Berhasil di Masa Krisis
Editor | Kolom Lepas | March 30th, 2009
Oleh: Lisa Nuryanti*
Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Tetapi, yang penting adalah, apakah setelah melakukan kesalahan dia menyadarinya, lalu mengubah sikapnya yang salah dan kemudian menjadi lebih baik?
Ruli bekerja di sebuah perusahaan yang sedang mengalami krisis. Pabrik yang biasa beroperasi penuh kini hanya beroperasi dua hari dalam seminggu. Bisa dibayangkan betapa sulitnya keadaan tersebut. Tetapi anehnya, Ruli justeru menuntut macam-macam dari perusahaan. Sampai-sampai, bagian SDM memanggilnya dan berusaha menjelaskan keadaan perusahaan. Tetapi, Ruli tetap merasa tidak puas.
Yang menjadi masalah adalah Ruli bekerja di bagian sales (penjualan). Sudah beberapa bulan ia gagal menjual produk perusahaan, sehingga target penjualan tidak tercapai. Selama ini, hasil penjualan Ruli juga tidak bagus. Hanya saja, kadang-kadang memang ada penjualan juga. Yah, kira-kira dua atau tiga bulan sekali.
Kebetulan, marketing manajernya sedang cuti melahirkan, sehingga tidak ada yang mengontrol Ruli. Tetapi, Ruli masih tidak merasakan adanya kesalahan dalam bekerja. Dia hanya menganggur, mengobrol, atau mengunjungi meja kerja teman lain untuk mengobrol.
Berbeda dengan Teny. Dia juga satu tim dengan Ruli. Dulu mereka memang agak santai. Tetapi, sikap Teny kini bertolak belakang. Melihat keadaan penjualan yang sangat jelek, Teny justru semakin rajin bekerja. Dia rajin menelepon dan melakukan follow up terhadap semua kliennya. Memang kelihatannya sia-sia, namun setelah sebulan lebih dia berusaha, ternyata mulai ada penjualan lagi. Hasilnya mulai terlihat.
Selama ini Ruli berpikir bahwa percuma berusaha karena dunia sedang dilanda krisis. Jadi, untuk berusaha pun dia sudah malas. Ruli merasa sulit. Ruli sudah kalah sebelum mulai berperang.
Berbeda dengan Teny, dia tidak peduli krisis. Dia maju terus. Buktinya, usahanya membawa hasil. Klien yang selama ini belum pernah membeli, tiba-tiba mulai melakukan pembelian. Sepertinya tidak mungkin. Tetapi memang sungguh-sungguh terjadi.
Melihat itu, Ruli bukan berubah. Dia malah iri terhadap Teny yang berhasil. Malah Ruli menunjukkan sikap menjauh dari Teny. Aneh. Melihat hal positif, dia malah menjauh dan menolak untuk berubah menjadi lebih baik. Padahal ada contoh bukti nyata yang memastikan bahwa apabila dia melakukan hal yang sama, maka usahanya tidak akan sia-sia.
Orang yang mau berusaha, mengubah sikapnya yang salah dan tidak kenal menyerah, pasti akan merasakan hasilnya. “Always try to do better, the results will be better!”[ln]
* Lisa Nuryanti lahir di Yogyakarta pada 21 Agustus dan alumnus Teknik Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung. Ia adalah Master Trainer dan President Director Expands Consulting. Berpengalaman bekerja di beberapa perusahaan, seperti PT Sandoz Biochemie sebagai Product Manager, di PT Tempo Scan Pacific sebagai Product Manager, di Sewu New York Life sebagai Branch Manager, serta delapan tahun menjadi International Director John Robert Powers, kini ia mengelola Expands Consulting dengan bidang bisnis Training SDM. Selain sebagai motivator dan master trainer soft skill, Lisa juga menjadi fasilitator di berbagai perusahaan training lainnya. Ia paling cinta dengan dunia training dan memberikan pelatihan personal development dan soft skill yang hidup, fun, dan aktif. Lisa dapat dihubungi melalui email: expands[at]cbn[dot]net[dot]id.
Leave a Reply