Hidup Berlimpah Syukur!

indari mastutiOleh: Indari Mastuti*

Jika Anda tidak hidup pada kenyataan yang Anda inginkan, maka, mulailah menata pikiran Anda untuk menikmati hidup seburuk apa pun yang Anda miliki sambil terus bermimpi tentang masa depan Anda. Maka, kenyataan Anda selanjutnya pasti akan luar biasa!

~ Indari Mastuti

Dulu ketika saya kecil, di rekam jejak hidup saya, saya bukan berasal dari keluarga kaya. Hidup kami bisa dibilang memang pernah kaya, tapi terjun bebas setelah bapak sakit kronis tahunan. Hasil akhirnya, kami hidup serba kekurangan bahkan memiliki sejumlah utang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Menginjak remaja, kesulitan ekonomi kian menjadi-jadi, maklum ayah yang sakit menjadi tidak produktif sedangkan keempat anaknya sekolah dengan biaya yang tidak sedikit. Ibu saya banting stir, kerja apa saja, dan tentu saja utang lama yang belum terbayar harus kembali menumpuk dengan utang baru.

Saya, sempat merasakan minder yang luar biasa dengan posisi ini, maklum saya yang bisa dibilang supel memiliki lebih dari 90 persen sahabat dengan ekonomi di atas rata-rata alias anak-anak borju. Saya pernah merasa bahwa saya ‘termiskin’, ‘terburuk’, ‘tertidakberuntung’, dan ter-ter lainnya.

Bersyukur, hanya sebentar saya merasakan hal itu!

Di masa-masa sulit itu, saya yang masih remaja terus meningkatkan kekuatan diri menghadapi berbagai kesulitan hidup. Saya bertekad, masa depan saya pasti akan lebih baik, bahkan jauh lebih baik. Mulailah saya berpetualang dengan hidup saya, dengan cara saya! Mulailah saya memandu masa depan saya dengan cara saya sendiri.

Salah satu hal yang membuat saya bangkit dari keterpurukan adalah RASA SYUKUR. Saya pahami, siapa pun orangnya, dari mana pun asalnya, sekaya apa pun dia, seberuntung apa pun orang itu tetap akan merasa menjadi orang ‘terburuk’ jika di hatinya tidak ada rasa syukur. Saya mulai mensyukuri hal-hal kecil yang saya miliki. Saya bersyukur karena saya memiliki banyak sahabat yang mengetahui siapa saya dan mereka tidak mempermasalahkannya, saya bersyukur memiliki adik yang sangat kompak dengan saya, saya bersyukur masih bisa melihat senyuman bapak walau sakitnya sedemikian parah, saya bersyukur masih bisa sekolah walau biaya sekolah berasal dari utang, saya bersyukur memiliki rumah untuk berteduh walaupun tidak bisa dibilang bagus, saya bersyukur bisa mendapatkan tambahan uang dari menulis walau nilainya tidak seberapa, dan banyak syukur yang saya hadiahkan untuk diri saya sendiri, tentu syukur yang saya panjatkan pada Allah SWT. Lambat laun, perasaan ketidakberuntungan saya berganti dengan perasaan-perasaan positif dalam hidup saya, dan harus saya akui perasaan itu yang mempermudah saya mencapai apa pun yang saya inginkan.

Setelah memenuhi diri dengan rasa syukur, saya mulai MENATA MIMPI masa depan saya. Ada 101 keinginan dalam hidup yang saya tulis dalam buku harian masa remaja saya. Mulai dari berapa gaji yang saya inginkan kelak, tipe rumah impian, jumlah mobil yang ingin saya miliki, karier yang akan saya raih, jumlah anak di masa depan, bahkan hal-hal besar yang pada saat menulisnya saya sempat berpikir, “Memang aku bisa meraihnya?” Tapi, pertanyaan itu saya tendang dengan kata-kata ajaib, “YA, AKU PASTI BISA!”

Masa depan saya berawal dari sana! Lebih dari 101 keinginan itu memandu saya melangkah dengan pasti dari satu langkah ke langkah lainnya. Tahun demi tahun saya lalui dengan menata mimpi, menata langkah, dan menata masa depan. Tanpa saya sadari ketika saya membuka kembali catatan itu, saya mulai mencapainya. Saya berhasil mendapatkan gaji, jabatan, karier, dan keinginan-keinginan saya tanpa saya sadari. Ketika saya mulai menyadari hal itu, saya mulai men-checklist mimpi yang sudah tercapai dan melanjutkan menata langkah untuk mencapai mimpi lainnya.

Well, saya tidak akan berpanjang lebar lagi tentang saya. Inti dari tulisan ini adalah bahwa dengan limpahan rasa syukur yang dimiliki dalam hidup akan membuka peluang baik pada masa depan.

Rasa syukur membuat mental kita bergerak ke arah yang positif. Jika secara materi Anda tidak kaya, tapi kekayaan hati Anda membuat Anda merasa lebih nyaman, jika secara IQ Anda bukanlah orang yang pintar tapi kestabilan syukur membuat EQ Anda memenuhi seluruh jiwa. Dengan kata lain, rasa syukur mampu memancarkan energi-energi positif dalam pikiran sehingga dapat menarik kelebihan-kelebihan dalam diri dan mengabaikan kekurangan-kekurangan dalam hidup Anda.

Rasa syukur menjadi salah satu bukti dan bentuk terima kasih kepada Allah SWT karena sudah memberikan keluarga, keadaan, napas, fisik, pikiran, dan segala sesuatu yang ada dalam hidup Anda tanpa keluh kesah. Dan, inilah umat yang Allah cintai. Hidup tanpa keluh kesah namun dengan reaksi positif menanggapi segala persoalan dalam hidupnya.

Kebanyakan dari manusia merasa pesimis pada masa depannya ketika dia menyadari bahwa kenyataan yang dialami saat ini jauh dari apa yang dia inginkan. Orang miskin berpikir bahwa hingga ketujuh turunannya akan tetap miskin, orang bodoh menganggap kebodohannya adalah penyakit turun temurun, orang cacat berpikir kecacatannya akan menghambat hidupnya sampai kapan pun, dan berbagai persoalan manusia yang kadang dianggap dapat memutus masa depan yang lebih gemilang. Padahal, jika saja semua orang pandai melihat tanah dibandingkan langit, melihat persoalan orang lain dibandingkan menangisi persoalan dirinya maka dia akan takjub pada diri sendiri dan menyadari bahwa dirinya lebih beruntung dibandingkan yang lainnya. Jika saja yang dilihat oleh semua manusia adalah sisi positif bukan sisi negatifnya semata, maka manusia akan takjub pada dirinya sendiri bahwa begitu banyak yang harus disyukuri dibandingkan ditangisi.

Manusia harus percaya dan lagi-lagi harus menyakini bahwa “di balik kesulitan ada kemudahan, di balik masalah ada makna tersembunyi”. Klise memang, tapi itulah yang sebetulnya terjadi pada manusia. Jika manusia bisa memanfaatkan kesulitannya ke arah yang positif, niscaya dia akan mendapatkan banyak kemudahan-kemudahan di masa depannya!

Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk melimpahi hidup kita dengan rasa syukur untuk kemudian mendapatkan buah manis darinya?

  1. Lihatlah sesuatu dari sisi positif

Lihatlah tangan kiri Anda jika Anda tidak memiliki tangan kanan, syukuri sepeda Anda jika Anda tak punya motor, berbahagialah dengan adik Anda yang baik jika Anda jengkel dengan kakak Anda yang menyebalkan, tersenyumlah pada kekayaan batin Anda walau Anda ‘belum’ memiliki kekayaan harta.

  1. Menyakini masa depan Anda akan jauh lebih sempurna

Jika Anda yakin, maka Anda bisa. Jika Anda menganggap masa depan Anda akan sekelam masa sekarang, percayalah begitulah keadaaannya kelak. Begitupun jika Anda percaya masa depan Anda akan begitu indah dan sempurna, maka Anda akan mendapatkannya. Nah, semua kembali pada keyakinan Anda.

  1. Fokus pada penajaman kelebihan Anda

Tidak ada manusia yang diciptakan sia-sia! Anda, saya, dan manusia mana pun di mana pun lahir ke dunia dengan satu tujuan, yaitu BERGUNA. Oleh karena itu, manusia harus benar-benar berguna dengan memokuskan diri pada kelebihannya bukan menangisi kekurangannya.

  1. Lihatlah orang lain yang kurang beruntung dari Anda

Jika Anda sudah patah arang dengan diri Anda, akan lebih tersiksa jika Anda membandingkan Anda dengan orang ‘di atas’ Anda. Kalau sudah begini akan sangat bijak jika Anda mulai melihat ke tanah, dan berhenti melihat langit. Lihatlah orang yang kurang beruntung dibandingkan Anda. Dengan begitu Anda akan menyadari bahwa Anda terlahir lebih istimewa.

  1. Beri penghargaan untuk diri Anda

Berilah penghargaan pada diri Anda jika Anda berhasil melakukan sesuatu yang positif. Misalnya saja, Anda sudah berhasil berlari sejauh 2 km padahal biasanya Anda hanya mampu 1 km. Penghargaan-penghargaan kecil untuk diri Anda sendiri, akan mampu mendorong motivasi Anda untuk mencapai hal-hal lainnya. Tentu ini juga akan semakin menyempurnakan rasa syukur Anda.

  1. Miliki peta masa depan

Jika Anda sudah memiliki blueprint masa depan, maka sudah pasti langkah Anda akan lebih tertata dan terarah. Kalau sudah terarah dan tertata maka satu per satu impian Anda akan terwujud dan kalau begitu, biarpun impian kecil yang teraih, rasa syukur Anda akan bertambah dan terus bertambah.

Nah, selamat melimpahi hidup Anda dengan rasa syukur![im]

*Indari Mastuti Rezki Resmiyati Soleh Addy, atau memiliki nama pena Indari Mastuti lahir di Bandung, 9 Juli 1980. Alumnus Universitas Pasundan ini sudah gemar menulis sejak SD dan telah menelurkan lebih dari 50 buku. Saat ini, Iin tinggal di Bandung dan memimpin Indscript Creative, sebuah publishing service yang memproduksi naskah buku-buku psikologi popular, pendidikan, sains, penunjang, serta berbagai naskah buku bertema bisnis. Iin dapat dihubungi melalui website: www.iien.tk, www.indscript.com atau telepon: 022.70402352/081321811219.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.7/10 (13 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +4 (from 4 votes)

12 Responses to “Hidup Berlimpah Syukur!”

  1. Agus Handoko Says:

    Ternyata kita lebih beruntung dari orang lain.Seberapapun menderitanya kita.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  2. Maren Kitatau Says:

    Bagi yg sudah punya blue print:
    Banyak orang yg mengorbankan kesehatannya demi harta, kemudian menghabiskan hartanya demi kesehatan (Sorry, tak bermaksud menyinggung, Mba), tapi kasus ini banyak.

    Dan lagi,
    Kebahagiaan itu tak ditentukan oleh berapa banyak yg kita dapat raup dari dunia ini, tapi oleh berapa sedikit yg kita butuhkan darinya.

    Salam Damai!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  3. Indari Says:

    @ Mas Agus Handoko: Saya melihat kesulitan orang lain untuk berkaca diri, agar tidak selalu merasa diri paling menderita..:)
    @Mbak Maren Kitatau: Betul, mbak. Memang banyak yang akhirnya membuat kesehatan memburuk walo posisi keuangan membaik :). Tapi, Insya Allah pola pengaturan waktu antara keduanya tidak diabaikan. Dan Rasa syukur itulah yang mengerem prilaku kita dalam mengejar duniawi. Insya Allah.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. ismi Says:

    belumlah bahagia hidup ini, sebelum kita menjadi orang yg arif dan bijak,…hanya orang yg arif dan bijaklah yg dapat merasakan kebahagiaan sejati.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. mala Says:

    wah teteh keren banget..
    mala belajar banyak dari teteh
    mala juga udah mencapai beberapa dari impian mala……..
    tinggal meneruskannya
    mala juga dari keluarga pas2an teh tapi bersyukur, soalnya keterbatasan itulah yang mendorong kita untuk mau maju….
    jadi merasa bersyukur dalam kondisi terbatas, sebab itu yang membuat kta terus belajar.
    Ganbatte Kudasai!!!!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. ady Says:

    Semoga kita termasuk orang yang selalu bersyukur….amiinn

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. Indari Says:

    @Mbak Ismi: Dengan syukur segalanya terasa ringan dan indah…Dan semoga syukur pula yang membawa kita pada kearifan, bijaksana, dan juga bahagia. Makasih mbak, kata-katanya memotivasi..
    @Mala: Siip, Mal. Mari kita mencapai mimpi bersama-sama…:)

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. Indari Says:

    @Mas Ady: Amiiiin

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. Antiq Says:

    Insya Allah Sekecil apapn yang saya dapatkan,saya akan bersyukur atas karuniaNYA, Thanks Teteh atas pencerahannya walaupun kadang2 sedikit sifat serakah menghampiri,semoga sejak saat ini Keikhklasan untuk bersyukur selalu saya miliki.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. fahmy Says:

    Terimakasih, sangat inspiratif dan sesuai kaidah Islam

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  11. Neng... Says:

    Semangat mb … I like this!!!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  12. training motivasi Says:

    ketrampilan ber-syukur-lah yg membuat hidup kita lebih Indah, Nyaman dan Membahagiakan, namun keluh kesah yg membuat hidup terasa sempit, jiwa meronta dan menutup semua jalan kemudahan

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox