Gelas Setengah Penuh Setengah Kosong

an1Oleh: Abidin Noor*

The more you distribute it the more you receive it in return.

When you stop giving you stop receive it.

Apakah gelas ini berisi setengah penuh, setengah kosong, atau penuh? tanya Indrato kepada saya lewat email. Tanpa pikir-pikir lagi, saya jawab email-nya, ”Gelas itu berisi setengah penuh karena saya termasuk orang yang selalu berpikir positif dan optimis.” Tak lama kemudian, saya menerima email lagi yang menyatakan bahwa jawaban saya salah. Saya jadi penasaran untuk mencari tahu jawaban yang benar. Karena, yang saya ketahui selama ini jawabannya adalah gelas itu berisi setengah penuh.

Ternyata, jawabnya bukan setengah penuh atau kosong, namun gelas itu isinya penuh. Lalu, saya memberikan argumentasi, “Bukankah airnya hanya setengah?”

Anda betul, yang tampak mata memang setengah gelas air. Namun, yang tak tampak mata adalah setengah gelas udara, sanggah Indrato. Kemudian, Indrato menunjukkan buku Cracking the Millionaire C.O.D.E yang ditulis oleh Mark Victor Hansen dan Robert G Allen (2006), yang menjelaskan bahwa jawaban saya tadi itu kurang tepat.

Kemudian saya berpikir, “Betul juga apa yang disampaikan kawan tersebut, bahwa di balik yang isi itu ada udara yang mengandung oksigen, yang membuat kita dapat bernapas dan hidup. Lebih jauh lagi saya berpikir, “Kalau saja tidak ada udara dalam tiga puluh menit, saya akan mati karena tidak dapat menghirup oksigen.

Nah, pernahkah kita bersyukur betapa besar nikmat hidup yang diberikan oleh Allah SWT? Selama ini, kita hanya melihat yang kasat mata saja. Padahal, di balik yang kasat mata itu tersimpan kekuatan yang mahadahsyat.

Begitu juga saat Anda memberikan sejumlah uang untuk sedekah. Secara kasat mata uang Anda berkurang. Namun, di balik itu Anda menciptakan ruang hampa yang akan diisi olehbisa jadirezeki atau keberhasilan-keberhasilan lain dalam kehidupan Anda.

Sebagaimana yang difirmankan dalam Alquran, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir seratus biji, dan Allah melipatgandakan bagi barang siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (QS. Abaqarah: 261)

Kesimpulannya, bahwa di balik yang kasat mata itu tersimpan kekuatan yang mahadahsyat. Pada saat Anda memberikan uang untuk sedekah, pada hakikatnya Anda menciptakan ruang hampa atau vakum, yang akan diisi atau menarik berbagai kemudahan-kemudahan. Bisa jadi diisi atau menarik kemudahan-kemudahan pada saat Anda berusaha, sehingga Anda mendapatkan hasil yang berlipat ganda, atau keberhasilan-keberhasilan lain dalam kehidupan Anda. Allahualambisawab.[an]

* Abidin Noor banyak menghabiskan waktu berkarya di sebuah perusahan minyak asing selama lebih dari 22 tahun. Saat ini, ia masih aktif berkarya pada perusahaan minyak lokal, di Jakarta. Ketertarikannya dalam dunia tulis-menulis memang sudah lama, tetapi karya tulisnya selama ini untuk koleksi pribadi. Abidin menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi, Universitas Pancasila, Jakarta tahun 1988, dan telah mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi yang berhubungan dengan dunia perminyakan. Ia dapat dihubungi melalui pos-el:

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.8/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 2 votes)

One Response to “Gelas Setengah Penuh Setengah Kosong”

  1. doni Says:

    mantab

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox