Di Balik Krisis Ada Kesempatan
Editor | Kolom Lepas | May 12th, 2009
Oleh: Kak Sugeng*
Krisis ini tidak akan berakhir tetapi orang-orang yang melihat kesempatan di balik krisis dia akan tampil sebagai pemenang. Orang-orang yang melihat peluang di balik petaka justru dia akan tampil sebagai orang yang berhasil. Makin kaya, tambah kaya, dan menjadi sangat kaya sekali.
Di balik krisis memang ada bahaya dan seharusnya kita jadi waspada. Namun, yang lebih penting lagi adalah kita harus bisa melihat kesempatan dalam kesempitan. Kita harus berlatih untuk melihat peluang di balik gejolak.
Sudah biasa kalau kita mencari kejelekan seseorang, namun untuk melihat kebaikan seseorang perlu belajar dari hari ke hari. Demikian juga kalau kita melihat situasi dan kondisi, terlalu mudah untuk melihat yang negatif di hadapan kita. Namun, perlu kerja ekstra untuk melihat sesuatu yang positif di balik segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita.
Beberapa orang selalu berkata, “Semua ini pasti ada hikmahnya.” Sama juga dengan krisis multidimensi yang menerpa bangsa kita. Semua ini Tuhan izinkan supaya kita manusia menjadi manusia yang bertuhan. Manusia yang percaya akan adanya Tuhan. Negara-negara Barat yang banyak orang sudah berkepercayaan ateis, lebih menyedihkan lagi. Mereka masih mengandalkan kekuatan manusia.
Sejarah hidup membuktikan, saat krisis justru banyak orang yang mendapatkan keuntungan. Orang-orang yang berjiwa besar, pantang menyerah, dan ulet selalu berusaha bangkit dari keterpurukan. Aneh tetapi nyata, bila diteliti, justru di saat-saat krisislah pembangunan kota-kota menjadi lebih hebat lagi. Banyak bangunan baru di saat krisis.
Seorang walikota yang dulunya menjadi seorang pengusaha di bidang furniture dililit utang yang banyak. Saat krisis tahun 1998, hampir setiap sektor perekonomian mengalami krisis. Bahkan, dollar AS yang semula hanya senilai Rp 2.000 menjadi lebih dari Rp 15.000. Tetapi, walikota yang pernah menjadi pengusaha ini tak patah arang, dia malahan menggenjot eksportnya. Tak dinyana, tak diduga, justru hanya dalam waktu empat bulan semua hutangnya bisa dilunasi. Pundi-pundi uangnya bertambah banyak. Dia tambah kaya, usahanya semakin besar. Sekali lagi, fakta membuktikan sekalipun gejolak ekonomi justru mucul milarder-miliarder baru.
Orang China adalah bangsa yang mengerti betul makna krisis. Dulu bangsa China sangat dekat sekali dengan kemiskinan dan penderitaan. Kalau ditelusuri, kata krisis sendiri dalam bahasa Mandarin adalah wei ji. Kalau Anda belajar bahasa Mandarin, anda akan mengetahui bahwa setiap kata itu mempunyai makna khusus. Jadi, WEI itu dari kata WEI XIAN artinya bahaya. Di dalam krisis itu ada bahaya. Dan sebaliknya, JI itu dari kata JI HUI yang artinya kesempatan. Jadi, dalam krisis ada bahaya sekaligus ada kesempatan. Tak heran kalau sekarang ini bangsa China menjadi bangsa yang disegani dan diperhitungkan dalam percaturan bangsa-bangsa di dunia.
Antara 10-15 tahun lalu, kalau pengusaha Indonesia datang ke China yang dilihat adalah orang-orang di sana seperti menjadi pengemis yang minta dana investasi di China. Namun sekarang ini, kalau para pengusaha Indonesia datang kagi ke sana, justru pengusaha Indonesialah yang minta kucuran dana investasi.
Jangan putus asa di saat krisis seperti sekarang ini, justru kita harus bangkit. Kalau krisis lalu kita berputus asa, kita akan tenggelam. Jika Anda tawar hati, akan kecil kekuatan Anda. Bahaya besar akan mencekam hidup Anda, kalau nyali kita sudah tidak ada.
Kisah nyata dan luar biasa lagi dari pendiri Hotel Hilton, dulunya dia punya toko kelontong. Waktu itu sama seperti sekarang ini, Amerika sedang dilanda krisis. Toko yang dia kelola akhirnya bangkrut dan harus ditutup. Pendiri Hilton ini tidak menyerah dan berputus asa. Akhirnya, orang ini bangkit. Dia sudah sejak lama memimpikan bisa membangun sebuah hotel. Tanpa pikir panjang lagi toko kelontong dia ubah menjadi sebuah penginapan. Dengan semangat membara dan pantang menyerah, dia memperjuangkan usahanya. Bukti semangat pantang menyerahnya adalah sekarang dia sudah memiliki puluhan hotel yang tersebar di seluruh dunia. Lagi, ada kesempatan di balik krisis kembali dibuktikan oleh pendiri Hotel Hilton.
Tengoklah Obama, kalau ditelusuri dia berasal dari keluarga yang berantakan. Orang tua beberapa kali bercerai. Suatu kali dia ke Kenya dan merasakan betapa menderita kalau manusia dihinggapi oleh kemiskinan dan kemelaratan. Akhirnya, dia berjanji di depan nisan ayahnya untuk menjadi orang yang berguna dalam hal memerangi kemiskinan. Amerika beruntung sekali mempunyai presiden yang sudah terbentuk oleh alam, di mana dia pernah merasakan penderitaan jadi orang miskin. Di balik krisis kehidupannya dulu yang amburadul, Obama melihat kesempatan untuk berjuang menjadi orang yang berguna bagi banyak orang.
Seekor anak rajawali yang sedang belajar terbang tahu betul apa artinya badai. Ketika dia terbang dan ada badai di hadapannya, dia akan terbang lebih tinggi lagi. Untuk menjadi rajawali yang berani menantang badai, ada tahapan-tahapan pembelajaran dalam hidupnya. Ketika belum bisa terbang dan masih kecil, sang induk akan menggoyang-goyang sarangnya sampai anak rajawali ini jatuh. Anak rajawali mungkin berpikir, “Orangtuaku ini kejam sekali, dia ingin membunuhku.” Ketika anak rajawali hampir jatuh, sang induk langsung menukik menopang anaknya. Tenanglah sang anak karena induknya datang tepat waktu.
Di tengah-tengah kenyamanannya, anak rajawali ini tiba-tiba dijatuhkan lagi oleh induknya. Terpaksa kali ini dia harus mengepak-kepakkan sayapnya. Anak rajawali ini akan sering dijatuhkan dan hati yang deg-degan pasti sering ia alami. Selama rajawali junior belum bisa terbang, dia akan sering dijatuhkan sampai dia betul-betul bisa terbang.
Sama seperti rajawali menghadapi badai dan bisa terbang lebih tinggi. Kita manusia mempunyai kekuatan yang lebih dahsyat lagi untuk menghadapi badai krisis. Bahkan, yakinlah justru badai atau krisis ini akan membawa kita naik ke tingkat yang lebih tinggi. Anda yang masih optimis, selamat Anda akan mengalami kenaikan pendapatan, hidup Anda tidak akan sama lagi di kemudian hari. Sudah pasti itu harus disertai dengan keyakinan dan disertai usaha yang kuat ditambah keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka kita akan naik lebih tinggi lagi.
Jangan khawatir! Badai saat ini akan menjadi sarana bagi kita, para pejuang kehidupan, untuk terbang lebih tinggi dan mengalami kemakmuran hidup, serta menjadi pahlawan-pahlawan pejuang akan penjajahan kemiskinan yang melanda banyak orang.[ks]
* Kak Sugeng adalah seorang motivator dan pengembangan diri anak. Ia berkantor di Jl. Sutan Syahrir 88 Widuran, Solo, Telp: 634996, HP: 08812944185, 0271-7020778, 9111778, atau pos-el di kaksugeng[at]yahoo[dot]com dan website: www.kaksugeng.com.
Leave a Reply