Home » Kolom Tetap » Bisa, Ala Biasa

Bisa, Ala Biasa

ggOleh: Gagan Gartika*

“Bisa ala biasa, sehingga apa pun bisa mahir dikerjakan asal terbiasa.”

~ Gagan Gartika

Meskipun Anda merasa bodoh atau kurang mampu, ketika menghadapi persoalan—tak perlu minder dan takut. Tapi kerjakan, sebab seorang yang tak bisa sekalipun, setelah mengerjakan pasti bisa, karena terbiasa. “Bisa ala biasa, kata isteri saya pede banget, saat meyakinkan dirinya agar bisa melaksanakan pekerjaan yang sulit sekalipun. Semboyan itu bisa mendorong seseorang yang belum bisa apa-apa dalam bekerja menjadi terbiasa bekerja, dan akhirnya mahir.

Saya mempunyai teman, Kolonel Tony Tambunan. Meskipun pangkatnya tinggi, ia keluar dari tentara dan beralih pada pekerjaan lain. Tentu karena mengerjakan sesuatu bukan pada bidangnya, yaitu berurusan dengan transportasi. Saat awal bekerja, ia tak bisa apa-apa sehingga sehari-harinya ia terus bertanya kepada bawahan agar pekerjaan yang merupakan tanggung jawabnya sebagai seorang manajer dapat dikerjakan. Meskipun sebagai pimpinan, ia tak malu bertanya pada anak buah. Misalnya, untuk mengetahui dokumen pengapalan, ia selalu menanyakan tentang persyaratan penerbitan dokumen, dukumen salah atau hilang, dan apakah perbaikan bisa menimbulkan masalah. Semua itu ditanyakan karena sebagai penandatangan Tony tidak mau bermasalah di kemudian hari.

Setiap hari Tony terus memelajari model bisnis sampai kepada model pengurusan dokumen. Ia memetakan persoalan secara keseluruhan soal pengiriman barang. Akhirnya, pekerjaan itu dikuasai karena ia menerapkan semboyan; bisa ala biasa.

Hebatnya, saat awal bekerja, hanya sebagai manajer, tetapi ketika ia pindah ke perusahaan lain, atau ditempat baru, Tony ini selalu dianggap sebagai seorang ahli transportasi sehingga dia diangkat menjadi seorang direktur perusahaan. Dan, orang baru disekitarnya menganggap dia piawai, apalagi didukung pangkatnya yang Kolonel, jadi semakin disegani.

Begitu juga bagi teman saya yang baru lulus perguruan tinggi, semula ia hanya sebagai mahasiswa PKL (Praktik Kerja Lapangan) dalam perusahaan pelayaran. Namun karena kegigihannya, ia menjadi ahli dalam menyandarkan dan melepas kapal. Dan berkat keahliannya, dia bisa bekerja di sana, dan bahkan sekarang tanpa dirinya perusahaan bisa sering kedodoran. Banyak kapal terhambat bongkar karena terlambat sandar. Banyak konsumen komplain dan biaya menjadi tinggi karena pengurusan dokumen terlambat. Anak muda ini bisa bekerja karena biasa. Bisa ala biasa.

Dalam mengurus perizinan di berbagai intansi pemerintah, misalnya saat mengurus STNK, KTP, surat-surat di Departemen Perdagangan, Departemen Kehakiman, Kantor Pajak, sering ada orang menawarkan jasanya agar mudah dan cepat pengurusan. Kita sendiri kadang sering kaku dan bingung dalam melakukan pengurusan. Banyak bertanya ke sana kemari, selain lambat akhirnya banyak biaya keluar. Tetapi melalui jasa mereka, yang terbiasa mengurus perizinan, selain biaya bisa ditetapkan segala urusan bisa cepat kelar. Mereka bisa mengurus cepat karena terbiasa. Jadi, bisa ala biasa.

Dengan begitu, kalau kita menerapkan semboyan bisa ala biasa dalam kehidupan, saat belajar atau saat ingin mendirikan usaha, kita akan cepat berhasil. Contoh, ketika kita melatih ingatan dalam mengembangkan vocabulary bahasa Inggris, memori kita akan kuat mengingatnya. Saat terjadi pemanggilan kata dan data tersimpan dalam memori akan cepat keluar. Selanjutnya, percakapan bahasa Inggris menjadi mahir karena otak pun kalau terlatih akan terbiasa berubah dan bertambah kuat. Bisa ala biasa.

Jadi, apaapun bisa dikerjakan dengan sukses karena kebiasaan kita dalam bekerja. Seorang sales akan jadi pedagang mahir karena terbiasa menawarkan. Seorang politikus akan pandai berkelit karena terbiasa berdebat. Seorang peneliti akan dapat menemukan sesuatu yang baru karena terbiasa meneliti seorang penunggang kuda. Pembalap, pemain sepak bola, akan bisa berlari kencang karena terbiasa bertanding. Seorang artis dan Master of Ceremony (MC) pandai berbicara karena biasa tampil di hadapan umum. Jadi, mereka bisa ala biasa.

Sehingga, bagi yang masih ketinggalan dalam berkeahlian, tak usah khawatir dan kerjakan terus. Lambat laun pekerjaan itu akan bisa dikuasai karena biasa. Begitu juga dalam memperluas jaringan, bagi mereka yang biasa bergaul, mereka akan mempunyai kenalan banyak dan relasi ada di mana-mana. Mereka akan mengetahui informasi baru dengan banyak teman sehingga tak akan lagi kesusahan dalam mendapatkan modal, meluaskan usaha, serta tak akan kesusahan dalam mencari solusi permasalahan.

Dalam hal permodalan, apabila orang berjejaring atau terbiasa bersilaturahmi dengan mereka yang memiliki dana dengan bunga pengembalian murah, mereka juga pasti mempunyai akses dalam hal mendapatkan dana. Dalam hal ini perusahaan perbankan, perusahaan pembiayaan, perusahaan leasing, penggadaian, asuransi, memang mereka ahli dalam bidang keuangan dan pendanaan. Mereka bisa menjadi perusahaan seperti itu karena tebiasa bergerak dan bergaul di bidangnya. Bisa ala biasa.

Dokter biasa membedah orang yang memiliki penyakit. Ia tak gentar dan pusing ketika harus memotong tangan orang, menyilet tubuh dengan berlumuran darah, karena memang sudah terbiasa. Pesulap bisa menghilangkan benda dan memainkan trik membuat penonton penasaran. Mereka pun bisa seperti itu karena biasa. Begitu juga mereka yang jadi pengacara, ahli pengurusan tanah, ahli beternak, ahli pertanian, keahlian tersebut timbul karena terbiasa. Jadi, bisa ala biasa.

Begitu ampuhnya prinsip bisa ala biasa bagi kehidupan seseorang. Maka, ketika saya menghadapi persoalan, saya sering tak berpikir panjang. Ketika ingin menguasai pekerjaan di mana saya terus saja mengerjakankarena saya yakin perkerjaan itu akan dapat dikuasai kalau sudah terbiasapekerjaan itu pun akhirnya saya kuasai dengan baik karena terbiasa.

Namun, tak semua pekerjaan dikerjakan sendiri karena keterbatasan waktu. Dalam hal ini saya akan menyerahkan pada ahlinya yang sudah terbiasa menangani pekerjaan. Begitu juga dalam menempatkan pegawai, saya sering menggunakan prinsip the right man in the right place. Menempatkan orang sesuai tempatnya agar pekerjaan bisa lancar. Bisa ala biasa.[gg]

* Gagan Gartika adalah Praktisi Silaturahmi Marketing (Simark), Pengusaha di bidang Forwarding, Transportasi dan Pengurusan Jasa Kepabeanan pada PT. Kumaitu Cargo dan PT. Penata Logistic. Ia pemilik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Bisnis (LPPB) Sinergi Indonesia. Pendidikan terakhir, S2 Manajemen dari Ibii. Selain itu pada dibidang pengajaran, mengabdi menjadi Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti, Jakarta. Email: gagan@kumaitucargo.co.id

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +4 (from 4 votes)

2 Comments

  1. Agus Handoko says:

    Bisa ala biasa.Saya sangat setuju.Intinya kita harus senantiasa belajar dan mau mencoba sesuatu yang baru.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. saya setuju pak!! Ala bisa karena biasa,….seperti saya yang sedang mencoba untuk belajar menulis, dan kata2 tersebutlah yang selalu diucapkan oleh mereka yang sudah lebih berpengalaman. Jadi yang tadinya saya agak takut untuk memulai sesuatu, menjadi lebih memberanikan diri untuk berekspresi menyalurkan apa yang ada dalam pikiran saya dalam bentuk tulisan. Terima kasih pak atas motivasinya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Komentar