Dahsyatnya Visi di Tengah Krisis

Kak SugengOleh: Kak Sugeng*

Ada satu ilustrasi yang unik dan berkesan bagi saya. Suatu ketika, ada pemancing sedang melakukan hobi kesukaannya yaitu memancing. Namun, ada hal yang aneh dia lakukan. Ketika dia mendapatkan tangkapan, dia selalu mengukur dengan tongkat yang dia bawa. Kalau ikan yang dia dapatkan lebih kecil atau sama dengan panjang dari tongkatnya, ikan itu akan dia ambil untuk dibawa pulang. Namun, kalau ikan yang ia dapatkan lebih panjang dari tongkat yang dia bawa, pemancing aneh ini akan menceburkan lagi. Ikan yang lebih besar dari tongkat senantiasa akan dibuang alias tidak diambil. Aneh tapi nyata.

Di tengah-tengah krisis yang baru menerpa kita, rasanya aneh berbicara masalah visi. Namun, impian atau visi besar kita tidak boleh dibatasi dengan kondisi sekarang ini. Kalau kita berpikir terbatas pada situasi dan kondisi sekarang ini, kita tidak akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa dalam hidup kita. Jangan mau dibatasi dengan keadaan saat ini. Jangan mengukur keterbatasan dalam kondisi yang serba sulit. Kalau Anda membatasi diri Anda dengan kondisi sekarang ini, Anda tidak akan mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari yang Anda dapatkan sebelumnya. Anda akan mendapatkan sama besarnya seperti masa-masa sebelumnya.

Dalam kondisi tidak baik tetapi kita punya visi besar, kita justru akan mendapatkan lebih banyak. Melalui tulisan ini, saya ingin menyebarkan semangat optimis bagi masyarakat untuk membangun daerah kita supaya lebih baik lagi. Kerinduan saya bagi pembaca sekalian adalah untuk mendapatkan lebih besar lagi dari tahun-tahun sebelumnya.

Hari-hari ini kita banyak mendengar kata “krisis”. Ada sebagian orang yang tahu, ada yang tidak mau tahu. Bahkan, ada yang sok tahu, ditambah lagi bukannya menguatkan, tetapi malahan menakut-nakuti. Sebagian orang merasa khawatir, sebagian orang masa bodoh atau tidak perduli. Namun, ada juga tetap tegar karena sudah makan asam garam kehidupan.

Ada sebagaian yang masih pesimis dengan bersungut-sungut atas semua yang terjadi. Sebaliknya, lebih banyak orang yang tetap optimis sekalipun krisis. Ada badai ekonomi justru melihat kesempatan. Meskipun ada banyak badai kesempitan pasti masih ada hujan kesempatan, masih ada peluang untuk meraih secercah harapan untuk meraih hari esok yang lebih baik.

Sejarah bangsa ini membuktikan betapa kuat visi pendahulu kita untuk merdeka. Masa di mana bangsa kita belum meraih kemerdekaan pastilah lebih buruk dibandingkan dengan masa sekarang ini. Masa sukar, yaitu masa penjajahan, lebih menyengsarakan rakyat Indonesia, dan sangat jauh berbeda dengan masa sekarang.

Sekalipun dulu adalah masa krisis penjajahan, namun beberapa orang memiliki visi yang kuat agar bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka. Orang-orang yang visioner ini bahkan sampai harus dipenjara, harus diasingkan. Namun, sekalipun tubuh mereka dipenjara, dibelenggu rantai, impian mereka, visi besar mereka tidak bisa dibelenggu. Impian para pejuang bangsa kita tetap bebas merdeka. Penderitaan di penjara tidak menghentikan usaha dan perjuangan para pejuang visi untuk mengantarkan bangsa ini kepada satu tujuan, satu visi yaitu MERDEKA.

Andaikan para pahlawan bangsa pada waktu itu tidak punya visi untuk merdeka, maka tidak akan ada kemerdekaan bangsa Indonesia. Tidak akan ada bangsa Indonesia. Tanpa visi, tak akan ada masa depan. Terima kasih para pendahulu yang sudah memperjuangkan visi mulia, visi yang membawa bangsa ini ke depan pintu gerbang kemerdekaan.

Masa sekarang bakal menjadi ujian bagi para pemimpin negeri ini untuk mencatatkan diri mereka pada sejarah bangsa Indonesia. Apakah mereka menjadi pahwalan atau pencundang? Apakah nantinya mereka menjadi simbol kejayaan bangsa, atau sebaliknya menjadi kambing hitam atas kejatuhan bangsa ini? Sekali lagi, visi dari para pemimpin yang akan menentukan keberhasilan negeri ini. Visi para pemimpin daerah yang menentukan keberhasilan dari daerah yang dipimpin.

Tanpa visi, maka rakyat menjadi liar. Proses demokrasi negeri ini sudah mengeleminasi pemimpin yang kurang bervisi, dan memenangkan pemimpin yang punya visi kuat, punya impian yang mulia. Andai kata tidak ada visi, kekisruhanlah yang akan terjadi. Setiap kelompok akan bergerak sendiri-sendiri menurut kepentingannya. Setiap kelompok akan memperjuangkan keuntungan kelompoknya sendiri. Hanya keegoisan kelompok yang akan tejadi.

Tidak ada untungnya kalau kita memperjuangkan kepentingan keegoisan kelompok kita. Kalau seperti itu, kekuatan bangsa akan kurang. Sudah saatnya kita mendukung 100 persen visi para pemimpin bangsa untuk mengantarkan bangsa ini menuju bangsa yang disegani. Bangsa yang bermartabat dan bangsa yang diperhitungkan dalam kancah persaingan bangsa-bangsa di dunia. Sudah selayaknya kita dukung visi para pemimpin daerah kita untuk membawa daerah kita masing-masing menjadi kota yang terpandang, menjadi daerah yang disegani. Menjadi kota warisan yang berharga bagi anak cucu kita nanti.

Pemimpin yang punya visi besar seharusnya bisa mengerti atau bisa melihat masa depan negeri yang dia pimpin. Pemimpin bangsa yang bervisi mulia semestinya sudah tahu masa depan bangsa ini. Karena visi itu tidak kelihatan, namun tidak menjadi hambatan supaya visi itu menjadi kenyataan. Para pembuat sejarah dunia sudah membuktikan, mereka punya visi, dan akhirnya menjadi kenyataan.

Coba cek benda-benda di sekitar Anda, Anda akan menemukan semua yang kelihatan itu berawal atau tercipta dari yang tidak kelihatan. Lihatlah lampu listrik yang ada di rumah Anda! Penemunya adalah Thomas Alva Edison. Penemu ini pada awalnya hanya membayangkan. Khayalan penemu lampu yang tidak kelihatan itu kini menjadi nyata, dan kita masih bisa menikmati jerih payah penemuannya.

Seperti sebuah rumah yang didirikan dengan fondasi kuat, sekalipun ada topan dan badai yang datang, rumah itu tetap akan kokoh. Demikian juga semakin kuat visi dari seorang pemimpin, maka sekalipun ada krisis daerah atau bangsa, kita akan tetap kokoh mengahadapi badai krisis ekonomi saat ini. Mari kita tularkan semangat optimisme di mana pun kita berada. Sekali lagi, kekuatan visi itu sungguh dahsyat[ks]

* Kak Sugeng adalah seorang motivator dan pengembangan diri anak. Office: Jl. Sutan Syahrir 88 Widuran, Solo, Telp: 634996, HP: 08812944185, 0271-7020778, 9111778, Email : kaksugeng@yahoo.com, Website: www.kaksugeng.com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.3/10 (3 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

One Response to “Dahsyatnya Visi di Tengah Krisis”

  1. adi Says:

    Sebuah visi memiliki banyak kekuatan yang bisa kita manfaatkan untuk meraih kesukesan: menumbuhkan keberanian dan menguatkan keyakinan kita untuk melakukan perubahan.

    Terumakasih banyak kak Sugeng

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox