Menjadi Pemenang Sejati di Tengah Krisis Ala Renald Khasali
Editor | Buku Pilihan | June 8th, 2009 | No Comments »
Oleh: Sri Julianti*
Kondisi krisis finansial yang mula-mula terjadi di Amerika Serikat, yang kemudian merambat ke Eropa dan negara-negara lain, menimbulkan tanda tanya dan rasa was-was pada kita. Meskipun krisis belum terjadi, tetapi tak ayal lagi banyak perusahaan melakukan langkah-langkah pengamanan dengan berbagai macam cara untuk mengurangi risiko yang di tanggungnya. Langkah-langkah pengamanan dapat berupa penundaan investasi, pengurangan ongkos produksi, biaya training, biaya travelling, dll. Alhasil, perusahaan airline misalnya, mengalami penurunan jumlah penumpang, perusahaan jasa training atau konsultan mengalami penurunan permintaan, dan banyak perusahaan melakukan PHK.
Padahal, kalau diamati dan berdasarkan fakta yang ada, krisis yang terjadi di satu negara belum tentu akan terjadi di negara lainnya. Tetapi, embusan awan krisis yang begitu pekat, akhirnya memengaruhi sikap mental kita, walaupun krisis belum betul-betul terjadi. Dalam setiap krisis, setidaknya ada dua tipe manusia, yang satu resah dan selalu bertanya, ”Aduh! Bagaimana nanti?”, dan yang satunya lagi tak peduli dan berujar, ”Bagaimana nanti saja!”
Dalam konteks inilah, menarik sekali untuk membandingkan Mazhab Awan Gelap berdasarkan pemikiran Thomas Friedman, yang menyatakan bahwa bumi itu datar (the world is flat) dan Mazhab Terang–Gelap berdasarkan pemikiran Christopher Columbus, yang menyatakan bahwa bumi itu bulat. Walaupun tidak semua orang sepaham dengan Mazhab Awan gelap–termasuk sang penulis buku Renald Khasali—tetapi kedua mazhab itu digunakan untuk mengkaji fakta-fakta di lapangan.
Berdasarkan pengalaman krisis tahun 1998, dengan munculnya bisnis baru ataupun pengusaha baru akibat badai krisis, Renald berusaha membangkitkan motivasi pembaca dengan menyebutkan bahwa krisis adalah kabar gembira (bad news is good news). Krisis adalah gabungan antara bencana dan kesempatan. Yang terpenting dalam menghadapi krisis adalah semangat untuk MENANG, semangat dan keyakinan untuk menang. Menurut Renald, dalam masa krisis inilah diuji siapa yang Pemenang Semu dan siapa yang Pemenang Sejati.
Dikatakan juga bahwa dunia ini serba kompleks dan paradoks. Misalnya, bahaya yang tafsiran paradoksnya menguntungkan dan masuk. Juga pada Bab Relaksasi, constraint disebutkan ada macam, yaitu structural (skala dan skup usaha), resource (uang/modal, SDM, waktu), dan strategic (menyangkut produk dan pasar). Meskipun krisis mengharuskan kita melakukan down shifting, downcosting, tetapi janganlah menyebabkan kekakuan yang ujungnya menyebabkan bencana untuk perusahaan.
Memang setiap orang berbeda-beda dalam mengartikan krisis. Hal ini tergantung kepada penginderaan fisik (sensing), pengalaman hidup (social-psychology), keilmuan (validity & reality), dan kebajikan (filosofi). Renald Khasali juga menekan pentingnya core belief sebagai pemenang sejati yang memiliki pengaruh yang sangat penting agar kita tidak terombang-ambing atau tidak punya pegangan. Belief dikatakan sebagai jangkar hidup seseorang, dan inilah yang membedakan Anda dari orang lain.
Menurut saya, sistematika buku ini tidak cukup mudah diikuti. Karena, bab-babnya terdiri dari enam bab dengan masing-masing terdiri dari dua sampai tujuh subbab (subbahasan). Kurang jelas perpindahaan dari bab utama ke subbab, juga gambar-gambar yang disajikan. Tetapi, buku ini boleh dikata sudah mencakup pembahasan cara menghadapi krisis. Dan, boleh dikatakan ini lebih sebagai buku motivasi ketimbang buku pemasaran. Walaupun judulnya Marketing Therapy, tetapi buku ini juga dapat digunakan oleh orang yang bukan bergerak di bidang marketing.
Jadi, menurut saya, buku ini boleh diibaratkan sebagai buku motivasi buat semua orang yang sedang menghadapi krisis, apa pun bentuknya.
Yang menarik dan beda dengan buku-buku marketing lainnya, buku ini sangat kaya dengan gagasan tentang bagaimana menjadi pemenang sejati. Memang, apa yang dipaparkan renald Khasali dalam buku ini bukanlah gagasan-gagasan yang sama sekali baru. Tetapi, gagasan menjadi pemenang sejati di masa krisis ini akan membangkitkan semangat kita untuk tidak cemas, dan tetap berani mencari semua peluang dan kesempatan yang ada.
Simak saja pada bab 4, hal 149, yang membahas tentang Core Belief. Di sana diberikan kuosioner dan scoring-nya, dan dilanjutkan dengan terapi kekuatan yang memberikan contoh dari film Kungfu Panda. Malahan, itu masih dilanjutkan lagi dengan judul khusus Kungfu Panda lengkap dengan gambarnya, untuk membahas tentang belief, confidence, dan trust. Core belief ini sangat penting untuk bekal menjadi pemenang sejati.
Memang, buku ini tak luput dari aneka kelemahan. Semisal, tata letak story box yang lebih dari dua halaman menyulitkan pembaca untuk menyamakan antara bab bahasan dan story box-nya. Juga kata-kata yang menganalogikan krisis dengan awan gelap, kadang terasa didramatisir, sehingga membingungkan pembaca. Gagasan-gagasan yang tidak dieksplorasi secara lebih mendalam, solusi tidak fokus dan detail, itu juga termasuk kelemahan buku ini. Marketing therapy yang di dalam judul, hanya menekankan semangat kemenangan, tidak dieksplorasi lebih mendalam, khususnya soal bagaimana solusi di bidang marketingnya itu sendiri.
Namun, pada situasi seperti sekarang, buku sejenis ini layak untuk dibaca dan dijadikan “penyegar” pikiran, khususnya bagi para pengusaha dan terutama para sales dan marketing team. Buku ini juga bisa dibaca oleh orang awan yang terkena imbas krisis, agar dapat berpikir dengan kepala dingin. Jadi, masih banyak hal positif yang bisa diambil ketimbang memikirkan kekurangannya.[sj]
* Sri Julianti adalah seorang pakar, konsultan, dan praktisi packaging yang sudah malang melintang di dunia packaging selama 25 tahun lebih. Saat ini, ia sedang menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku tentang strategi dan seni kemasan. Ia dapat dihubungi melalui pos-el:
DATA BUKU
Marketing in Crisis – Marketing Therapy
Judul Buku: Marketing in Crisis – Marketing Therapy – Menyerang Pasar dan Mengambil Manfaat dari Krisis Ekonomi
Penulis: Rhenald Kasali
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Maret 2009
ISBN : 978-979-22-4435-9
Tebal : xi + 206 hal
Ukuran : 16 x 24 cm
Oleh : Aleysius H. Gondosari
Judul Buku : The Power of a Positive Attitude – Kunci Kesuksesan Sejati Anda
DATA BUKU
DATA BUKU
Oleh: Abdul Muid Badrun*
DATA BUKU
DATA BUKU
Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila!
DATA BUKU:
Judul: 63 Ayat Dasar Seandainya Saya Jadi Presiden
