Indahnya Lagu sang Superstar: One Day in Your Life
Editor | Kolom Lepas | July 5th, 2009
Oleh: Sayuri Yosiana*
Entah mengapa tadi pagi hati saya serasa melankolis saat mendengar lagunya Michael Jackson yang baru saja meninggal itu. Saya tak begitu mengenal sosoknya atau mengikuti berita-beritanya. Tetapi, lewat sebuah lagu yang beberapa hari ini selalu diputar berulang-ulang di televisi, saya jadi merasa ikut-ikutan kehilangan dirinya. Teringat kakak-kakak saya dulu, suka sekali mendengar lagu-lagu penyanyi yang mendapat panggilan Jacko ini. Hanya saja, mungkin dulu saya tak begitu memerhatikannya.
Tetapi, salah satu lagunya telah membuat saya jatuh cinta beberapa hari ini. Ya, itu tadi One Day in Your Life. Judulnya pun indah. Makna syairnya juga indah. Ternyata, sebuah lagu bisa menghasilkan daya khayal yang sepertinya mewakili keinginan terpendam kita. Inilah hebatnya suatu karya seni yang bisa diterima tidak hanya oleh telinga, tetapi juga oleh hati kita.
Karya seni memerlukan hati sebagai sensoriknya. Memerlukan sense yang kuat, hingga bukan sekadar keindahan yang terlahir, tetapi juga bisa mewakili perasaan orang yang menikmatinya, mampu merasakan apa yang ingin disampaikan oleh sang seniman. Apalagi kalau mampu juga membuat orang yang mengaku tak punya cita rasa seni pun tetap bisa merasakan hal itu. Merasakan aura keindahannya, meski bukan pelakunya langsung, namun sekadar penikmatnya saja.
Syair dalam lagu ibarat puisi yang bernyanyi dengan indahnya. Seperti halnya seni sastra, seni memiliki kecenderungan tema atau mungkin alirannya sendiri. Seperti pop, rock, dangdut, klasik, tradisional, religius, dll. Kalau dalam sastra mungkin ada istilah sastra klasik dan sastra modern. Yang jelas, antara seni musik dan seni tulis-menulis (sastra) bisa membawa penikmatnya ke dalam dunia ciptaannya sendiri. Dunia khayal yang terwakili oleh seni pilihannya.
Ya, seperti lagu sang superstar tadi, One Day in Your Life. Sangat puitis
dan iramanya pun merasuk kalbu. Baru mendengar beberapa kali saja lewat televisi, sudah langsung membuat saya jatuh cinta. Apalagi kalau sudah lama mendengarnya, sudah pasti akan menjadi salah satu lagu terfavorit di antara lagu favorit yang saya miliki.
Lewat tulisan ini, saya hanya ingin menyampaikan duka cita bagi salah satu seniman dunia yang telah lama berkiprah di jagad raya seni musik. Lagu-lagunya mungkin telah mengubah banyak pikiran dan perasaan orang, dari setiap tema lagu yang dinyanyikannya. Saya tak ingin membedah lagunya satu per satu karena memang tak mengenal begitu banyak. Hanya beberapa saja yang masih sering di putar di radio dan televisi, seperti judul yang satu ini.
Begitu mendengarnya lagi pagi ini, entah mengapa tiba-tiba saja saya merasa amat sedih, mengingat sang penyanyi baru saja tiada. Sayang kehidupannya agaknya kurang happy. Namun, itu toh tak mengurangi dedikasinya pada dunia musik yang telah membesarkannya. Saya menaruh rasa hormat untuk hal ini. Dedikasi pada bidang yang telah menjadi pilihannya. Jalan hidupnya. Dan, mati pun saat tengah mempersiapkan konser terakhirnya. Ah, manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan.
Yang jelas, bagaimanapun juga, sebuah karya yang indah takkan dilupakan penikmatnya. Baik yang baru mendengarnya maupun yang mungkin sudah lama mengoleksi lagu-lagunya lewat DVD atau kaset. Simak penggalan syair lagu ini:
one day in your life
you’ll remember a place
someone’s touching your face
your comeback and you’ll look around you….
Betapa indahnya…. Serasa duduk di tepi pantai atau danau sunyi di senja yang dingin dan berkabut. Lalu, memainkan harmonika mungil saya dan menyanyikan lagu itu dengan penuh keindahan rasa hingga meresap ke dalam kalbu. Hati pun tersentuh oleh nada-nada tenang meski dinyanyikan dengan suara sedikit melengking. Entah kapan lagu semacam itu dibuat. Pasti saat ini lagu-lagu sang superstar akan kembali diburu orang, baik yang segenerasi dengan sang penyanyinya, maupun yang baru mengenalnya.
Lagu-lagu Michael Jackson dikenal tak hanya bicara cinta asmara, tetapi juga bicara tentang ketidakadilan dunia, persatuan, dan kemanusiaan. Tak heran lagunya tetap dikenang oleh penggemarnya hingga saat ini. Seperti salah satunya yang saya tidak tahu judulnya, tetapi menceritakan tentang perlindungan terhadap anak-anak sedunia. Meskipun, sang penyanyinya sendiri justru pernah di tuduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Memang ironis. Meskipun benar-tidaknya isu itu takkan memengaruhi fans fanatiknya untuk tetap mencintainya.
Ya, itulah hubungan unik yang telah tercipta antara sang idola dengan penggemarnya. Hubungan tanpa pretensi apa-apa kecuali sekadar menghargai karya-karyanya yang membawa inspirasi bagi dunia.
Lagu lagu yang melegenda melambangkan betapa sebuah karya seni bisa amat merasuki kehidupan orang banyak. Dan, saat sang penyanyi itu pergi, fans-nya maupun yang baru saja mendadak ngefans, tiba-tiba saja seperti dilanda “kedukaan berjamaah”. Kedukaan yang disertai perasaan yang begitu dekat dengan sangi artis. Lihatlah, ada yang pingsan di halaman rumah sang legenda. Lalu, ada yang tersedu-sedu sampai harus ditenangkan banyak orang.
Semua merasa begitu dekat dengan sang penyanyi. Begitu pula dengan saya. Mungkin bukan pada sosoknya, tetapi pada dedikasinya lewat sebuah lagu yang secara kebetulan telah membuat saya jatuh cinta ini. Totalitasnya dalam berkarya seni di bidang musik telah membawanya menjadi sang legenda yang akan dikenang dunia. Seperti tokoh-tokoh legenda lainnya yang lewat karyanya telah banyak menginspirasi banyak orang, membahagiakan banyak orang, dan menyatukan dunia lewat bidangnya masing-masing.
one day in your life
when you find that you’re always longing
for the love we used to share
just call my name
and 1′ll be there
Selamat jalan sang penyanyi legenda… Semoga lagu indahmu ini akan menjadi penghubung antara dirimu dengan diri saya dalam dunia yang kini berbeda. Jadi motivator saya agar tak lelah dalam berkarya. Lewat lagu indahmu ini, saya ingin mengenalmu lebih jauh. Bagaimana bisa terlahir seorang Jacko yang begitu memengaruhi banyak orang.
Lewat lagu indahmu ini, saya ingin belajar mengenal syair-syair puitismu. Lewat lagu indahmu ini, saya ingin belajar bagaimana seni yang menginspirasi itu. Bukan memuja, hanya terinspirasi keindahan seninya. Keindahan kosakatanya, keindahan sense of art-nya. Dan, tentunya sisi humanisnya. Siapa pun yang menciptakan lagu-lagumu, yang jelas saya hanya tahu dirimu yang menyanyikannya. One day in your life, ya… Suatu hari dalam hidup saya, akhirnya saya menulis sesuatu tentangmu, sang superstar dunia.
Ah, Jacko…. Saya pun ingin seperti dirimu. Tak perlu harus melegenda, tetapi cukup bisa memberi makna bagi kehidupan banyak orang. Terlebih pada diri saya sendiri. Saya didedikasikan tulisan ini buat para legenda seni dunia.[sy]
* Sayuri Yosiana lahir di Jakarta dan akrab dipanggil Yossi. Ia senang membaca dan menulis, serta punya nama pena Dara Jingga. Aktivitas sehari-harinya mengelola sebuah situs kesehatan holistik Kabarsehat.com dan membantu mempromosikan Sekolah Online Visikata.com. Ia pernah mengikuti kuliah jurnalisme di Institut Ilmu Sosial dan Politik, Jakarta, dan menyukai bidang sejarah serta topik kesehatan holistik. Karya-karyanya dapat dilihat di blog pribadinya Kuberpuisi.wordpress.com dan Penakubicara.wordpress.com. Yossi dapat dikontak melalui pos-el: darajingga28[at]gmail[dot]com dan telepon 0817828630.
Leave a Reply