Don’t Open Your Mouth When …

eaeOleh : Emmy Angdyani Erawati*

Ketika saya membuka e-mail lama yang masuk ke inbox saya, saya tertarik membaca kembali e-mail yang dikirim oleh seorang teman. “Don’t open your mouth when : “, demikian judulnya. Ada lebih kurang 15 point singkat petunjuk praktis tentang judul di atas.

01. In the heat of anger

Jika panas sudah sampai di ubun-ubun, hati kita sudah panas mendidih, tentu Anda setuju siapa pun dan sepandai-pandainya orang me”manage” hati, pasti kecenderungan kalimat yang kontraproduktif bahkan destruktif akan terlontarkan.

02. When you don’t have all the facts and you haven’t verified the story .

Check and recheck mungkin itu singkatnya. Acapkali kita sudah memperbincangkan bahkan telah membroadcast kemana-mana, padahal kevalidan berita atau cerita belum ada.

03. If you can’t say it without screaming it.

Saya pernah mendapat pertanyaan dari mentor rohani saya begini, “Mengapa jika dua orang bertengkar, maka volume suara akan begitu keras, bahkan sampai berteriak-teriak?” Jawabannnya adalah karena secara fisik ke dua orang itu berdekatan, tapi jiwa ke dua orang itu berjauhan sehingga dalam menyampaikan sesuatu , satuan “decibel” suara akan berlipat agar sampai kepada lawan bicara. Biasanya naiknya emosi berbanding lurus dengan volume suara.

04. If you would be ashamed of your words later or you may eat your words later

Istilah yang umum dipakai adalah “menjilat ludah sendiri”. Lebih baik tidak berkata apa-apa dari pada kita sendiri yang malu di kemudian hari. Atau pepatah “mulutmu harimaumu” juga tepat dikaitkan dengan point ini.

05. If your words will damage a friendship

Tidak jarang pertemanan atau relationship lainnya yang sudah dibangun dengan susah payah seringkali ternodai karena kita tidak mampu mengendalikan kata kata yang keluar dari mulut kita.

06. If your words will damage someone else’s reputation

Biasanya diawali dengan “bisik bisik” menceritakan kejelekan atau aib orang lain, lama-kelamaaan reputasi orang lain akan tercoret dengan tinta merah. Berawal dari bisik-bisik, secara sistemik akan mampu merusak reputasi seseorang. Bukankah ini berarti secara sistemik pula kita menghancurkan hidup orang lain?

Ada pepatah yang mengatakan: “Pikiran hebat membicarakan ide, pikiran biasa membicarakan kejadian, pikiran bodoh membicarakan orang.” Tentu membicarakan orang di sini dalam konotasi membicarakan kejelekan atau aib orang. Apakah kita memilih untuk berpikiran bodoh?

07. It is time to listen

Ada waktu untuk berbicara, ada waktu untuk mendengar. Mengapa Tuhan menciptakan kita dengan dua telinga dan satu mulut, agar kita ingat bahwa kita perlu cepat mendengar dan lebih lambat untuk berbicara.

Jadi, jika saat kita membuka mulut, malah membuat panas suasana, mendemotivasi, tidak jelas kebenarannya atau membuat perpecahan, adalah lebih bijak jika kita berdiam diri.[eae]

* adalah seorang Insinyur Teknik Kimia yang lahir di Surabaya, 2 Maret 1969. Emmy adalah ibu dari seorang anak berusia 10 tahun dan pernah berkarier di perbankan selama sepuluh tahun. Sekarang ia bekerja di sebuah perusahaan pelayaran nasional di Surabaya sekaligus menjalankan wirausaha persewaaan mobil. Ia dapat dihubungi di Pantai Mentari M-40, Surabaya, HP: 081.2358.7773 atau pos-el: angdyany[at]telkom[dot]net.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.2/10 (5 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +7 (from 11 votes)

9 Responses to “Don’t Open Your Mouth When …”

  1. S Suhendro Says:

    Tidak mudah untuk dilaksanakan karena ada faktor pembawaan, kepribadian……..yg kadang memang lebih suka ngomong dari pada mendengar………ada solusi cara mudah melaksanakannya Ibu Emmy ???

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Vitalis R Says:

    Dalam kondisi seperti itu, yang terbaik ikut kata leluhur:Diam itu emas alias sabar..dan sabar

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Liliek Says:

    salam kenal bu Emmy..

    yang saya baca baru tujuh point bu..yang delapan point lagi apa?

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. cinta minyak Says:

    dari poin 1 hingga 7 saya berusaha menerapkannya di keseharian saya meski terkadang saya tidak bisa menghindari akibat ketidaksengajaan.

    Tetapi jika yang terjadi sebaliknya, misalnya ada orang yang tidak sesuai dengan dari poin 1-7 dan tidak sengaja atau ada unsur becanda, saya lebih baik berpikir “Ah dia bcanda, kan lo jg suka becanda” atau “Oh dia ingin mencoba u/ bcanda tapi bcandanya spt itu, terima aja” atau “Lo mungkin pernah nyakitin hati orang lain, makanya skrng lo disakitin, santai aja” atau “hayoo, lo jg pnh kali tuh bcanda yg nyakitin, skrng ada orng yg begitu lo ga boleh sakit hati”

    ——————————

    sudi mampir PERTAMINA

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Tiyo Says:

    Mudah2 an saya bisa melaksanakan, meski gak mudah….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. NgeFans Says:

    Jangan ach!.. aku gak mau punya pikiran bodoh. meski aku ngomongin orang.
    Orang cerdas akan berkata mbak emmy emang cerdas n cuantik.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. sindha Says:

    sangat susah mempratekkan hal diatas karena budaya kita sekecil masalah yang kita lakukan akan terlihat sangat besar sedangkan sebesar besarnya keberhasilan yang kita lakukan akan terlihat sangat kecil ataupun bisa juga tak berarti- hal tsb. apa yang harus dilakukan?

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  8. Anisa Cream Says:

    wahh ini nihh,,
    kerenn don’t openn.. :D

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. alek Says:

    membaca artikel ibu emmy, jadi teringat salah ajaran agama yang saya imani
    “jika kamu mengaku beriman kepada Tuhan, dan Hari Akhir… maka hendaklah berkata-kata yang baik, jika tidak bisa. maka diamlah”
    (hadist)

    Salam Damai Sejahtera

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox