The Secret of 5 Elements

sj1Oleh: Sri Julianti*

Sinar matahari, udara, air, dan olahraga adalah sumber kehidupan dan kesehatan. Makanan harus menjadi obatmu dan obatmu adalah makananmu - Hippocrates

Saya mengenal Pak Aley kira-kira 1 tahun yang lalu, ketika dia mempersiapkan buku ini. Kami sempat berbincang-bincang, karena ada salah seorang teman saya yang sakit kanker paru-paru. Pak Aley juga sempat mendiagnosa saya, dan syukurlah hasilnya lumayan sehat.

The Secret of 5 Elements ini menjelaskan secara rinci, cara menjadi sehat dan bahagia, dengan salamnya yang khas Salam Sehat Bahagia. Yang menarik dari buku ini, cara menjadi sehat dan bahagia tidak perlu macam-macam yang mahal dan susah, dan dapat dilakukan dengan mudah dengan mengombinasikan makanan sehat, energi sehat (udara, air, sinar matahari), pola hidup sehat (tidur, olah raga jalan kaki, pijat refleksi, lagu-lagu, doa, meditasi, pekerjaan, emosi dll.). Penyakit sebaiknya dicegah, tapi kalau sudah terjadi, ya harus diobati. Buku ini kaya akan pengalaman beliau dalam menjalani gaya hidup sehat, maupun teman-teman yang sudah mendapatkan manfaat hidup sehat bahagia dengan mengikuti pola makan dan hidup yang disarankan beliau. Juga pengetahuan beliau yang mendasari 5 elemen sehat ini, mulai dari negara China, Jepang, India, dll. Betul-betul menunjukkan studi dan pengalaman yang mendalam dari penulisnya.

Dengan latar belakang pendidikan Pak Aley yang sarjana elektro ITB, tentunya beliau ingin menunjukkan fakta-fakta dan pengukuran kepada unsur-unsur yang penting , ada indeks Sehat, Manfaat, Segar, dll. Tetapi sebagai orang awam, Anda jangan memaksa diri untuk mengerti detail angka-angka tersebut, karena Anda akan bingung. Meskipun buat orang yang biasa dengan angka, hal ini akan mempermudah mereka untuk mengerti perbandingan satu makanan dengan lainnya. Juga sedikit terasa ada pengulangan pada bab-bab terakhir, akibat pembahasan dari sudut pandang yang berbeda. Tetapi hal ini tidaklah mengurangi makna dari keseluruhan bahasan.

Buku ini sangat berbeda dengan buku-buku tentang sehat pada umumnya, karena buku ini memuat lengkap, bukan hanya makanan sehat saja, atau meditasi saja, tetapi secara keseluruhan dari the secret of 5 elements. Bahasanya juga sederhana dan mengalir, sehingga mudah dibaca dan dimengerti oleh orang awam.

Secara keseluruhan buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca dan mudah dilakukan. Buku ini terbit pada saat yang tepat, dimana biaya kesehatan amat mahal dan tidak terjangkau oleh masyarakat kecil. Orang kurang menyadari bahwa sehat itu hanya perlu perjuangan dengan kemauan memanfaatkan energi, makanan, dan pola hidup sehat. Buku ini betul-betul memenuhi harapan orang yang ingin sehat dengan cara yang murah dan praktis.

Anda mau hidup sehat bahagia? Baca dan ikuti metode di buku ini… dan dapatkan juga bonusnya yang Rp. 450,000 lho.[sj]

* Sri Julianti adalah konsultan packaging yang sudah malang melintang di dunia packaging selama 25 tahun lebih. Saat ini, ia sedang menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku tentang strategi dan seni kemasan. Ia dapat dihubungi melalui julipackaging[at]yahoo[dot]com atau ke websitenya: srijulianti.com.


imagesINFO BUKU:

Judul Buku: The Secret of 5 Elements

Penulis: Aleysius H. Gondosari

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: Pertama, 2010

ISBN : 978-979-22-5389-4

Tebal Buku: xxiv + 334 halaman

Ukuran : 13.5 x 20 cm

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 1.7/10 (3 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 3 votes)

Segera Laksanakan dan Nikmati Benefit GCG

sj1Oleh: Sri Julianti*

“There is nothing permanent except change.”

~ Heraclitus

Ketika saya disodori buku ini untuk mengulasnya, saya amat tertarik, terutama karena GCG ini banyak didengung-dengungkan, dan tempat saya bekerja juga sudah melaksanakanya cukup lama. Meskipun begitu, saya masih juga mendengar nada-nada sinis dalam pelaksanaan GCG. Yang membuat saya tertarik sekali dalam membaca buku ini, saya menjadi lebih tahu tentang cara para pemimpin perusahaan dalam meletakkan fondasi sebelum GCG di laksanakan. Saya juga jadi lebih tahu tentang undang-undang yang berkaitan dengan GCG, cara implementasi, dan cara monitoringnya. Juga soal bagaimana para direktur—yang sering disebut “the untouchable”—terikat dengan aturan dalam board manual.

Buku ini menjelaskan secara detail apa itu GCG, strategi tata pelaksanna GCG terutama smart strategy for 360 degree CGC, dan road map-nya ala Wilson dan Fajri (W-F GCG strategi road map), problem apa yang dihadapi, komunikasi, implementasi, dan monitoring dari GCG. Di dalam buku ini juga dijelaskan tahapan praimplementasi apa saja yang harus disiapkan.

Komitmen dari semua top management, segenap tingkatan, serta jenjang organisasi merupakan prasyarat utama dan pertama yang harus dipenuhi dalam praimplemtasi GCG. Juga tak kalah pentingnya soft structure dan infrastructure. Sedangkan pada tahapan implementasi diperlukan assesemnt, baik self assesment maupun menggunakan independent body dan monitoringnya.

Buku ini sangat cocok sekali untuk para pimpinan perusahaan dalam meletakkan dasar-dasar GCG, baik itu BUMN, bank, maupun perusahaan lainnya. Juga diingatkan berkali-kali oleh penulis agar GCG jangan hanya menjadi lip service saja, melainkan harus menjadi way of life dari setiap orang dalam jajaran organisasi.

Buku ini terbit pada saat yang tepat, di mana bangsa Indonesia tengah dilanda berbagai kasus korupsi di segala tingkatan, baik perusahaan swasta, BUMN, maupun perusahaan perorangan. Apalagi dengan mencuatnya kasus Bank Century dan investasi bodong lainnya. Buku ini membantu para pemimpin perusahaan untuk meletakkan kembali dasar-dasar GCG demi kepentingan karyawan, perusahaan, dan akhirnya menunjang kepentingan ekonomi nasional.

Dari awal membaca buku ini, bahasan setiap teori sangat mendetail dan jelas, lengkap dengan contoh-contoh maupun perundang-undangan yang mendukungnya. Contoh-contoh yang diambil terutama dari perusahaan BUMN dan bank. Buku ini sangat mudah dibaca oleh para profesional dan pemimpin perusahaan.

Ketika membaca buku ini saya mendapatkan nilai tambah dengan melengkapi pengetahuan saya dalam bidang finance, legal, dan terutama yang berkaitan dengan bank dan BUMN. Inilah kelebihan Wilson dan Fajri dibandingkan penulis buku sejenis lainnya. Dengan pengalaman beliau berdua sebagai konsultan, buku ini memberi pesan, bahwa dengan komitmen dan perencanaan yang matang, GCG sangat gampang dijalankan dan perusahaan akan menikmati business growth yang lebih baik.

Wilson dan Fajri juga mengingatkan kita untuk tidak mempunyai mind set yang menganggap GCG hanya lip service atau cuman menambah panjang prosedur dan SOP perusahaan, alias sia-sia saja. Karena itu, pemimpin perusahaan harus menjadi contoh dalam melaksanakna GCG, dan semua orang dalam jenjang organisasi dapat merasakan keuntungan dari pelaksanaan GCG.

Hadirnya buku ini, diharapkan oleh penulis, akan semakin meyakinan kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk melaksanaan GCG selama pemimpin dan seluruh jajaaran organisasi berkomitmen. Tetapi sayang, buku ini kurang memberikan contoh mendasar pada code of conduct, misalnya dalam peraturan memberi dan menerima hadiah. Bila seorang karyawan bertanya, ”Pak, Bu, bolehkah saya menerima hadiah Lebaran berupa sebuah sarung?” Pertanyaan-pertanyaan yang praktis dan menggelitik ini tidak dibahas di buku ini. Jadi, buku ini tidak begitu mudah dimengerti oleh awam dan para pelajar. Juga sangat disayangkan, pekerjaan editor kurang teliti dalam spelling, meskipun secara keseluruhan tidak mengurangi makna dari bahasan.

Dengan pelaksaanan GCG, tidaklah mustahil suatu saat ekonomi Indonesia dapat menyaingi negara tetangga kita, bahkan juga India dan China. Bagaimana dengan perusahaan Anda? Sudahkah perusahaan Anda melaksanakan GCG? Segera laksanakan GCG dan nikmati benefit-nya.[sj]

* Sri Julianti adalah konsultan packaging yang sudah malang melintang di dunia packaging selama 25 tahun lebih. Saat ini, ia sedang menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku tentang strategi dan seni kemasan. Ia dapat dihubungi melalui pos-el: ulipackaging[at]yahoo[dot]com.

DATA BUKU

Judul buku: Smart Strategy for 360 Degree GCG

Penulis: Wilson Arafat dan Mohamad Fajri M.P.

Penerbit: Skyrocketing Publisher, Jakarta, 2009

ISBN : 978-979-18098-1-8

Tebal : xi + 263 hal

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Rahasia Sukses Jack Welch

midOleh: M. Iqbal Dawami*

Jack Welch adalah salah satu tokoh yang dikenal dalam dunia bisnis karena kepemimpinannya saat ia menjabat sebagai Pemimpin dan Ketua Eksekutif dari General Electric (GE), Amerika, pada periode 1981-2001. Reputasinya diraih berkat kecerdasan bisnis yang tinggi dan strategi kepemimpinannya di GE. Ia tetap menjadi tokoh yang disegani di kalangan bisnis mengingat strategi manajemennya yang inovatif dan gaya kepemimpinannya.

GE adalah perusahaan teknologi dan jasa dengan bidang usaha yang sangat luas, dari peralatan rumah tangga, lampu listrik, finansial, mesin jet pesawat, sampai pembangunan pembangkit nuklir. Nilai total perusahaan ini sekarang mencapai 500 miliar dollar AS. Jack sudah bekerja jadi teknisi di General Electric sejak 1960. Ia mulai benar-benar dari bawah. Dengan usahanya yang luar biasa, Jack berhasil naik terus ke puncak. Umur 37 tahun, ia sudah menjadi Vice President di GE. Dan pada 1981, Jack menjadi penguasa di GE, sebagai CEO termuda dalam sejarah perusahaan ini.

Jack Welch sering dipanggil “Neutron Jack” karena gaya kepemimpinannya yang penuh ledakan, persis seperti bom neutron. Banyak tindakan besar yang drastis yang ia lakukan selama kepemimpinannya. Misalnya, ia memotong gaji 10 persen eksekutif yang kerjanya terburuk tiap tahun. “Habisi semua yang tidak memberikan sumbangan pada perusahaan,” ujar Jack.

Dan, Jack juga menjadikan perusahaan yang awalnya sangat tidak efisien, menjadi salah satu perusahaan paling menguntungkan di dunia. Jack adalah legenda dalam manajemen perusahaan. Jack sendiri berhenti dari GE tahun 2001. Sekarang, GE adalah salah satu perusahaan terbesar Amerika, bernilai hampir setengah triliun dollar AS.

Melalui buku ini kita akan mengetahui prinsip-prinsip yang dijalankan Jack Welch dalam mencapai semua hal di atas. Melalui buku ini pula, kita akan mengetahui gaya manajemen dan kepemimpinannya yang telah terbukti itu. Penulis buku ini, Stuart Crainer, adalah seorang pendiri Suntop Media, sebuah firma konsultasi, konsep, dan konten media di Amerika, yang telah menghasilkan beberapa buku juga mengenai bisnis dan manajemen.

Sedikit menukik ke belakang, GE didirikan oleh Thomas Alva Edison, sang penemu bola lampu, dan sudah berusia lebih dari satu abad. Sejak didirikan, perusahaan ini berkembang pesat dan menjadi perusahaan raksasa. Tapi, akhir tahun 70-an, GE telah menjadi perusahaan raksasa yang gemuk dan sama sekali tidak efisien. Bisnisnya tidak fokus, birokrasinya besar dan bertingkat-tingkat, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah juga lambat. GE adalah perusahaan besar yang akan segera ketinggalan zaman dan dilindas pesaingnya.

Namun, pada 1981, ada seorang pemimpin baru di GE. Namanya Jack Welch, dan ia akan segera menciptakan sejarah. Nah, dalam kepemimpinannya, nilai GE telah naik berkali-kali lipat. Saat Jack masuk, GE bernilai 14 miliar dollar AS dan saat Jack keluar GE bernilai 130 miliar dollar AS. Tidak ada satu pun pemimpin bisnis di dunia, bahkan Bill Gates sekalipun, yang mampu menciptakan perkembangan nilai perusahaan yang sedahsyat ini.

Jack Welch diangkat menjadi vice president GE pada 1972, lalu senior vice president pada 1977, dan vice chairman pada 1979. Welch akhirnya menjadi chairman dan CEO termuda GE pada 1981. Saat pensiun pada 2004, gaji tahunannya 4 juta dollar AS. Kekayaan bersihnya kini ditaksir 270 juta dollar AS.

Nah, berdasar capaian di atas, penulis buku ini mengidentifikasi ada sepuluh bumbu utama dari gaya manajerial Jack: berinvestasi pada manusia, dominasi pasar Anda…. Atau enyah, tak pernah tinggal diam, pikirkan layanan, lupakan masa lalu, ciptakan masa depan, belajar dan memimpin, tanpa basa-basi, hilangkan birokrasi, tidak ke mana-mana, dan mengurus toko kelontong.

Dari kesepuluh gaya manajemen Jack, ada dua hal yang menjadi perhatian saya ketimbang yang lainnya yaitu, hilangkan birokrasi dan mengurus toko kelontong. Dua hal ini boleh dikata jarang saya temukan di dalam manajemen bisnis mana pun. Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan ‘hilangkan birokrasi’ dan ‘mengurus toko kelontong’?

Direpotkan dengan birokrasi dan hierarki yang membuang waktu, Jack Welch hampir meninggalkan GE setelah setahun bekerja di sana. Ia berhasil dibujuk, tetapi kejengkelannya tetap bersemayam. Setelah mencapai puncak, Welch membuang aturan-aturan birokratis.

“Bayangkan satu gedung. Perusahaan menambah jumlah lantai ketika bertambah besar. Ukuran menambah jumlah lantai. Kompleksitas menambah jumlah dinding. Kita semua membangun departemen—departemen transportasi, departemen riset. Itulah kompleksitas. Itulah tembok. Pekerjaan kita dalam bisnis adalah meratakan bangunan dan menghancurkan tembok. Jika melakukan itu, kita akan mendapatkan lebih banyak orang yang datang dengan lebih banyak ide untuk berbagai tindakan yang dibutuhkan oleh fungsi bisnis” (hlm. 168-169). Itulah salah satu terobosan Jack dalam upaya menghilangkan birokrasi. Dan, terbukti menguntungkan.

Jack Welch mengelola GE layaknya sebuah toko kelontong. Hal yang harus diperhatikan sama. Kualitas dan pelayanan. Arus uang. Tahu betul tentang apa yang akan laku dijual, bisnis apa yang berhasil saat ini. Fakta bahwa kita menjual reaktor nuklir, bukan menjual permen, tidaklah penting.

Jack dikenal sangat keras, tetapi adil. Keuntungan akan dikejar, tapi karyawan yang baik selalu diperhatikan. Untuk mereka, berbagai sistem promosi, bonus, dan saham di perusahaan diberikan secara kompetitif. Jack juga hafal nama dan pekerjaan dari hampir 1.000 orang yang bekerja di GE. Gabungan dari sistem reward dan punishment yang ekstrem ini membuat GE menjadi salah satu perusahaan terbesar Amerika.

Bagi Jack, semua pihak harus belajar jadi yang terbaik atau, jika tidak, akan dieliminasi. Eksekutif akan dipecat, anak perusahaan yang tidak mampu memberi keuntungan atau bukan dua besar dalam industrinya akan ditutup atau dijual. Semua harus belajar dengan cepat karena perusahaan seperti itulah yang akan unggul. Jadi, semua pihak di GE akan belajar mati-matian, atau ditendang keluar. Kalau bukan oleh pesaingnya, oleh Jack sendiri. Perusahaan pun bergerak semakin cepat, begitu pula keuntungannya.

Belajar dari Jack, bahwa manajemen adalah sebuah seni. Dan hal itu (terkadang) tidak bisa dipelajari di buku, melainkan dari sebuah pengalaman.[mid]

* M. Iqbal Dawami, Staf pengajar STIS Magelang dan blogger buku di http://resensor.blogspot.com.

bk-jack-welch

DATA BUKU

Judul: The Jack Welch Secrets: 10 Rahasia Sukses CEO Paling Fenomenal di Zaman Kita

Penulis: Stuart Crainer

Penerjemah: Arfan Achyar

Penerbit: Daras Books, Jakarta

Cetakan: I, September 2009

Tebal: 208 hlm.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 6.6/10 (5 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

Bagaimana Awam Pun Bisa Jadi Ahli Ekonomi?

sjOleh: Sri Julianti*

Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa kesenjangan antara negara kaya dan negera miskin begitu lebar? Atau, mengapa harga kopi di kafe sangat mahal? Mengapa Anda tidak mungkin mendapat mobil bekas yang benar-benar bagus?

Sebagai Detektif Ekonomi, Tim Harford si penulis buku ini menyelidiki mengapa semua hal itu terjadi dan siapa yang diuntungkan dalam setiap kasus. Orang ekonomi dapat memberi tahu pembaca siapa mendapatkan apa, bagaimana, dan mengapa. Penulis buku ini berharap, setelah membaca buku ini, pembaca akan mampu melihat hal yang sama seperti seorang ekonom.

Buku ini terdiri dari 10 bab dan masing-masing bab menceritakan kasus yang berbeda. Tetapi, kesemua bab masih saling berhubungan sesuai dengan ilmu ekonomi yang mendasarinya. Inilah keunggulan penulisnya dalam menceritakan kasus-kasus dan menghubungkan setiap kasus dengan dasar teori dan dasar teori yang sama digunakan juga pada kasus lainnya.

Misalnya tentang kasus kopi di kafe yang harganya bervariasi, lokasi yang menguasai kelangkaan, dan petani kopi yang tak kunjung makmur. Rasa kopi dan topping yang berbeda menyebabkan perbedaan harga yang mencolok untuk pembeli yang tidak peduli soal harga. Dan, masih banyak contoh lainnya.

Penulis menyinggung soal dampak perdagangan bebas pada lingkungan, apa yang membuat Kamerun dan negara miskin lainnya tetap miskin, juga bagaimana bangsa China mengalami bencana kelaparan di zaman Mao, serta bagaimana Deng mereformasi pertaniaan dan perdaganan di China hanya dalam 5 tahun. Alhasil, China yang awalnya lebih miskin dari Kamerun, kemudian berubah menjadi negara yang makmur. Semua kasus ini dibahas dengan bahasa yang enak, lancar, dan menyenangkan.

Penulis pun berkali-kali menekankan “dunia kejujuran”. Dalam setiap kasus, di mana ada dunia kejujuran, di situ selalu diikuti dengan keberhasilan. Termasuk yang terjadi di China. Tanpa dunia kejujuran (korupsi, penguasa membohongi rakyat dan penyumbang dana, tidak peduli tentang rakyatnya) yang terjadi hanyalah bencana. Dan, itu yang terjadi di Kamerun, China, maupun negara miskin lainnya.

Sesuai dengan judulnya “Siapa yang Menjadi Kaya Berkat Kopi Anda?”, bab pertama buku ini membahas tuntas tentang kopi dan cara bisnis yang menguntungkan. Dengan contoh-contoh yang jelas dan lugas, penulis menceritakan tentang faktor kelangkaan dan bagaimana kedai tersebut menentukan harga kopinya. Kasus kopi ini dibandingkan dengan sewa pertanian dan bank. Dikatakan oleh penulis, bahwa perusahaan dengan persaingan yang ketat akan memperoleh laba lebih sedikit daripada sebuah perusahaan yang bersaing dengan lawan yang tidak kompeten.

Juga di ceritakan tentang perusahaan yang untungnya tinggi bukan pertanda bahwa konsumen diperas habis-habisan. Tidak ada orang yang merampok atau dirampok. Diceritakan juga mengenai minyak bumi dan trade union di kalangan pekerja pabrik, identik dengan asosiasi profesi di kalangan profesional seperti dokter, pengacara, dll. Tujuan trade union maupun asosiasi sama juga adalah mencegah para pekerja (para profesional) saling bersaing untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga menurunkan tingkat upah dan kesejahteraan.

Pada bab lain penulis menceritakan Starbuck Cafe yang menjual macam-macam kopi dengan harga yang sangat berbeda, dan hanya dengan topping atau rasa yang sedikit berbeda. Dengan demikian, Starbuck dapat memanfaatkan pelanggan yang tidak begitu peduli soal harga. ”Starbuck tidak mempunyai cara yang sempurna untuk mengidentifikasi pelanggan-pelanggan yang royal. Maka, cuma berharap ada pelangan yang bersedia gantung diri dengan menyediakan tali-tali tambang mewah yang boleh mereka pilih.”

Dalam membahas soal lingkungan, penulis dengan berani menyinggung pecinta lingkungan yang tidak mampu menguraikan dampak sebuah keputusan sehari-hari terhadap lingkungan. Mana yang lebih buruk, popok bayi sekali pakai (yang membuat tempat penimbunan sampah penuh) atau popok bayi yang dapat dicuci (dengan proses pencucian menggunakan listrik dan melepaskan deterjen yang juga bahan pencemar)? Sulit menentukan pilihan yang tepat.

Hal asuransi kesehatan pun dibahas dalam buku ini. Asuransi kesehatan penting dan produk berharga, karena penyakit sangat tidak dapat di ramalkan dan kadang-kadang menghabiskan biaya. Perusahaan asuransi kesehatan menghadapi sebuah situasi yang mendasar: Tidak tahu berapa besar biaya yang harus disediakan untuk membayar klaim setiap pelanggan. Dan, andai mereka tidak dapat menghitung dengan ketepatan lebih tinggi daripada yang dilakukan nasabah, mereka akan gulung tikar akibat klain-klaim yang diajukan. Sebuah polis asuransi bergantung pada saling ketidaktahuan. Jika kita dapat meramalkan masa depan, asuransi menjadi tidak bermakna. Karena itu, setiap kemajuan dalam ilmu kedokteran mendorong mundur batas-batas ketidaktahuan, entah bagi perusahaan asuransi, pihak yang diasuransikan atau keduanya, akan melemahkan dasar-dasar bisnis asuransi.

Buku ini termasuk buku yang amat sangat lengkap baik dari sisi teori maupun kasus yang dibahas. Bahasanya enak dan lancar disertai pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik sehingga pembaca tidak dapat melepasakan bab-bab selanjutnya. Buku ini sangat unggul dalam pembahasan kasus yang di ceritakan dengan bahasa yang sederhana. Semua teori dan referensi pakar ekonom dikaitkan dalam setiap bahasan sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti tentang kasus tersebut.

Secara keseluruhan buku ini sangat bagus untuk dibaca, baik oleh orang awam, ibu rumah tangga, ekonom, maupun pemimpin perusahaan supaya mereka dapat mengerti dan memahami praktek ekonomi sehari-hari, dari mulai kopi, supermarket, sampai globalisasi. Buku ini juga membuka wawasan pembaca tentang lingkungan, pembatasan perdagangan, dll. Tujuan penulis agar pembaca dapat melihat hal yang sama seperti ekonom setelah membaca buku ini, agaknya tercapai, bila pembaca betul-betul mengerti tentang bahasan kasusnya.

Penulis juga menunjukkan dengan jelas mengapa teori yang satu berhasil untuk kasus tertentu, sedangkan teori lainnya tidak. Pembaca akan merasakan sangat tertarik membaca bab per bab dan kasus per kasus, dan tanpa terasa sudah menyelesaikan seluruh babnya. Saya juga kagum kepada alih bahasa yang telah menggunakan bahasa terjemahan yang enak dibaca dan mencoba mengungkapkan maksud penulis dengan bahasa Indonesia yang dimengerti oleh pembaca.[sj]

* Sri Julianti adalah konsultan packaging yang sudah malang melintang di dunia packaging selama 25 tahun lebih. Saat ini, ia sedang menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku tentang strategi dan seni kemasan. Ia dapat dihubungi melalui pos-el : julipackaging[at]yahoo[dot]com.
bk-det-ekoDATA BUKU

Judul Buku: Detektif Ekonomi

Penulis: Tim Harford

Alih Bahasa: Alex Tri Kantjono Widodo

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 978-979-22-4784-8

Tebal : xi + 398 hal

Ukuran : 13.5 x 20 cm

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.7/10 (7 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

Superleadership: Menjadi Pemimpinnya Para Pemimpin

sjOleh: Sri Julianti*

Bagaimana seni memimpin pemimpin? Dan, bagaimana karakteristik seorang pemimpin yang baik? Bagiamana cara memahami dan memimpin perubahan?

Itulah sebagian hal-hal yang akan dibahas dalam buku Super Leadership karya A.B. Susanto ini. Penulis mengibaratkan Superleader seperti dirigen (conductor) yang memimpin orchestra, ia harus memastikan bahwa nada dan suara yang dimainkan meyatu dengan harmonis untuk menghasilkan musik dan nada yang indah.

Dari judulnya sudah jelas buku ini membahas tentang cara menjadi seorang pemimpin yang super, dan membuat orang lain menjadi pemimpin. Buku ini dibagi dalam 5 Bab, di mana bab I, II, dan III merupakan paparan teoritis dengan sedikit contoh kasus mulai halaman 34 dan selanjutnya. Sedangkan Bab IV, merupakan kasus bagaimana seorang superleader dapat memahami dan memimpin perubahan. Bab V, memahami dan mengelola perubahan yang harus di milki oleh seorang superleader.

Seorang superleader yang dimaksud dalam buku ini adalah orang yang memimpin pemimpin lain di bawahnya. Contohnya, President RI, gubernur, direktur utama suatu holding company, atau pemimpin di bidang science (penelittian HIV Aids) dan pemimpin bidang spiritual.

Superleader harus mampu membuat pencapaian yang besar karena superleader mempunyai superfollower. Superleader juga mendelegasi, memotivasi, mendidik, mudah diakses, pandai memilih dan membesarkan bibit unggul, mengubah my problem à out problem à your problem, pandai membawa diri.

Pendekatan yang diterapkan Superleader seperti Appreaciative Inquiry (AI), yaitu pendekatan dalam pengembangan organisasi yang menawarkan proses secara positif dalam mengeksplorasi secara kolektif, berimajinasi, kolaboratif merancang, dan bersama-sama berkomitmen melangkah ke masa depan. Ide dasarnya adalah memperkuat hal-hal yang menjadi kelebihan organisasi. Ini akan memberikan harapan, cara berpikir positif, dan bukan mengorek yang pedih dan menyakitkan. Sebetulnya, secara singkat A.B. Susanto mau mengatakan think positively.

Diagnosis masalah ada empat fase: discovery, dream, design, dan destiny yang dibahas secara rinci dalam buku ini. Superleader tidak harus menjadi superstar. Di sini A.B. Susanto menekan bahwa superleader tidak harus memberikan keterangan langsung tentang isu-isu penting, kecuali memang tidak ada wakil perusahaan atau dikhawatirkan media mendapatkan informasi yang salah.

Menurut The Jakarta Consulting Group (JCG) ada 9 peran superleader sebagai kapten, dokter, eksekutor, ahli strategi, pelatih/coach, pembimbing (councellor), groupdynamizer (menjamin dinamika kelompok untuk membangkitkan energi dan antusiasme serta membangun kepercayaan), change agent, entrepreneur, dan corporate steward (memerhatikan dan memenuhi kepentingan para pemangku, orgnisasi, dan menyeimbangkan tujuan jangka panjang dan keuntungan jangka pendek).

Seorang superleader tidak cukup hanya mempunyai IQ tinggi saja, dia juga harus mempunyai EQ (Emotional Quotient/kecerdasan emosional). EQ yang dimaksudkan antara lain; self disclosure (memahami cara mengungkapkan sudut pandang postif dan memberi pencerahan), insight (kemampuan mengenal pola emosi dan reaksi), personal responsibility (selalu memenuhi janjinya), exchange agent (mendorong pertukaran positif dalam ide, perasaan, dan informasi), dst.

Seorang superleader, juga harus komunikatif, dapat mendengarkan secara aktif, dan seorang king maker (seorang superleder harus tahu talenta pengikutnya untuk dikembangkan, apresiatif, pandai menggunakana the law of leverage, mampu mengatasi masalah, tegas tapi tidak kasar, memiliki semangat entrepreneurship, mampu mengelola sumber daya, mampu melakukan aksi spiral, memimpin dalam situasi krisis, juga mampu melakukan eksekusi.

Superleader harus diimbangi dengan superfollower. Bila tidak, seroang superleader cenderung menjulang tinggi dan tidak berpijak ke tanah, sehingga bisa menjadi megalomania (menganggap dirinya besar, melebihi yang sebenarnya), otoriter, narsistis (senang di puja dan memuja dirinya), dan raja hutan (tidak dapat mentolerir ada orang kuat).

Pemimpin adalah role model (contoh), pengajar dan coach yang sangat berpengaruh pada pembentukan budaya organisasi. Pendiri dan pemimpin mengetahui bahwa perilaku mereka memiliki nilai untuk mengkomunikasikan asumsi dan nilai kepada anggota organisasi. Ini dapat terlihat pada kehidupan dan ritual organisasi: siklus rutinitas, prosedur, laporan, bentuk, dan tugas yang berulang-ulang setiap hari, minggu, bulan dan tahun.

Superleader sebagai pemimpin perubahan, harus memahami perubahan, mampu mengelola perubahan mengimplementasikan perubahan. Perubahan dengan langkah-langkah yang inovatif yang dilakukan untuk menciptakan nilai-nilai tambah dalam organisasi dalam memenangi kompetisi.

Mengelola perubahan harus dengan langkah-langkah perbaikan bertahap (incremental step) dan dilakukan evaluasi terhadap setiap milestone. The JCG Mastery of change model menyebutkan di perlukannya spirit perubahan, alasan yang mendasari perubahan, dan bagaimana mengelola perubahan (the spirit of change, the real reason of change, the how of change).

Seorang superleader harus juga memikirkan dimensi implementasinya untuk konsepnya. Ada beberapa alasan mengapa banyak pemimpin organisasi mengalami kesulitan dalam menangani budaya organisasi: tekan untuk mencapai tujuan finansial jangka pendek, meningkatnya kompleksitas organisasi, keinginan dan kebutuhan untuk mengelola krisis yang selalu berulang, dan kurangnya pemahaman mengenai kepemimpinan dalam organisasi.

Agar pemimipin mampu mengembangkan budaya organisasi secara efektif, pemimpin harus mempunyai kualitas dan keyakinan terhadap apa yang dikerjakan. Pemimpin juga perlu fokus untuk menghilangkan rasa takut, menciptakan sebuah payung keyakinan, serta menerjemahkan keyakinan ke dalam prinsip-prinsip perilaku etis (ethcial cide of conduct).

Buku ini diawali dengan teori manajemen yang langsung menggebrak dengan istilah-istilah manajemen yang bagus dan padat. A.B. Susanto ingin mengingatkan pembaca bahwa ada risiko kegagalan besar bila teori-teori manajemen yang bagus dan produk import itu langsung diterapkan di perusahaan Indonesia. Keseluruhan teori pemimpin ini bisa disimpulkan seperti wisdom dari pendiri Taman Siswa: ”Ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karso,d an tut wuri handayani”.

Tidak perlu kasar, tetapi tegas, memerhatikan karyawan, menganggap pemimpin di bawahnya sebagai teman dan mitra, dan seterusnya. Tetapi sayang sekali, di awal buku ini A.B. Susanto kurang melengkapi dengan contoh dan hal-hal praktis yang ringan sehingga teori manajemennya tidak mudah dimengerti oleh pembaca. Tetapi, hal ini ”mencair” pada halaman selanjutnya. Contoh kasus semakin lancar dan terasa geregetnya pada Bab IV.

Yang menarik, buku ini sangat kaya akan teori manjemen, khususnya teori tentang superleader. Hal ini menunjukkan pengalaman A.B. Susanto sebagai ahli manajemen. Buku ini mengutip banyak referensi dari buku lainnya dengan harapan pembaca mengetahui teori-teori dari para pakar lainnya.

Tetapi, hal ini justru agak membingungkan pembaca karena banyaknya bahasan yang hampir sama. Buku ini akan lebih menarik jika pembagian bab maupun subbab lebih sistematik dan masing-masing pembagian dalam bab tersebut jelas kaitannya satu dengan lainnya. Dan, akan lebih memudahkan pembaca bila semua kualitas, karakteristik, mindset, dll yang harus di miliki oleh seorang superleader sudah dibahas di awal buku ini sehingga tidak terjadi tumpang tindih pada bab selanjutnya.

Secara keseluruhan buku ini sudah mencakup teori kepemimpian secara lengkap dan dapat membuka wawasan manajemen semua orang yang tertarik di bidang ini. Perusahaan atau organisasi yang merencanakan lembaganya lebih maju dan effektif dalam kinerjanya dan merencanakan perubahan, juga bisa memanfaatkan buku ini. Pembahasan buku ini memang cenderung diperuntukkan bagi pembaca atau perusahaan yang kemungkinan berminat untuk memakai jasa para konsultan atau The JCG supaya memperolah pendampingan yang baik.[sj]

* Sri Julianti adalah praktisi packaging yang sudah malang melintang di dunia packaging selama 25 tahun lebih. Saat ini, ia sedang menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku tentang strategi dan seni kemasan. Ia dapat dihubungi melalui pos-el: julipackaging[at]yahoo[dot]com.

bk-absusantoDATA BUKU

Judul Buku: SUPER LEADERSHIP – Leading Others to Lead

Oleh: DR. A. B. Susanto

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009

ISBN : 978-979-22-4791-6

Tebal : xi + 194 hal

Ukuran : 13.5 x 20 cm

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 6.7/10 (6 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Mau Sukses Dapat Pekerjaan Ideal? Ini Panduannya!

sn

Oleh: Sofa Nurdiyanti*

Setiap orang tentunya ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan mereka. Tak jarang, hal ini menjadikan persaingan di dunia kerja semakin kompeititif. Setiap orang berusaha menjadi yang terbaik. Berbagai cara pun ditempuh guna mendapatkan pekerjaan. Bagi kalangan yang berada, kuliah di perguruan tinggi ternama, menjadi lulusan terbaik, punya segudang prestasi dengan harapan mudah mendapatkan pekerjaan. Mempunyai pekerjaan sebelum lulus kuliah tentunya menjadi harapan setiap mahasiswa.

Pertanyaannya, bagaimana dengan mahasiswa yang setelah wisuda belum mendapatkan pekerjaan? Persaingan menjadi semakin berat, mengingat fresh graduate belum mempunyai pengalaman terjun di dunia kerja. Terkecuali mahasiswa telah magang di perusahaan tertentu, yang tentunya mempermudah aplikasi ilmu mereka ke dalam dunia kerja.

Kurangnya pengalaman kerja sering kali membuat mahasiswa mengalami disorientasi akan masa depan mereka. Merasa gamang karena belum mendapatkan gambaran dunia kerja yang akan mereka jalani. Hal ini semakin mempersulit ruang gerak bagi mereka yang belum mempunyai rencana. Alhasil, para fresh graduate cenderung sembarangan dan kurang spesifik dalam melamar pekerjaan. Lamaran pun akhirnya tidak diterima karena tidak sesuai dengan syarat yang dibutuhkan. Sehingga, muncullah anggapan bahwa mendapatkan pekerjaan itu sulit.

Di buku ini, Awan Santosa menjabarkan rahasia dan tip-tip ampuh supaya lamaran kerja kita diterima. Apalagi sang penulis merupakan “orang dalam” (baca: HRD), yang jelas mempunyai pengalaman di bidangnya. Buku ini berisi 12 bab yang mengulas seputar dunia kerja, terutama cara melamar pekerjaan dan seleksi kerja.

Pada Bab 1, penulis memberikan pandangan yang bertolak belakang dengan opini masa sekarang, “Kalau masih bisa kerja, ngapain wirausaha?” Judul babnya cukup mengena dan membuat kita ingin tahu lebih lanjut mengenai argumen si penulis. Memang, saat ini banyak terdengar anjuran untuk berwirausaha daripada bekerja pada orang lain. Di sini pembaca akan diberikan analisis rasional mengenai pentingnya bekerja pada orang lain sebelum mendirikan wirausaha. Pengalaman kerja, relasi, dan modal akan membantu dalam berwirausaha.

Selain itu, diberikan pula kiat-kiat supaya kita mendapatkan tawaran kerja dengan cepat, yaitu dengan membuat daftar relasi. Sebuah hal yang mungkin belum kita sadari, betapa besarnya potensi dari sebuah relasi yang kita bangun selama ini. sekali lagi, relasi merupakan modal utama, sebagai rahasia dalam mendapatkan pekerjaan.

Setelah bekerja pun, bukan berarti usaha kita berhenti begitu saja. Kita perlu mencari pengalaman lain dengan pindah perusahaan. Pindah bekerja pun harus dilakukan dengan syarat, saat karier kita berada di puncak. Artinya, kita bisa meninggalkan jejak yang baik bagi perusahaan. Pindah kerja saat dipromosikan memang hal yang aneh bagi sebagian orang. Tetapi jika kita sudah punya mindset tentang tujuan akhir kita, maka hal itu tak menjadi masalah. Karena kita tahu, apa yang ingin dan akan kita raih selanjutnya melampui apa yang kita raih sekarang.

Kelebihan dari buku ini adalah pembaca diberi rahasia dan kunci sukses untuk mempersiapkan lamaran hingga proses seleksi yang terakhir. Semuanya diceritakan dengan bahasa yang sederhana dan jelas. Proses wawancara yang selama ini menjadi momok bagi pelamar kerja juga dikupas dengan tuntas. Sehingga, kita mempunyai gambaran lengkap mengenai proses seleksi kerja dan cara menyiasatinya.

Kelemahan dari buku ini menurut saya hampir tidak ada. Hanya saja, judul yang diberikan kurang sesuai dengan isi buku itu sendiri. Secara umum, buku ini tidak mewakili bagaimana cara mendapatkan karier idaman dalam sepekan. Dalam bab terakhir, memang berjudul, “Sepekan menuju karier idaman”. Namun, tetap saja tidak dijelaskan, langkah praktis yang harus dilakukan dalam sepekan. Selain itu, setiap bab terdapat beberapa subbab yang kurang tergarap dengan baik sehingga memunculkan kesan kurang tertata rapi dan terkesan terpisah dari bab utama.

Terlepas dari kelemahan yang ada, buku ini tetap layak dibaca semua orang. Terutama calon pekerja supaya tidak mengalami disorientasi dan beranggapan bahwa mencari pekerjaan itu sulit. Karena sesungguhnya, lapangan pekerjaan itu banyak dan tinggal kita sendiri, apakah mampu memenuhi kualifikasi kerja tersebut atau tidak. Baca dan praktikkan kiat-kiatnya supaya Anda mendapatkan karier idaman Anda. Good luck!![sn]

* Sofa Nurdiyanti adalah mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Suka baca buku cerita, nonton kartun Detective Conan, Bintang, dan tertarik dengan bidang sejarah, arkeologi, bahasa, budaya, dan politik. Tetapi, sekarang ia lagi “nyasar” ke bidang psikologi. Nur aktif menulis di sejumlah website kepenulisan seperti AndaLuarBiasa.com, Pembelajar.com, dan AndrieWongso.com. Saat ini ia tengah semangat berlatih untuk menjadi penulis dan trainer. Nur dapat dihubungi melalui pos-el: nurrohmah_06[at]yahoo[dot]com.

bk-awan

DATA BUKU

Judul : Mendapatkan Karir Idaman Dalam Sepekan

Oleh : Awan Santosa

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009

ISBN : 978-979-22-4640-7

Tebal : 144 + xxii halaman

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.2/10 (9 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 4 votes)

Mengontrol “Puncak” dan “Lembah” Kehidupan Sendiri

drOleh: Dewi Rhainy*

Pada suatu senja di New York, Michael Brown bergegas menemui seseorang yang—menurut temannya—mungkin dapat membantunya mengatasi kesulitan yang tengah dihadapinya. Pada saat dia melihat Ann Carr, dia terkejut karena tadinya dia berharap akan menemui seorang wanita yang terlihat penuh beban. Karena, dia tahu Ann Carr juga tengah mengalami masa yang berat. Ternyata, Ann Carr yang dia lihat adalah wanita yang terlihat ceria dan penuh energi.

Micahel Brown lalu bertanya pada Ann Carr, mengapa wanita itu terlihat baik-baik saja walaupun sedang ditimpa kesusahan. Lalu, Ann Carr menjawab bahwa setahun sebelumnya dia mendengar sebuah cerita. Dan, cerita itu mengubah cara pandangnya tentang masa-masa susah dan masa-masa senang. Cerita itu juga membuatnya menjadi tenang dan lebih sukses, dalam keadaan apa pun.

Bagian-bagian berikutnya dari buku ini berisi cerita Ann Carr tentang seorang pemuda yang tinggal di lembah dan seorang Pak Tua yang tinggal di puncak. Sang pemuda yang merasa tidak bahagia tinggal di lembah, sampai dia berjumpa dengan seorang lelaki tua yang tinggal di sebuah puncak.

Sang pemuda yang hanya mengenal lembah sebagai tempat tinggalnya dari kecil, merasa tidak bahagia—walaupun dia tidak tahu pasti apa alasannya—sampai suatu saat dia memandang ke barisan puncak gunung yang berdiri anggun di atas lembahnya, dan bertekad untuk pergi ke puncak. Teman-teman dan orang tuanya melarang pemuda itu pergi dengan membahas bagaimana sulitnya mencapai puncak, dan betapa nyamannya tetap berada di lembah. Mereka semua menahannya untuk tidak pergi ke tempat yang mereka sendiri belum pernah kunjungi.

Di dalam perjalannya inilah sang pemuda merasakan segalanya. Mulai dari harapan, perjuangan, kesenangan karena merasakan sesuatu yang berbeda, ketakutan, juga kebanggaan karena berhasil menaklukan ketakutannya tersebut.

Sampai akhirnya setelah di puncak, dia bertemu dengan Pak Tua. Dan, pembicaraannya dengan laki-laki itu, yang terlihat sangat bahagia, arif, dan bijaksana, telah memberikan suatu pencerahan bagi dirinya. Bahwasannya sudah merupakan hal yang lumrah bagi siapa pun, di mana pun, untuk mengalami masa di puncak dan masa di lembah dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya.

Dalam buku ini, puncak sebenarnya adalah masa ketika kita menghargai apa yang kita miliki dan lembah adalah masa ketika kita merindukan apa yang telah terlepas dari kita. Puncak dan lembah berkaitan, karena kekeliruan yang kita lakukan pada masa senang sekarang ini menciptakan masa susah di kemudian hari. Dan, kearifan yang kita jalankan pada masa susah sekarang ini juga menciptakan masa senang di kemudian hari. Kita memang tidak dapat mengontrol berbagai kejadian di luar diri kita. Tetapi, kita dapat mengontrol puncak dan lembah kita sendiri, dengan apa yang kita yakini dan lakukan.

Berbagai hal positif yang kita temukan dan gunakan pada saat susah dapat mengubah lembah kita menjadi puncak. Bagaimana kita mengelola lembah kita menentukan seberapa cepat kita akan mencapai puncak. Demkianlah, beberapa inti pembicaraan Pak Tua dengan sang pemuda, sampai akhirnya sang pemuda dapat mengatasi kesulitannya di lembah dan menjadi pemuda sukses.

Sang pemuda lalu membuat ringkasan hasil pembicaraannya dengan Pak Tua, dituliskan dalam sebuah kartu, sebagai pengingat yang sangat berguna baginya. Ringkasan itu mengingatkannya untuk lebih sering menerapkan prinsip-prinsip dan perangkat luar biasa; “Pendekatan Puncak dan Lembah”. Dan, dalam hari-hari serta bulan-bulannya berikutnya, dia mendapatkan banyak kesempatan untuk membantu orang lain dengan membagikan ringkasannya. Karena, salah satu syarat kesepakatan sang pemuda dengan Pak Tua adalah jika sang pemuda mendapatkan manfaat dari cerita-ceritanya itu, dia harus menceritakannya kepada orang lain yang membutuhkan.

Begitulah ceritanya, sampai akhirnya berpuluh tahun kemudian anak muda itu telah berubah menjadi orang tua. Dia pindah ke puncaknya sendiri tempat dia menghabiskan sebagian besar waktunya, meski kadang-kadang dia masih kembali ke lembahnya. Dengan penuh kasih dia selalu mengenang Pak Tua yang telah berbagi cara yang begitu berharga untuk mengatasi gelombang kehidupan yang dialaminya. Dia dikenal sebagai tuan rumah yang baik hati dan teman yang peduli, serta menikmati pernikahan yang bahagia dengan istri yang sangat mengasihinya.

Cerita Pak Tua dan sang pemuda inilah yang menginspirasi Ann Carr untuk mengatasi semua keruwetan yang dialaminya. Dan, Michael Brown juga berusaha untuk menerapkan cerita Ann Carr dalam kehidupannya, sampai akhirnya dia juga berhasil menyelesaikan masalah dalam pekerjaan dan rumah tangganya.

Buku karangan Spencer Johson , M.D. ini sangat bagus dan enak dibaca. Karena, alur ceritanya terasa tidak menggurui. Membacanya seperti membaca sebuah buku cerita biasa, tetapi mengandung banyak nilai kearifan di dalamnya. Poin-poin penting dalam buku ini ditulis dalam huruf indah yang diketik besar-besar dan miring. Ini membuat pembacanya lebih mudah untuk mengingat inti setiap bab.

Namun kelemahannya, kadang ‘pengandaiannya’—seperti lembah adalah masa sulit, puncak adalah masa senang, dataran adalah tempat yang menggambarkan orang-orang yang tanpa semangat, kosong—membuat kita harus “menerjemahkannya”.[dr]

* Dewi Rhainy, 18 November 1970, Ibu Rumah Tangga, Teknik Industri Universitas Trisakti, 1989, : alauddino@yahoo.com.

peaksvallesDATA BUKU

Judul : Peaks and Valleys

Penulis : Spencer Johnson, M.D.

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Pertama (Juni 2009)

Tebal : 146 halaman

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 5.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: -1 (from 1 vote)

Jejak Kembara Perenung Pluralis

snuOleh: Sidik Nugroho*

“Segala yang tidak kita berikan akan lenyap sia-sia,” demikian pepatah India yang rasanya tepat benar menjadi roh dari buku Simply Amazing, Insprasi Menyentuh Bergelimang Makna karya J. Sumardianta ini. Penulis yang akrab dipanggil “Pak Guru” ini merangkai puluhan kisah yang sarat makna dan renungan dalam bukunya. Sehari-hari ia mengajar sebagai guru Sosiologi di SMA De Britto, Yogyakarta; dan kali ini Pak Guru yang getol membaca dan menulis ini mencoba memberikan hasil kembaranya kepada sidang pembaca.

Kembara Pak Guru dari buku ke buku, tokoh ke tokoh, tersaji dalam esai-esai yang berdaya tarik tersendiri lewat cara Pak Guru bertutur. Esai-esai puspa ragam yang dikumpulkan dalam buku ini telah tersebar di berbagai media massa sebelumnya. Esai-esai ini nyaman disimak, berdiksi mantap, dan memuat refleksi dengan gizi yang tinggi. Seperti Andy F. Noya yang mampu menguak sisi termenarik dari tiap orang yang diundangnya berbincang-bincang, Pak Guru juga menyuguhkan beraneka dimensi kekayaan batin dari tiap tokoh dan buku yang disebutnya—yang ujung-ujungnya menghadirkan pencerahan belaka.

Di dalam buku ini ada esai dari buku Dominique Lapierre, pengarang novel City of Joy yang mahalaris. Buku Dominique yang di dalamnya mengisahkan seorang penarik angkong (di India disebut ricksaw) bernama Hasari ini sangat memesona Pak Guru. Dalam bincang-bincang di Perpustakaan Umum kota Malang tanggal 31 Mei 2009, Pak Guru mengaku membaca buku dan menonton film adaptasi City of Joy berkali-kali. Hasari yang hidupnya bersahaja, biasa menanggung penderitaan, bahkan menjual anggota badannya di perusahaan pembuat alat peraga fakultas kedokteran untuk pernikahan Amrita putrinya, menyulut pengamatan Pak Guru yang jeli atas berbagai fenomena kemiskinan di negeri ini.

Kesahajaan, kemiskinan, dan penderitaan tampaknya selalu menjadi hal yang menarik bagi Pak Guru yang mengaku introvert dan menarik diri dari peredaran sosial ini. Dengan lugas dan tanpa tedeng aling-aling ia mengisahkan juga beberapa tokoh yang dalam kemiskinannya tetap hidup bermartabat. Lalu, ia mengaitkannya dengan kondisi jiwa rakyat bangsa ini yang makin lama makin hedonis, konsumtif, serba penuh kepalsuan dan tidak pernah puas. Hidup bermartabat dalam kemiskinan kemudian ia jadikan dasar untuk menelanjangi tayangan-tayangan idiotainment (olok-oloknya atas infotainment) yang hanya menghadirkan berita kawin-cerai, pesta pora, dan selingkuh para public figure; juga para politisi dan penguasa yang haus kekuasaan, berkedok pamrih, dan keserakahan ketika mengatasnamakan berjuang demi rakyat dan keadilan.

Namun, Pak Guru tak berkutat dalam kemiskinan melulu. “Kaya bermanfaat, miskin bermartabat”, demikian salah satu judul tulisannya di buku ini. Dalam kembaranya yang lain atas berbagai buku dan tokoh, lahir pula ulasannya atas orang-orang berduit yang dianggapnya mencapai puncak keberhasilan karena menemukan cara-cara kreatif dalam menangani pergumulan hidup. Ia yakin akan kebenaran dari pernyataan Robert Holden: “Hanya jika Anda pernah terempas di lembah ketiadaan paling kelam, Anda baru akan tahu betapa hebat dan nikmatnya berada di puncak gunung keberhasilan.”

Setidaknya ada dua orang orang sukses yang bisa mewakili kekagumannya akan perjuangan hidup mereka. Pertama adalah Thomas Sugiarto, lewat bukunya berjudul Your Great Success Start from Now. Thomas disebut Pak Guru sebagai seorang yang telah mencapai financial and time freedom. Ia seorang penjual asuransi yang menerapkan cara kerja leveraging system (konsep bekerja dengan seribu tangan) demi mencapai cita-cita tak banyak menguras energi dan pikiran (pensiun) saat berusia 45 tahun, dan berpenghasilan semiliar pada tahun 2012 nanti.

Kedua adalah Dahlan Iskan, CEO grup Jawa Pos yang di kelas 3 SMA hanya mampu memiliki sepatu rombeng dan sepeda butut, dan sering ngiler di masa kecilnya ketika melihat teman-temannya minum dawet karena tidak punya uang untuk membelinya. Membaca buku karya Yu Shi Gan (nama Tiongkok Dahlan Iskan) berjudul Ganti Hati yang laris-manis, Pak Guru dengan jeli mengurai daya tahan hidup Dahlan Iskan, lalu mengaitkannya dengan pemikiran Sindhunata lewat puisinya berjudul Ngelmu Pring. Puisi bahasa Jawa ini, sebuah baitnya berbunyi: “Ora gampang tugel merga melur” (Tidak gampang patah karena lentur). Ya, kelenturan hati tercipta dalam sosok Dahlan Iskan akibat sudah biasa menanggung derita yang mendera jiwa-raganya sejak muda.

Pak Guru, dalam bukunya ini juga merangkai sekelumit kisah hidupnya sendiri. Ia berjuang menjadi seorang guru bermartabat yang selalu menghadirkan informasi terkini bagi murid-muridnya lewat membaca. Itulah alasan mengapa ia terjun untuk menulis sesuatu dari apa yang dibacanya di sela-sela kesibukan mengajar. Ia juga mengisahkan SMA De Britto yang guru-gurunya rajin menulis. Ada St. Kartono pengarang buku Menebus Pendidikan yang Tergadai di sana, yang disebutnya sebagai orang yang memulai tradisi menulis di kalangan guru SMA De Britto.

Hingga kini, tulisan-tulisan Pak Guru masih menghiasi berbagai media cetak, utamanya tulisan berjenis ulasan buku. Di Indonesia, penulis ulasan buku masih terbilang sedikit. Bagi Anda yang ingin menakar kadar suatu buku dengan lebih dalam dan inspiratif; sehingga menjadikan sebuah esai atau ulasan lebih bernas dan menarik untuk dibanca tuntas, buku ini sangat baik untuk menjadi acuan.

Pak Guru pun fasih menarik benang merah muatan penting sebuah buku dengan berbagai adagium, kutipan, atau idiom berbahasa Latin. Falsafah Jawa bertaburan di sepanjang buku. Kutipan hadis juga ada. Nilai-nilai Hindu bersanding manis bersama kutipan dari biarawati seperti Bunda Theresa. Kisah-kisah yang ada di buku ini tertutur begitu lugas: tak menghiraukan latar belakang agama, suku-bangsa, atau status sosial. Semuanya merupakan jejak kembara seorang guru berjiwa pluralis dalam upayanya memetakan jati diri manusia, pergumulan hidupnya dan daya juangnya di tengah pelbagai kemelut hidup.[snu]

* Sidik Nugroho adalah guru SD Pembangunan Jaya 2, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia adalah seorang penikmat buku dan penyuka dunia tulis-menulis. Sidik dapat dihubungi melalui pos-el:

bk-sidikDATA BUKU

Judul Buku: Simply Amazing, Inspirasi Menyentuh Bergelimang Makna

Penulis: J. Sumardianta

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal buku: xv + 188 halaman

Cetakan pertama, April 2009

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.1/10 (9 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 3 votes)

Pewaris Mimpi Sang Ayah

midOleh: M. Iqbal Dawami*

Inilah buku perjalanan hidup sang presiden Amerika Serikat (AS) saat ini, Barack Obama, yang ditulis oleh Obama sendiri. Selama ini, banyak sekali buku mengenai Obama dari pelbagai sisi semenjak dia menjadi orang nomor satu di AS. Kisah hidupnya dan spekulasi kiprah politiknya menjadi daya tarik para penulis dari pelbagai dunia. Untuk itu, buku ini sebenarnya merupakan referensi utama dan menjadi satu-satunya buku tentang Obama dari sudut pandang dirinya sendiri.

Buku pergulatan Obama ini menjadi inspirasi bagi pembaca, karena memiliki kekuatan impian, harapan, cita-cita, persaudaraan, serta toleransi yang nyata. Hal ini pula yang menjadikan buku ini bestseller versi New York Times sebagai peraih British Book Award 2009 kategori biografi terbaik. Sungguh, sebuah prestasi yang prestisius.

Dalam buku ini, secara detail Obama menuturkan asal-usulnya, masa kecilnya di Hawai, lalu kepindahannya ke Jakarta, serta kuliahnya di Chicago. Pria berayahkan laki-laki kulit hitam asal Kenya dan ibu asli Amerika ini juga menelusuri perjalanan mencari akar budayanya di Afrika, di tengah-tengah kerabatnya yang muslim. Di buku ini Obamayang akrab disapa Barrymengaku sempat kehilangan jati diri. Dia marah dan frustrasi akibat diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam.

Namun, Obama tak mampu menuangkan amarah tersebut, karena selalu teringat ibunya yang berkulit putih. Logikanya, jika dia melampiaskan kebenciannya kepada orang-orang kulit putih, berarti sama saja benci terhadap ibunya. Padahal, ibunya adalah orang yang begitu dia cintai. Akibat dilema itu, dia kesal atas dirinya sendiri. Kekesalan itu membuat dirinya putus asa, hidup tak bersemangat, dan akrab dengan madat, serta minuman beralkohol.

Namun, keadaan itu tidak menyembuhkan dirinya. Setelah jenuh dengan keadaan itu, dia sadar. Titik nadirnya itu menyadarkannya bahwa banyak hal positif bisa dilakukan ketimbang melakukan hal negatif yang sebenarnya merusak dirinya sendiri. Kemudian, dia bangkit. Pertama yang dilakukannya adalah merengkuh semangat persaudaraan yang melintasi warna kulit yang menyatukan ayah dan ibunya (kulit hitam dan kulit putih).

Obama menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan impian sang ayah yang belum tercapai. Ayahnya bercita-cita membuat persaudaraan antar-warna kulit, di mana masa itu rasisme begitu kental, dan sering terjadi kekerasan maupun diskriminasi yang menjadi konsumsi sehari-hari. Untuk keinginan tersebut, ayah Obama merintisnya melalui jalur pendidikan dan politik.

Obama merasa menemukan kembali impian yang diwariskan ayahnya itu. Dulu, ayahnya seorang anak miskin kulit hitam dari desa terpencil di Kenya mengejar ilmu sampai ke Amerika. Obama pun mengikuti jejak sang ayah. Dia menjadi aktivis, satu-satunya senator dari kulit hitam yang kemudian menjadi presiden Amerika Serikat.

Dalam buku ini pun, Obama menulis bagian khusus mengenai Indonesia. Dia menceritakan bahwa ibunya menikah dengan Lolo Soetoro, pria asal Indonesia yang bertemu saat di Hawai. Awalnya, Obama menganggap Indonesia sebagai negara miskin, belum berkembang, dan sama sekali asing dibandingkan negara lain. Namun, setelah menikmati hidup di Jakarta bersama ayah tirinya, pandangannya pun berubah mengenai Indonesia. Bahkan, dia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama di Indonesia.

Obama begitu sayang dan bangga dengan kedua orang tuanya—Barrack Hussein Obama Sr dan Shirley Ann Dunham—meski keduanya telah berpisah saat ia berusia dua tahun. Walaupun Obama tinggal dan dibesarkan oleh ibunya, namun hubungan dengan ayah dan keluarga besarnya yang masih tinggal di Kenya, Afrika, tak pernah putus. Dari sini pula Obama mengetahui ayahnya lebih mendalam dan impian yang belum tercapai. Impian-impian yang sejatinya menyangkut pada kemanusiaan.

Memoar Rasa Sastra

Memoar ialah tulisan tentang peristiwa masa lalu yang menyerupai autobiografi, bahkan bisa dikatakan semi-autobiografi. Isinya bisa macam-macam. Bisa pendapat, kesan, atau kritikan terhadap peristiwa pada waktu yang diihat dan dialami si penulisnya. Yang membedakan di antara keduanya ialah pesannya. Autobiografi biasanya yang ingin perlihatkan adalah perjalanan sang tokoh tersebut, terutama perjalanan kesuksesannya. Sedangkan memoar menitikberatkan pada kesan sang tokoh tersebut terhadap sebuah peristiwa yang dia temui. Kesannya bisa berupa kritikan, gagasan, ataupun yang lainnya.

Buku Obama ini dapat dikategorikan sebagai sebuah memoar. Dia mengisahkan perjalanan hidupnya dari masa kecil hingga masa mudanya. Tepatnya sampai pada awal-awal karier politik dan tunangannya dengan Michelle Robinson. Dia mengawali kisahnya dengan berita bahwa ayah kandungnya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil. Padahal, selama itu sosok ayahnya lebih merupakan mitos yang diceritakan ibunya daripada kenyataan. Kematian mendadak itu memberi dia inspirasi pengembaraan emosional.

Pertama-tama ke sebuah daerah kecil di Kansas, menapaki lagi perpindahan keluarga ibu ke Hawai, kemudian ke Kenya, negeri tempat sisi Afrika dirinya berasal, berhadap-hadapan dengan kenyataan pahit kehidupan sang ayah, dan akhirnya menerima warisan terbelah dalam dirinya. Di sinilah dia bercerita tentang pertama kali merasakan arti rasisme dan artinya bagi seorang African American. Refleksi tentang ras dan hubungan antar-ras di AS banyak disinggung di sini.

Para penikmat sastra akan mengetahui bahwa Obama menggunakan teknik penulisan sastra dalam penulisan buku ini. Narasinya begitu kuat dan memukau hingga pembaca bisa terbawa pada kegetiran, kekecewaan, dan kecemasan yang ditimbulkan oleh politik rasial dan kemiskinan di AS. Klimaks dalam memoar ini terjadi di pedesaan Kenya yang dia kunjungi sebelum masuk Harvard Law School. Perasaannya berkecamuk tatkala dia duduk di antara kuburan ayah dan kakeknya. Dia menitikkan air mata.

Mengenang Indonesia

Dalam buku ini Obama menyisihkan sub-bab yang berjudul Indonesia. Ketika ibu Obama bercerai dengan suaminya, ibunya menikah lagi dengan lelaki asal Indonesia, bernama Lolo Soetoro. Pernikahan tersebut menjadikan Obama mencicipi tanah Indonesia. Obama tinggal di Indonesia, tepatnya di Jakarta, kira-kira empat tahun, yaitu pada 1967 hingga 1971, ketika berumur 6-10 tahun. Di Indonesia, dia sempat sekolah di dua SD, pertama SD Katolik Franciskus Assisi, dari kelas 1 hingga kelas 3, kemudian meneruskan sekolah di SDN 1 Menteng sampai pertengahan kelas 5.

Di Jakarta, keluarga Obama awalnya tinggal di sekitar wilayah Warung Buncit, namun kemudian pindah ke kawasan Menteng. Di sini pengalaman masa kecilnya cukup banyak dikenang oleh Obama.

Membaca tuturan pengalamannya di Indonesia, Obama tampaknya terkenal ramah, mudah bergaul, berjiwa pemimpin, dan suka membawa teman-teman main ke rumah; kalau tidak dia main-main dengan teman di lingkungan sekitar. Di sini dia terkenang suka main bola ketika hujan, becek-becekan, main lumpur di sawah, mengejar-ngejar ayam, dan permainan yang biasa dilakukan anak-anak Indonesia, misalnya, kelereng. Di sekolahnya, dia sering jadi pengatur barisan sebelum anak-anak masuk ke kelas dan suka melindungi anak lemah dari tekanan anak nakal. Kisah-kisah seperti itu memenuhi halaman 56 hingga 75.

Selain itu Obama juga memotret realitas yang ada di Indonesia pada masa itu dan mencoba merefleksikannya. Dia melihat pandangan kosong wajah-wajah petani pada tahun ketika hujan tak jua datang dan putus asa ketika tahun berikutnya hujan turun selama satu bulan, dan memenuhi sungai dan sawah. Korupsi, perubahan radikal polisi dan militer, seluruh industri dikelola oleh keluarga presiden dan pengikutnya, para pengemis, dan kualitas pelayanan rumah sakit, adalah sisi lain yang diingat Obama dalam memoarnya. Begitukah gambaran Indonesia di mata Obama?

Namun, di sisi lain, Indonesia juga mengajari dan memberikan wawasan pada dirinya sendiri untuk toleransi, kerja sama di masyarakat, dan rukun antarumat beragama.

Peran Orang Tua

Peran orang tua begitu memengaruhi karakter Obama. Membaca memoarnya, tidak heran jika Obama saat ini menjadi orang nomor satu di AS. Obama bukan berasal dari keluarga berada, tetapi orang tuanya adalah orang-orang yang terpelajar. Ibunya menempuh pendidikan sampai doktor. Ayahnya setelah lulus dari Universitas Hawai juga sempat melanjutkan ke Universitas Harvard. Ayah tirinya, Lolo Soetoro, juga lulusan Universitas Hawai.

Dalam buku ini, terlihat bahwa Obama berusaha mengenali sosok ayah kandungnya. Setelah mendapat kabar ayahnya telah meninggal karena kecelakaan, tak ada yang bisa diperbuatnya lagi. Dia hanya mengenalinya dari cerita-cerita ibu dan kakek-neneknya. Pesona ayahnya rupanya mengalir pula pada Obama yang di semasa kuliah pernah terlibat dalam kampanye mendukung gerakan pembebasan Afrika Selatan. Bahkan, dipercaya membuka sebuah rapat dengan sebuah orasi—pidato pertamanya—yang masih terekam dalam benaknya hingga saat ini.

Mencuri perhatian teman-teman kulit putih Obama di kelas adalah sebuah bukti kehebatan dari sang ayah. Dan mencuri perhatian dunia, kini adalah sebuah bukti kehebatan Obama—presiden pertama AS dari kalangan kulit berwana. Ibunya, kerap bercerita kepada Obama tentang sosok ayah kandungnya.Tak ayal, bagi Obama, ayah kandungnya lebih menyerupai mitos daripada manusia. Ayah kandung Obama mewariskan semangat integrasi, cinta-kasih, dan perdamaian.

Kondisi perceraian baik dengan ayah kandungnya maupun dengan ayah tirinya membuat Obama lebih dekat kepada ibunya dan mengagumi sebagai perempuan yang luar biasa. Obama dilatih berempati kepada orang lain yang tertindas. Dia juga dilatih berdisiplin. Saat di Indonesia, misalnya, ibunya membangunkan dan mengajari Obama kecil dini hari jam 4 pagi belajar bahasa Inggris. Ibunya mengajarkan nilai-nilai kehidupan, kemandirian, tidak banyak menuntut, dan kesopanan. Ibunya juga mengajarkan untuk mengabaikan gabungan antara kebodohan dan kesombongan yang acap kali mencirikan orang Amerika.

Terlepas dari ukuran font yang terlalu padat dan rapat sehingga membuat mata lelah, buku ini mampu menyihir saya dengan decak kagum akan kelihaian Obama menuturkan perjalanan hidupnya. Saya salut dengan kemampuan Obama dalam merekam balada hidupnya. Gaya bahasanya pun begitu hidup dan nyastra.

Kini, Obama menjadi presiden AS. Obama memiliki kesempatan besar untuk mewujudkan mimpi-mimpi ayahnya yang belum terwujud sebagaimana dipaparkan dalam buku ini. Dunia sedang menunggunya.[mid]

* M. Iqbal Dawami adalah seorang peresensi buku dan staf pengajar di STIS Magelang.

bk-iqbalDATA BUKU

Judul: Dreams From My FatherPergulatan Hidup Obama

Penulis: Barack Obama

Penerbit: Mizan, Bandung

Cetakan: I, Mei 2009

Tebal: 493 hlm.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.3/10 (8 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 3 votes)

Menulis Buku Bestseller? Anda Juga Bisa!

sofa-nurdiyanti-r

Oleh: Sofa Nurdiyanti*

Pernahkah terpikirkan oleh Anda untuk menulis sebuah buku bestseller? Saya rasa setiap orang yang berminat dan menekuni dunia penulisan buku tentulah menginginkan membuat sebuah buku yang bestseller!!! Tetapi, bagaimana caranya? Selama ini ada pandangan, buku bestseller seakan menjadi ‘hak milik’ penulis terkenal saja. Karena, para penulis terkenal tersebut sudah mempunyai ilmu yang mumpuni dalam meracik sebuah buku. Yang menjadi pertanyaan ialah bagaimana dengan penulis pemula yang ingin menghasilkan karya perdana yang bestseller?

Buku Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller Edisi Revisi (Fivestar, 2008) yang ditulis oleh Edy Zaqeus benar-benar mengungkapkan cara membuat sebuah buku yang bestseller, secara gamblang dan mudah dicerna bagi siapa saja yang membacanya. Dengan membaca buku ini, Anda akan terstimulus untuk melahirkan sebuah buku masterpiece yang bestseller.

Buku yang berkaitan dengan menulis sudah banyak diterbitkan. Banyak sekali ragamnya, mulai dari cara menulis buku yang baik, mengarang yang mudah, menulis buku fiksi, menulis skenario, editing, menyusun paragraf yang baik, dan sebagainya. Namun, buku yang mengungkap cara menullis buku bestseller saya rasa, baru Edy Zaqeus yang menulisnya. Penulis delapan buku dan empat di antaranya bestseller ini dengan cerdas mengungkap dan merangkumnya dalam buku Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller ini (selanjutnya disingkat RCMBB).

Buku RCMBB Edisi Perdana (format pocket book) saja mampu menggerakkan hati banyak orang untuk membuat buku, dan terbukti buku mereka pun sebagian di antaranya menjadi bestseller. Beberapa testimoni yang terpilih sebagai pemenang dalam lomba memberikan testimoni atas buku RCMBB perdana memberikan bukti dari keampuhan buku ini. Dan ternyata, kebanyakan dari mereka ini adalah penulis yang lahir atau berhasil menerbitkan buku perdananya setelah membaca buku RCMBB edisi murah meriah tersebut.

Untuk edisi revisi kali ini, penulisnya menambahkan sebelas bab baru, di antaranya Bersiasat dengan Tema Bestseller; Menghindari Kelemahan Buku Kumpulan Tulisan; Melengkapi dan Merapikan Naskah; Bagaimana Mendapatkan Endorsement; Bagaimana Menembus Penerbit; Delapan Langkah Membuat Penerbitan Mandiri; Dari Fast Book Menjadi Masterpiece; Menjadi Penulis Buku Ber-Mindset Penjual; Strategi Promosi Buku Bestseller; Mem-branding Diri dengan Buku; dan Lima Kebiasaan Produktif Penulis Bestseller. Bab-bab terbaru ini semakin melengkapi edisi perdana dan tampaknya akan semakin memudahkan kita dalam mencerna maupun mewujudkan sebuah buku bestseller.

Memang, ada anggapan bahwa menulis sebuah buku saja sudah merupakan sebuah kesuksesan bagi seseorang. Jarang ada sebuah pemikiran bagaimana menjadikan sebuah karya tersebut bestseller dengan terencana. Setiap kesuksesan mempunyai kunci sukses, demikian juga dengan pembuatan buku bestseller. Kunci sukses membuat buku bestseller dapat dipelajari oleh setiap orang, karena tidak ada kesulitan dalam mengaplikasikan semua kiat yang sudah terangkum dalam RCMBB ini.

Edy Zaqeus menyatakan demikian, “Melahirkan buku tak ubahnya melahirkan seorang ‘anak’. Sukses kita diawali oleh keberhasilan kita dalam melahirkan anak tersebut. Selanjutnya, supaya masa depannya sukses, berikan dia makanan yang bergizi serta pakaian, perawatan, perhatian, pendidikan, dan lingkungan terbaik. Jadi, jangan sia-siakan dia. Jangan biarkan dia tumbuh liar dan tanpa masa depan yang pasti. Dengan melahirkan sebuah karya bestseller maka segala usaha yang telah dikeluarkan untuk membuat sebuah buku itu rasanya tidak akan terbuang percuma.

Membuat buku menjadi bestseller merupakan ide yang tampaknya jarang dipikirkan oleh sebagian penulis. Bestseller atau tidaknya sebuah buku biasanya diserahkan pada pasar yang menilai. Jika buku tersebut bagus, biasanya publiklah yang membaca, membeli, dan menentukan apakah buku tersebut menjadi buku bestseller atau tidak. Padahal, buku apa pun sebenarnya bisa dipersiapkan sebaik mungkin agar menjadi bestseller.

Itu sebabnya, kadang membuat buku menjadi bestseller seakan-akan jadi rahasia ‘mahal’ yang jarang diketahui oleh para penulis kebanyakan, bahkan yang terkenal sekalipun. Namun, dalam buku RCMBB ini Edy Zaqeus memberikan berbagai ide menarik atau pencerahan. Dan, mungkin ide-ide atau pencerahan itu tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Dari RCMBB ini kita akan diyakinkan bahwa bestseller-nya sebuah buku itu semata tidak tergantung pada pasar (pembaca), tetapi juga bisa kita ciptakan, rencanakan, dan rancang sedemikian rupa sepanjang proses penulisan buku kita.

Membaca buku RCMBB akan membuat kita merasa seperti dituntun oleh penulis secara langsung. Step by step pembuatan buku dijelaskan secara gamblang dengan penuturan yang mengalir dan tidak membosankan. Dalam RCMBB ini juga disertakan data-data penjualan buku bestseller lainnya, contohnya buku ESQ-nya Ary Ginanjar yang terjual lebih dari 455.000 eksemplar hingga tahun 2007 lalu. Sebuah angka yang fantastis, yang selain memberikan keuntungan finansial tentunya rasa bangga dan nilai aktualisasi diri yang pastinya terpenuhi. Dengan membaca berbagai kisah sukses penulis bestseller di bidang nonfiksi di sini, mungkin kita bisa mengetahui potensi sebuah buku bestseller. Dari kasus buku ESQ ini juga kita seperti disadarkan akan potensi atau kekuatan buku sebagai penopang kesuksesan kiprah seorang trainer atau public speaker.

RCMBB mengupas secara detail unsur-unsur yang diperlukan oleh seorang penulis supaya dapat melahirkan buku bestseller. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman penulisnya sendiri dalam menerbitkan beberapa buku bestseller serta pengalaman para narasumber yang pernha diwawancarai. Bab-babnya pun disusun dalam rangkaian yang runut dan tidak meloncat-loncat idenya, antara satu pemikiran dengan yang lainnya. Memang, seperti dikatakan oleh penulisnya dalam Pendahuluan, buku ini memang lebih menonjolkan kiat-kiat praktis ketimbang uraian-uraian teoritis. Buku ini juga lebih ditujukan untuk memotivasi, menguatkan, dan menggerakkan agar setiap orang segera berani menulis buku.

Kelemahan buku ini menurut saya—kalau bisa dibilang sebagai kelemahan—terletak pada contoh-contoh pemaparan penjelasan setiap bab. Sebagai contoh, pada bab Menggali dengan Teknik Wawancara hanya dipaparkan sejumlah teknik wawancara yang menurut penulisnya bagus untuk digunakan. Namun, penulisnya tidak diberi contoh hasil dari teknik wawancaranya tersebut dalam bentuk lampiran atau kutipan wawancara dengan seorang narasumber. Padahal, salah satu basis penyusunan buku ini adalah wawancara dengan sekian banyak penulis sukses. Namun, karena dijelaskan di awal oleh penulisnya bahwa buku ini tidak bersifat teoritis dan lebih memotivasi sifatnya, kelemahan ini relatif masih dapat dimaklumi.

Bagi saya, akan lebih baik kalau buku ini memberikan penambahan contoh dan teori-teori penulisan pada bab-babnya sehingga pembaca bisa belajar lebih banyak mengenai teori menulis. Dengan demikian, kita bisa membuat gambaran secara utuh, baik dari segi kiat praktisnya maupun teorinya. Dengan begitu kita akan lebih lancar dalam membuat sebuah buku dan tidak kesulitan dalam mencari referensi teori menulis. Walau dugaan saya, posisi tidak memasukkan banyak teori itu mungkin sengaja diambil oleh penulis buku ini mengingat di pasaran telah beredar banyak buku yang mengupas berbagai teori dalam menulis, namun kurang dalam memberikan contoh-contoh praktis berbasis pengalaman.

Buat penulis ataupun pecinta buku yang mempunyai hobi membaca, buku ini sebaiknya kita baca. Kita akan semakin paham dan terdorong untuk meningkatkan kualitas buku kita, sekaligus memperbesar peluang menjadikannya bestseller. Sedangkan bagi para pecinta buku yang hobi membaca, mari kita bebaskan ide kita dengan mulai menulis dan tidak sekadar membaca buku saja. Karena, menurut Edy Zaqeus ternyata membuat buku bestseller itu tidaklah sulit. Yang jelas, setelah membaca buku ini, saya tersadar bahwa menulis buku bestseller dapat dilakukan oleh semua orang. Menulis buku bestseller? Rasanya Anda dan saya juga bisa![sn]

resep-cespleng-menulis-bukuDATA BUKU

Judul: Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller  Edisi Revisi

Penulis: Edy Zaqeus

Penerbit: Fivestar Publishing, 2008

Tebal: xxvi + 230 halaman

ISBN: 978-979-15887-1-3

Harga: Rp 50.000,00

Ctt: Pesan langsung dengan tandatangan dan ucapan khusus dari penulisnya hubungi 021-59400515/08159912074, atau pos-el: penerbitfivestar[at]gmail[dot]com atau edzaqeus[at]gmail[dot]com.

* Sofa Nurdiyanti adalah mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Suka baca buku cerita, nonton kartun Detective Conan, Bintang, dan tertarik dengan bidang sejarah, arkeologi, bahasa, budaya, dan politik. Tetapi, sekarang ia lagi “nyasar” ke bidang psikologi. Nur aktif menulis di sejumlah website kepenulisan seperti AndaLuarBiasa.com, Pembelajar.com, dan AndrieWongso.com. Saat ini ia tengah semangat berlatih untuk menjadi penulis dan trainer. Nur dapat dihubungi melalui pos-el: nurrohmah_06[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.3/10 (6 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 5 votes)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox