Design Thinking for Innovation

afOleh: Avanti Fontana*

“Semua lebih pandai dari setiap dari kita.”

Apa itu pemikiran desain atau berpikir desain? Mengapa itu perlu dalam berinovasi? Apa pentingnya bertanya kepada orang-orang yang ada di sekitar kita tentang kebutuhan mereka? Apa perlunya mengamati perilaku konsumen atau calon konsumen dari produk-produk (barang atau jasa) yang sudah dan akan kita hasilkan atau perbarui?

Pernahkah kita menggantung sesuatu tidak pada tempatnya atau tempat yang diperuntukan untuk itu hanya karena alatnya tidak ada. Pernahkan kita melihat orang-orang melakukan sesuatu bukan pada tempatnya. Menulis nomor telepon di telapak tangan. Mencatat sesuatu yang penting di atas tisu bekas atau tisu makan? Pernahkah kita melihat rekan, anggota keluarga atau bahkan kita sendiri melakukannya? Menggaruk punggung yang gatal dengan benda-benda yang cukup panjang dan runcing tapi tidak terlalu tajam seperti badan pensil, pulpen, atau penggaris? Sebaliknya, cukup seringkah kita melihat produk-produk di sekitar kita yang indah warna dan bentuk namun kurang berfungsi alias kurang bermanfaat? Mungkin kita pernah mengalami membeli produk menarik dan kita rasa cukup inovatif, namun tidak berapa lama setelah pembelian, belum sampai satu bulan, karena kita salah tekan atau pencet, produk itu menjadi tidak berfungsi. Produk itu hanya menjadi pajangan atau rongsokan kosong.

Design thinking merupakan pendekatan yang perlu dilakukan dalam berinovasi. Di mana letak pentingnya pendekatan ini? Pertama kita ingat bahwa inovasi itu tidak sekedar menciptakan produk baru, barang atau jasa baru. Inovasi lebih dari itu. Keberhasilan secara sosial dan ekonomi karena diperkenalkannya cara baru atau kombinasi baru dari cara lama dalam mengubah input menjadi output sedemikian rupa sehingga menghasilkan perubahan besar pada MANFAAT yang dirasakan oleh konsumen dibanding dengan HARGA atau pengorbanan yang ia perlu keluarkan untuk memperoleh manfaat tersebut.

Pendekatan pemikiran desain menuntut disiplin para produsen inovator sebelum menghasilkan produk yang akan dipersembahkan kepada konsumen atau pengguna. Pusat pemikiran ini adalah pelanggan atau konsumen atau secara umum saya sebut customers atau pelanggan. Inovator harus mampu menciptakan permintaan tidak hanya menyuplai produk. Untuk sampai ke sini, converting needs into demand, kata Peter Drucker. Inovator perlu melakukan proses inovasi secara bertahap, dan pada setiap tahap melibatkan pandangan, perspektif serta konteks lingkungan sosial ekonomi budaya di mana pelanggan berada.

Empat tahapan pendekatan ini yang dapat penulis ringkas di sini adalah (1) mengerti apa kebutuhan pelanggan dan konteks di mana kebutuhan itu muncul; (2) mengamati bagaimana pelanggan biasa berperilaku dan menggunakan produk-produk yang sudah ada; (3) melakukan brainstorming di dalam organisasi inovator untuk menggali ide sebanyak mungkin yang bertujuan memberikan nilai manfaat sebesarnya untuk pelanggan yang sudah dipilih atau diputuskan. Brainstorming penting dilakukan pada setiap tahap dalam proses inovasi, mulai dari penggalian inspirasi, pengumpulan ide hingga seleksi ide, dan implementasi berupa kegiatan pengembangan produk hingga produksi dan komersialisasi, produk sampai di pasar yang di tuju. Setiap kegiatan itu memerlukan komunikasi interaktif antara calon pelanggan, produsen inovator, dan pelanggan pendukung (supporting customers). Dengan ini proses inovasi menjadi betul-betul bertumpu dan berangkat dari apa yang dibutuhkan pelanggan atau calon pelanggan, yang sering jika tidak diamati seterusnya, akhirnya menjadi tidak disadari adanya kebutuhan itu. Kita bisa belajar banyak dari praktik perusahaan yang telah menerapkan design thinking, antara lain IDEO, termasuk pelopor pendekatan ini. [AF]

*Avanti Fontana: fasilitator & coach inovasi, pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, penulis Innovate We Can! (Grasindo 2009). Pembaca tertarik mengikuti Workshop Innovation & Design Thinking, silakan kontak kami di imed@avantifontana.com atau SMS INFO di 0813 – 1862 – 1970.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.4/10 (5 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

2 Responses to “Design Thinking for Innovation”

  1. Scor Wang. Says:

    Inspirasi?.

    Terkadang seakan akan berbicara kepada khalayak
    pada 2000 tahun yang lalu.

    Kamu bercerita ngenai : Radio, Televisi dan Internet .

    Hasilnya : Khalayak tidak satu pun mengerti.

    Inovasi?.

    Buuum setelah 2000 tahun kemudian?(?).
    Radio, Televisi dan Internet adalah hal yang
    lumrah.
    Layaknya jajanan jajanan pada pinggir jalanan.

    Inspirasi?.
    :D .

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Hr. Maryono Says:

    Gagasan baru yang sangat inspiratif Bu. Dan amat update; Buktinya, Harvard Business Review edisi September ini membahas habis-habisnya evolusi pemikiran desain ini. Wah, jadi ingat waktu ketemu Ibu di sebuah sekolah internasional di Cilandak. Pemikiran-pemikiran ibu memang selalu “ces pleng”. Salam inovasi Ibu!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox