Buku adalah Dendam Saya!

aybOleh: Anang Y.B.*

Kapan terakhir Anda merasa sedemikian miskin dan tak berdaya?

Kalau saya, saat saya tak mampu membeli buku! Keluarga saya bukanlah keluarga yang teramat miskin. Biarpun Bapak saya (cuma) kepala sekolah SMP swasta dan Ibu saya guru SD inpres, tapi soal pendidikan dan biaya sekolah selalu ditempatkan di urutan teratas. Jadi, pantaslah bila sampai kedua orang tua saya tutup usia, kami sekeluarga belum pernah merasakan punya mobil. Ya, punya lima anak yang semuanya kuliah pastilah bukan beban ringan yang mesti disangga kedua orang tua saya.

Saya dan saudara-saudara saya selalu mendapat jatah uang transport dan uang jajan setiap bulan. Ini sudah menjadi kebiasaan sejak kami masih duduk di bangku sekolah dasar. Jatah saya saat sudah kuliah tak banyak. Cukup Rp 25.000 untuk beli bensin, makan siang, beli buku, dan fotokopi. Sangat sedikit? Ah, saya tidak memusingkannya.

Suatu ketika, ada satu buku wajib yang mesti saya punya. Saya ingat betul judul buku itu adalah Interpretasi Foto Udara. Sayangnya, buku itu tak terbeli dengan uang saku saya yang tak banyak. Buku itu terasa mahal bagi saya. Saat itu, tahun 1992 dan harga buku itu Rp 14.000, ya empat belas ribu rupiah. Andai saya mau meminta ke orang tua saya, pastilah mereka akan mengusahakannya. Entah dari mengambil jatah uang belanja, atau mungkin dengan menunda pembayaran cicilan sepeda motor. Tapi, saya memilih untuk tak menceritakannya. Kasihan.

Untunglah, di perpustakaan kampus buku itu ada meski sebetulnya juga menjadi rebutan. Saya berhasil memperoleh satu. Buku itu saya pinjam… saya pinjam lagi… dan lagi… dan lagi…. Setiap minggu saya datang ke perpustakaan untuk memperpanjang peminjaman buku itu. Dan, itu berlangsung terus hingga satu semester!

***

Kejadian itu membekas betul dan menyisakan satu dendam: Jangan sampai keturunan saya tak mampu membeli buku! Saya pun bersumpah untuk memiliki perpustakaan sendiri di dalam keluarga saya. Biarlah anak-anak saya terkenyangkan dengan buku yang berlimpah.

Dendam itu sudah terbalas. Saya sudah memiliki satu perpustakaan. Awalnya, buku-buku saya masih tersimpan di lemari setinggi pundak. Sekarang, saya sudah memiliki dua lemari setinggi dua meter yang penuh dengan buku. Dendam pada buku juga membuat saya ingin menyebarkan buku ke lebih banyak orang. Bila ada kawan yang menikah, saya pun menghadiahkan buku Mars dan Venus. Demikian pula bila ada rekan mendapat momongan, atau anak tetangga berulang tahun, buku selalu saya jadikan sebagai hadiah. Tak hanya itu, door prize untuk acara Tujuh Belasan, Natalan, dll, selalu saya wujudkan dalam bentuk buku.

Biarlah kebiasaan membaca buku menjadi habit bagi siapa pun juga.

***

Belakangan saya sadar, ternyata ada jalan bagi siapa pun untuk bisa memiliki buku murah atau bahkan gratis. Berikut ini beberapa tip yang bisa anda terapkan:

1. Kawinilah orang penerbitan

Tentu anjuran ini hanya berlaku untuk Anda yang masih lajang. Bila Anda sudah terlanjur kawin dengan orang nonpenerbitan, setidaknya berkawanlah dengan mereka. Istri saya, tanpa dinyana, bekerja di group penerbitan besar. So, setiap ada bazaar buku, pastilah dia selalu mendapat informasi lebih dulu. Tak hanya itu, sering kali obral buku juga dilakukan secara internal, hanya untuk orang dalam. Anda masih ingat bursa buku KKG dengan obral 5 buku hanya 10 ribu rupiah? Saya dan istri saya termasuk yang paling berkeringat berebut buku saat itu.

2. Berhentilah merokok

Andai sehari Anda menghabiskan sebungkus rokok seharga sepuluh ribu, cobalah berpuasa satu bulan, dan di akhir bulan tukarkanlah dengan satu set buku Robert Kiyosaki. Anda masih punya uang kembalian!

3. Berkawanlah dengan penulis

Banyak penulis dan penerbit yang butuh popularitas. Berkawanlah, tak peduli bila itu lewat email atau milis. Katakan bahwa Anda tertarik dengan bukunya dan siap untuk meresensinya. Lebih bagus lagi bila Anda punya blog khusus tentang perbukuan. Jennie S. Bev mengirimi saya buku elektronik lengkap berjudul Mindset Sukses Jalur Cepat Menuju Kebebasan FInansial . Saya pun membuatkan satu resensi yang terbaik yang bisa saya buat. Untunglah Jennie suka dan memberi saya bingkisan.

4. Carilah buku gratis di internet

Buku gratis banyak bertebaran di internet. Anda bisa mencarinya baik yang dalam format ebook maupun buku tercetak.

5. Belilah buku di internet

Ini tip terakhir. Cobalah sambangi toko buku online di internet. Cukup banyak toko buku online lokal bertebaran di internet. Carilah lewat Google. Sebagian besar di antaranya memberikan diskon kekal hingga sebesar 30 persen. Cukup menggiurkan, bukan?

Okey? Selamat berburu buku![ayb]

* Anang Y.B. lahir di Bantul tahun 1970. Ia dikenal sebagai penulis bergaya story telling yang memikat. Pria ini menyebut dirinya sebagai blogger yang geografer. Menjadi geografer memungkinkan dia untuk berkeliling Indonesia dan memperoleh banyak inspirasi menulis dari catatan perjalanannya. Seluruh kisah unik dan opininya dia tuangkan dalam blog beralamat di www.jejakgeografer.com, yang kini telah miliki lebih dari 500 cerita. Inilah yang mengasah kemampuan pria ini dalam menulis bergaya cerita. Anang dapat dihubungi melalui email: anangyb[at]gmail.com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 5.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

9 Responses to “Buku adalah Dendam Saya!”

  1. ws leo Says:

    Pakdhe Anang,
    luar biasa tulisan anda. setidaknya mengingatkan masa kecil saya saat saya kehausan bacaan, lalu saya pergi ke rumah anda untuk meminjam majalah Hai. Ternyata impian kutubuku itu tak pernah padam, sampai dendam terbalaskan.
    semoga masih ingat saya sebagai kawan lama yang punya hobi buku, majalah Hai dan Deni Manusia Ikan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. anang yb Says:

    Halo, dab!
    Wajah sampeyan makin mirip Bing Slamet!
    Nggak ngira kalau hobi kita utk selalu baca berujung pada kegemaran yg sama juga: nulis!

    Oh ya, kapan kita sama-sama lagi nyolong jambu dan dondong di samping pastoran?

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. melly kiong Says:

    Luar biasa Mas Anang, kebiasaan membaca itu sulit sekaliditularkan, padahal kita tahu bahwa membaca adalah jendela dunia. Sukses yah Mas, kalau bicara soal baca anda juga harus baca buku saya tentang pendidikan anak anak.he he

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Pelangi Kartika Says:

    saya tambahkan satu dua lagi:

    BELILAH BUKU BEKAS.
    Buku bekas isinya sama saja dengan yang baru. Selain itu, dia telah menjadi buku bekas, berarti paling tidak pernah laku dibeli orang.

    PINJAM DAN MINTA SAMA TEMAN.
    Banyak orang membaca buku biasanya hanya sekali, jarang baca buku, kecuali buku referensi, sampai berkali-kali. Kami banyak memperoleh sumbangan buku yang bermutu dari teman-teman dan orangtua anggota komunitas

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Amar Says:

    saya juga senang sekali baca buku, karena dulu saya juga sekolah dengan memakai buku yang dipinjam di sekolah, untuk buku tulis saya memakai buku-buku tulis bekas murid-murid mama yang udah tidak terpakai dan masih ada bagian kosongnya untuk menulis.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. Aling Says:

    salut…

    saya juga pingin memiliki buku-buku untuk bisa saya kirimkan ke http://tamanbaca.org, berhubung saya diluar negeri saya agak kesusahan untuk mendapatkan dan mengirimnya, saya baru ingat beli buku dionline…thanks buat infonya!:)

    Siapa yang berkenan berpartisipasi membantu anak-anak terpinggir untuk memiliki kesempatan untuk dapat membaca buku-buku silahkan kunjungi http://tamanbaca.org

    Thanks!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. Tuti Says:

    Keren mas…
    waktu saya masih SD dan ibu saya masih jualan sayuran di emper toko sekitar shoping, ibu sering membelikan majalah bekas untuk memuaskan nafsu saya membaca. sekarang setelah saya punya penghasilan sendiri.. saya juga akan puas2in membaca dan mencari buku2 terbaik

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. eddybiz Says:

    apek tenan Mas …. mesakake, trenyuh sekaligus menginspirasi dan membanggakan … jadi inget Film Laskar Pelangi ….

    Aku baru punya buku 1 almari. Itupun koleksi ku dan istriku …. he he he … pengen punya perpustakaan seperti sampeyan ..

    salam,
    Bosan Ganteng

    http://www.eddysetyawan.com

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. anang yb Says:

    Wah, mantap sharing dari teman-teman semua… Makasih sekali. Artikel saya menjadi lebih kaya dan inspiratif dengan banyaknya tanggapan dari teman-teman.

    Yuk, kita sebarkan virus “suka buku” kepada siapa saja yang ada di sekitar kita..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox