Home » Kolom Lepas » Ibuku Luar Biasa

Ibuku Luar Biasa

supOleh: Supandi*

Ketika saya membaca buku-buku tentang ESQ, NLP, Berpikir besar, kekuatan God Spot, optimisme, keyakinan, dan sejenisnya, muncul pengakuan dalam diri saya tentang sesuatu yang telah dilakukan oleh ibu saya. Kalau dalam metode pengajaran dapat saya katakan seperti praktik pemberlakuan metode induksi oleh guru di kelas. Sebuah rentetan perjuangan panjang dari seorang perempuan single parent yang harus membesarkan lima anaknya hingga dewasa. Setelah sekian tahun merenungi apa yang telah beliau lakukan baru saat ini saya bisa menyimpulkan teori-teori tentang berpikir besar dan kekuatan tanpa batas berupa God Spot (suara Tuhan) yang didengungkan oleh para pakar memang benar adanya. Dan, ibu saya telah membuktikannya.

Back to record. Masa kecil adalah masa indah yang senantiasa terkenang sepanjang masa. Masa bermain dan masa tanpa beban. Bermain layang-layang adalah salah satu jenis hiburan yang cukup menyenangkan bagi anak. Bermain layang-layang di pinggir sungai merupakan kebiasaan saya di waktu kecil. Di tanggul berumput itu saya bisa menerbangkan layang-layang dengan mudah karena penuh dengan embusan angin.

Perasaan riang lebih mendominasi hati saya saat itu. Di ujung tanggul adalah jalan raya yang merupakan jalan utama Cilacap–Yogya/Semarang. Di bawah panas matahari yang sangat menyengat berjalan seorang wanita setengah baya menggendong dagangannya berupa berbagai jenis pakaian mutu rendah. Beliau bermaksud hendak menjajakan dagangannya ke desa-desa sekitar.

Perasaan riang yang tadinya mendominasi hati saya berbalik seratus delapan puluh derajat. Seketika perasaan itu berubah menjadi perasaan haru, tidak tega, dan berontak terhadap pemandangan yang saya lihat dengan mata kepala sendiri. Dengan sedikit tercengang saya perhatikan dia ternyata benar-benar ibu saya. Berjalan di bawah terik mentari dengan menggendong dagangannya.

Saya panggil beliau sekuat tenaga tetapi jerak terlalu jauh dan embusan angin lebih kuat dibanding suara saya. Akhirnya dengan ketidakberdayaan yang ada, saya biarkan beliau melakukan jihad demi sebuah kesinambungan hidup.

Sebuah pesan moral yang syarat dengan nilai spiritual quotion, thinking big, maupun keyakinan yang begitu kuat saya tangkap dari sepenggal kalimat yang beliau lontarkan dari mulut seorang ibu yang notabene tidak lulus Sekolah Dasar, namun ternyata beliau yakin benar tentang kekuatan-kekuatan tanpa batas yang saat ini banyak dilontarkan oleh para pakar SQ, thinking big, NLP, dan sejenisnya. Kalimat yang dia lontarkan keluar saat saya menyampaikan unek-unek atau isi hati saya tentang ketidaktegaan saya melihat pemandangan sebagaimana yang saya sampaikan di atas.

Bu, saya mulai besok tidak sekolah saja, ya?! Saya tidak rela dan tidak tega kalau Ibu harus berjalan kepanasan demi mencari nafkah untuk keluarga,” demikian komplain yang saya sampaikan kepada beliau.

Bagaimanakah sepenggal kalimat yang beliau katakan kepada saya? Bunyinya demikian, “Pokoke kowe kabeh kudu pada sekolah terus. Gusti Allah kuwe Maha Sugih. Aku yakin bisa. Aku ora kepengin uripmu ngemben pada sengsara.” Pokoknya kamu semua harus sekolah dan terus sekolah. Tuhan itu Mahakaya. Kalian pasti bisa sekolah. Saya tidak ingin hidupmu sengsara kelak.

Allahu Akbar, thinking big (berpikir besar) yang beliau yakini kebenarannya saat ini benar-benar menjadi kenyataan. Beliau telah membuktikan akan dahsyatnya sebuah keyakinan. Dengan keperkasaan dan kemuliaan beliau sebagai seorang single parent kami bisa merasakannya sekarang yaitu hidup relatif layak.

Allahu Akbar, saya pun bisa mengatakan bahwa saat ini beliau benar-benar menjadi manusia yang sangat mulia karena saat saya tulis artikel ini beliau tengah dinanti dan akan diambut kehadirannya oleh ribuan malaikat di tanah suci Mekah sebagai tamu Allah SWT. Allahu Akbar.

Mohon maaf kepada Anda yang kebetulan membaca tulisan saya ini. Semoga Tuhan memaafkan saya manakala apresiasi saya kepada ibu saya ini dihinggapi salah satu penyakit hati yaitu riya. Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa kita. Amin.[sup]

* Supandi lahir di Cilacap, 10 Agustus 1965. Alumnus Universitas Alamat Muhammadiyah, Purworejo 2002 (S-1) dan Magister Manajemen Unsoed, Purwokerto 2007 (S-2) mengajar sebagai guru di SMP Negeri 2 Binangun. Pemilik moto hidup “Lakukan perubahan!” ini tinggal di Puri Mujur 163, Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. Ia sendiri sudah memiliki minat dan kegemaran menulis sejak masih SMP. Saat ini, Supandi sedang menyusun sebuah buku motivasi. Ia dapat dihubungi melalui telepon: 0282-494921, Hp: 081391274742, atau pos-el: supandi_mm[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.2/10 (5 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +4 (from 6 votes)

8 Comments

  1. ummi masroah says:

    yach…itulah perjuangan seorang ibu yng tdk menuntut balasan.terus berkarya pak….buat memotifasi para pembaca.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Okky says:

    Subhanallah!
    saya menitikkan airmata kala membaca baris demi baris tulisan Bapak. betapa untuk “menjalankan” God Spot, tidaklah butuh teori-teori panjang dan njlimet, cukup motivasi diri yang kuat, keikhlasan, dan keyakinan akan “nothing is impossible”…
    Ibu anda adalah contoh konkret == super mom. Salam takzim saya untuk beliau. Semoga Allah ridha atas segala perjuangan dan pengorbanan beliau, serta mengampuni segala dosanya. Aaamiin…
    Buat Pak Supandi, terima kasih sudah berbagi kisah ini pada kami… Insya Allah banyak manfaat yang bisa kami petik.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Puspita says:

    Buka riya’, semuanya kembali kepada niat. Sebenarnya selama ini kita semua sudah terbiasa mendapat pelajaran dari keluarga dan masyarakat tentang ESQ, thinking big dsb. Pembelajaran dari sekolah kehidupan yang sebenarnya.

    Terima kasih pembelajarnnya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. supandi says:

    Mba Ummi, Okky, Puspita : Kiranya tidak berlebihan jika kita berikan apresiasi kita kpd ibu2 kita. Kita telah belajar banyak dari beliau.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Banyak ibu-ibu perkasa di negeri kita. Thanks Pak Pandi, inspiring!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. Asri Gozali says:

    Subhanallah , Membaca deskripsi diatas laksana berkaca pada perjalanan hidup saya sendiri.Persamaan status sebagai Hamba yang tengah diuji sejenak membuat saya sempat menahan emosi. Sebuah Potret perjuangan seorang ibu single parent ( yang kebetulan beliau adalah EYANG saya sendiri ) dalam membesarkan buah hatinya yang tersurat dalam balutan kesederhaan, kesahajaan serta keyakinan yang tak terputus akan kebesaran Illahi . Inilah gambaran naluri dari seorang ibu yang mendambakan hal – hal yang terbaik bagi anak2 yang notabene adalah amanah hidupnya . Inilah Ladang amal & pengabdian beliau sebagai calon Ahlul Jannah ( Insya Allah ).

    Allahu Akbar , Inilah salah satu Ayat – ayat kehidupan Allah . Bahwa segala yang ada didunia ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan, tidak ada yang tidak bermaksud dan tidak ada yang sia – sia . Sebuah realita yang mengajarkan kepada kita agar bisa membaca bahasa hikmah dari sebuah peristiwa .

    Eyang , terimakasih engkau telah memberi inspirasi buat ananda agar lebih tegar menghadapi hidup ini .
    Kagem Om SUPANDI , terimakasih atas motivasi dan support yang telah diberikan , jujur saya bangga atas semua karya – karya om. Sukses selalu ya ,,,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. yani widaningsih says:

    Allahu akbar, betapa Allah memang Maha besar dia sudah berikan apa yg menurut dia pantas untuk kita, apa yg ibu pak supandi perjuangkan tak sia-sia.

    Saat ini barnagkali kita hendaknya memuliakan beliau, mesejahterakan kehidupan beliau, seperti apa yg beliau lakukan dulu.

    Sy jadi teringat masa kecil saya juga, ibu saya juga single parent yg bekerja di sebuah pabrik di jkrt, kini kami anak2nya sudah bisa berdiri sendiri, itu saja sudah membuat beliau senang bukan main.

    terimakasih pak supandy mudah2an tulisan anda ini dapat diambil hikmah dan pelajarannya oleh saya, agar kita senantiasa mengingat kebesaran Allah dan tidak putus asa untuk selalu memohon kepadanya dan melakukan yg terbaik yg bisa kita lakukan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. echa says:

    ibu ku luar biasa… membimbing tanpa lelah dan penuh perjuangan.kasih sayang sampai akhir hayat..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Komentar