengan menulis?

Ya. Selain kuliah, saya bekerja sambilan sebagai wartawan pemula di tabloid Indonesia-Indonesia dan beberapa majalah lokal di Bandung. Gajinya sih memang kecil. Tapi, keinginan belajar menulis sangat tinggi, keinginan mencari uang juga sama besarnya. Menjadi wartawan terus saya lakonin hingga dua tahun. Dari menjadi wartawan juga, saya sering kali mendapat tawaran menjadi notulis di banyak seminar atau rapat. Alhamdulillah, menulis ternyata memang menjadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan.

Menulis 50 buku lebih

Menulis 50 buku lebih

Apa saja yang Anda tulis sewaktu masih kuliah?

Sewaktu kuliah, saya mengikuti beberapa kegiatan kemahasiswaan di kampus. Bidangnya pun tentang kepenulisan. Tulisan-tulisan itu berupa liputan berbagai kegiatan, notulis rapat-rapat, artikel koran, paper teman kampus.

Saat kuliah, Anda juga sudah mulai berwiraswasta, benarkah?

Benar. Kebetulan saya memang punya hobi berdagang. Sebenarnya, saya kuliah karena tuntutan pekerjaan. Bekerja sambil kuliah, sehingga peluang untuk berwiraswasta jauh lebih besar. Ketika kuliah sambil kerja, saya sudah memiliki usaha penjualan produk-produk fashion dan beberapa line KBU (telepon umum) yang tersebar di beberapa wilayah di Bandung.

Saya sangat suka dunia remaja. Remaja memiliki kesempatan yang sangat lebar untuk berprestasi. Sayangnya, saya sering kali miris ketika melihat begitu banyak hal negatif berseliweran di dunia mereka. Beberapa buku yang saya tulis, tak lain untuk satu tujuan agar remaja tidak sekadar menjadi remaja biasa, tapi luar biasa! Luar biasa dalam segala hal! Jujur, selain suka pada dunia remaja, buku-buku saya juga banyak bersumber dari kenyataan-kenyataan yang pernah saya alami, waktu remaja dulu.

Jadi, ini sebagai motivasi bagi remaja, bahwa kesulitan ekonomi tidak boleh menjadikan mereka berhenti melangkah. Justru ini menjadi motivasi untuk terus maju. Saya tumbuh dan besar dalam situasi yang sungguh menantang dalam segala hal. Satu hal yang membuat saya terus berkembang adalah satu keyakinan, masa depan ada di tangan saya, bukan orang lain.

Bagaimana Anda menilai kreativitas dan produktivitas remaja kita sekarang ini?

Di sisi yang lain, ada remaja yang sangat berprestasi dan luar biasa! Tapi di sisi lainnya, ada begitu banyak remaja yang menyia-nyiakan masa remajanya, untuk hal yang sia-sia. Kerap kali kreativitas dan produktivitas remaja terpaku hanya pada satu hal, yang bersifat fun atau kesenangan sesaat. Tetapi, pada hal lainnya yang juga membutuhkan sentuhan kreativitas, mereka sama sekali tak ada.

Kalau remaja berwiraswasta, bagaimana menurut Anda, perlukah?

Jiwa entrepreneur sebaiknya memang diasah sejak dini. Remaja berwiraswasta bagus, asal tidak melupakan tugas penting mereka, yaitu belajar di sekolah. Jangan sampai keasyikan dapat duit, mereka lupa mencari ilmu lainnya. Untuk remaja sih, wiraswasta bisa dilakukan sebagai kegiatan sampingan, yang mengasyikan sekaligus menambah wawasan.

Kabarnya Anda sudah menulis lebih dari 50 buku. Bagaimana caranya supaya bisa seproduktif itu?

Terdapat begitu banyak ide di kepala, dan kerap kali langsung saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Dengan pede saya kirimkan kepada penerbit. Dan ternyata… dimuat. Siapa pun bisa produktif menurut saya, asal percaya diri dalam menulis, dan tidak malu mengirimkan karya yang sudah ditulis.

Anda suka menulis buku-buku pengembangan diri. Mengapa?

Moto menulis saya adalah menulis bisa menjadi pembelajaran bagi diri sendiri. Selain itu, menulis merupakan salah satu cara saya belajar, yaitu belajar dari tulisan yang dibuat dan bisa terus mengembangkan diri ke hal-hal yang positif. Itulah motivasi saya mengapa suka menulis buku-buku pengembangan diri.

Anda juga menelurkan banyak sekali judul buku anak. Bagaimana bisa menulis buku anak sebanyak itu?

Buku anak baru bisa saya tulis ketika saya sudah memiliki anak. Sebelumnya, saya kurang terampil membuat cerita anak. Walaupun waktu SMA, cerpen anak saya beberapa kali dimuat di harian Pikiran Rakyat Bandung. Nah, ketika memiliki anak, saya seolah membuat cerita untuk anak saya, sambil meninabobokannya dengan cerita, dan hasilnya ternyata lebih ada sense-nya.

Indari Mastuti bersama tim editor Indiscript

Indari Mastuti bersama tim editor Indscript

Dari sekian banyak karya Anda, karya mana saja yang paling mengesankan dan mengapa?

Yang paling mengesankan adalah buku saya yang diterbitkan oleh penerbit Grasindo, Jakarta, judulnya Berubah, Kenapa Nggak? Di buku itu, saya benar-benar menulis dengan semangat perubahan. Buku yang berkonsep day by day itu memotivasi saya untuk terus berubah. Hari-hari yang ditulis dalam buku itu, benar-benar saya praktikkan dalam keseharian. Saya merasa luar biasa ketika menulisnya.

Dalam waktu dekat, karya apa saja yang hendak Anda luncurkan?

Buku parenting yang akan diterbitkan akhir Februari 2009 ini, oleh penerbit Luxima, Jakarta. Judulnya Becoming A New Mother—Cara Cepat Jadi Ibu Hebat!. Kemudian, menyusul Being A Great Wife—Cara Cepat Jadi Istri Hebat! yang diterbitkan penerbit Luxima juga.

Baik, kalau menurut Anda, penulis sukses itu yang seperti apa, sih?

Penulis sukses adalah penulis yang tidak pernah berhenti menulis, dan tidak pernah puas menulis! Dan, tentu saja bisa menghasilkan uang dari menulis hahaha…. Jadi, semangatlah jadi penulis….!

Ok, sukses ya…![ez]

Foto-foto: Dokumentasi pribadi Indari Mastuti.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.2/10 (10 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

25 Responses to “Indari Mastuti: Penulis Sukses Tidak Pernah Berhenti Menulis”

  1. Muhammad Zen Says:

    Mbak Indari
    Selamat Ya, Anda benar-benar luar biasa.
    Semoga hasil wawancara Mas EZ ini bisa untuk pemacu gairah saya dan rekan-rekan penulis lain.

    Salam dari Kota Apel Malang
    Muhammad Zen
    mhzen.wordpress.com

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. lukman Says:

    Selamat mbak!
    semoga benar benar bisa menggugah saya yang sering “terbelit dan terbelenggu” dengan berbagai alasan serta kemalasan…
    Allahu yubaarik

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. AA Kunto A Says:

    Wow, Teh In emang luar biasa! Terus menulis ya Teh… Dari Jogja kuserap energimu hehehe

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Dezul Says:

    Hebat.
    Sangat memotivasi.
    Saya berharap menyusul ketinggalan karena berbagai alasan yang dibuat-buat dan sok sibuk lainnya.
    Terima kasih.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Eko Martanto Says:

    Wew?! Kagak ada cuapeknya ya nulis terus….(Hehehe…:-)) Oke, selamat dan sukses atas prestasi yang telah ditorehkan dari ‘tinta emas’ bernama Indari Mastuti. Semoga makin banyak temen2 yang terinspirasi untuk sama-sama berkarya dan berkreasi demi kemajuan dunia penulisan dan perbukuan Indonesia. Ajarin aku ya mbak…Aku masih harus banyak belajar nie dari Mbak I’in nich…:-) ‘Ajari Aku, Bagilah Ilmumu…’
    Piss…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. naufal Says:

    Mungkin kita kehilangan banyak hal dalam hidup ini… tetapi itu tidak sebanyak yang bisa kita dapatkan.. Kita syukuri itu dan Allah akan menambahkannya…
    Sehingga ketika ada banyak hal yang hilang dalam hidup kita, justru kita tidak merasa kehilangan sama sekali. Sukses selalu buat bunda nanit. Anda memang luar biasa !!!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. ReIs Says:

    Alhamdulillah, semoga mba bisa menjadi pemicu semangat bagi saya dan rekan2 penulis disini,

    Salam Kenal

    ReIs

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. agah Says:

    thnx in ;D

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. kusdiyana Says:

    Wow…. ternyata mbak iin ini penulis toh?
    sebetulnya saya pengen belajar menulis tapi suka ga focus…. apa emang bawaan orok lai yah! he he he……. Sukses yah mbak Iin.
    Kira2 buku apa yang mbak iin rekomendasikan buat saya yang ingin belajar menulis?
    Hatur nuhun!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. ptt Says:

    pasti menarik jika iin nulis dgn latar belakang Batam. waktu yang gak terlalu panjang di batam pasti menghadirkan kejutan2 menarik. (beda ma yang karatan di Batam heheh). belum lupa kan kenangan ttg Batam? tak tunggu yo

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  11. Nuansabiru Says:

    Wuih iin…Proficiat yah
    Jadi malu nih ketemu Iin, tulisannya ditagih terus hehehehehehe….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  12. Ferdian Adi Says:

    Menjadi semangat baru lainnya buat saya membaca artikel tentang Mbak In. sebagai orang yang sedang belajar menulis, saya butuh profil seperti anda. Sampai saat ini saya masih menggali dalam diri, apakah saya benar-benar bisa menulis? Apakah tidak telat saya belajar menulis? Jadinya sekarang saya memaksa diri terus untuk belajar menulis.
    Terimakasih untuk inspirasinya.

    Ferdian Adi - di Jogja tercinta
    http://ferdianadi.com/2009/03/31/tidak-menulis-itu-dosa/

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  13. maylanny christin Says:

    Hai Bu, memang ayah Anda Luar Bisa. Pengalaman kita bersama ayah kita sama banget Bu, selamat aplause untuk ayah-ayah penggungah semangat anak-anaknya

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  14. Bang Aswi Says:

    Senang dan bahagia punya partner kerja seperti Teh Iin. Semangat terus! ^_^

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  15. M. Iswanto Says:

    Luar Biasa Mbak….
    Semoga sukses selalu… maaf kemarin tidak bisa menghadiri makan malamnya karena keburu keluar kota. Insya Allah next time saya akan berkunjung ke Bandung

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  16. ita puspitasari Says:

    Subhanalloh…euleuh2…jadi semangad uy…kapan2 bikin pelatihan penulisan atuh di depok…sukses selalu u teh iin…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  17. si ryansyah Says:

    aiiyyy teh indari ternyata “I..WOWW” bangett.. top deh

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  18. yulyanto Says:

    Mbak Indri ini memang luar biasa loh??….
    sudah 50 buku??…..

    Saya, satupun belum :-)..hiks…hiks…
    Selamat yo mbak!

    Salam
    http://www.yulyanto.com

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  19. nurul Says:

    teteh Iin emang toub n mantaafff… hehehe

    alhamdulillah…kini dapat benar-benar bergabung dengan Indscript Creative…
    more learn…learn more! Bravo! ^_^

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  20. Ady Says:

    Uedan…Top markotop lah teh Iin…two tumbs Up..MODE ON…huehuehe

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  21. Toha Nasrudin Says:

    Pencapaian prestasi yang patut diacungi jempol, selamat!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  22. ady Says:

    mantab

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  23. ratih maryam Says:

    aku ini tidak boleh lari dari tantangan ya…
    harus berjuang how to be a great wife…
    antara perkawinan dan berwirausaha…
    antara pekat dan pelik…
    aku menyukai menjadi bagian dari orang yang hebat…
    terimakasih tetehku.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  24. abu fatih Says:

    muantab tenan…salut lah sama ibu satu ini …sangat menginspirasi…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  25. EUIZZ Says:

    Teh Iin keren banget..hebat hanya dalam waktu singkat progressnya uda sejauh ini, 4 jempol dari aq….seneng pernah mengenal tth walopun hanya 3 bulan,,,,,,
    Tapi banyak banget ilmu yang q dapet ,, terutama inspirasi untuk menulis…
    Tq teh…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox