Bekerja dari Rumah Secara Efektif
Editor | Kolom Lepas | July 14th, 2009
Oleh: Anang, Y.B.*
Saat bekerja di kantor, mungkin Anda perlu mencuri-curi pandang untuk menonton acara infotainment lewat TV di sudut ruangan. Soal dorongan untuk berselancar di dunia maya pun terkadang musti kita tahan-tahan saat masih berada pada jam sibuk di kantor, khawatir bos tiba-tiba nongol di belakang punggung kita. Bahkan, untuk urusan kecil seperti mencomot makanan kecil yang kita bawa dari rumah, tak jarang kita musti mencari waktu yang paling pas. Yah, sederet kesenangan yang menggoda memang musti kita tunda saat semua orang berada pada sepenggal waktu bernama “jam kerja”.
Bagaimana halnya dengan bekerja di rumah? Hem, mungkin Anda akan berkata, wow... enak banget, tak seorang pun mengawasi saya! Mau nonton Oprah? Ayuk aja. Kita tinggal menyeret kaki barang satu dua langkah saja. Pingin membuka Facebook, chatting, nonton video klip di Youtube, ah... gampang. Toh semua kendali di tangan kita. Bahkan, kalau mau rebahan barang 15 menit, siapa bakal melarang?
Ups, jangan kebablasan dong! Coba ingat kembali tujuan Anda bekerja di rumah. Bukankah Anda memilih bekerja di rumah agar dapat bekerja lebih efisien di dekat keluarga? Nah, jangan cuma kata kunci “di dekat keluarga” saja yang ditonjolkan. Masih ada satu kata kunci lagi yang harus dipenuhi yakni “bekerja lebih efisien”. Tanpa perlu berdebat pun kita (walau malu mengakui) sadar kalau tontonan TV, kerling genit dari dunia maya, termasuk panggilan dari bantal lembut di samping Anda adalah godaan paling seksi yang bakal memerosotkan efisiensi kerja Anda di rumah. Niat mengecek e-mail yang awalnya kita toleransi dengan kalimat, “lima menit saja”, bisa membengkak menjadi satu jam dan tahu-tahu sudah mampir di Facebook teman. Keinginan untuk mengecilkan volume TV ternyata hanyalah alasan di bawah sadar untuk mengintip gossip terbaru di dunia infotainment.
Memang tidak semua orang bisa galak terhadap dirinya sendiri. Itulah sebabnya mengapa banyak orang justru menjadi tidak produktif saat bekerja sendiri tanpa diawasi, tanpa diingatkan terus, bahkan ada orang yang harus ditekan agar menghasilkan sesuatu. Moga-moga Anda tidak termasuk satu di antaranya, lebih-lebih bila Anda adalah seseorang yang bekerja di rumah secara self employed. Bekerja secara mandiri dan disiplin adalah satu tugas berat yang musti ditanggung bila Anda sudah memutuskan bekerja dari rumah. Tanpa perlu menunggu bel berdentang, Anda mesti tahu kapan harus mulai duduk di depan meja kerja Anda. Tanpa perlu dipelototi Anda pun mesti sadar kalau bekerja sambil membiarkan Yahoo Mesenger dan Facebook online, bakal membuat Anda tidak bakal bisa berkonsentrasi secara penuh. Anda patut menjadi bos yang galak bagi diri Anda sendiri.
Bekerja secara efektif di rumah bisa Anda mulai dengan membuat aturan main yang jelas. Tentu saja niatnya bukan untuk membuang kenyamanan, sebab bukankah kenyamanan adalah salah satu pendorong Anda untuk memilih bekerja dari rumah? Aturan main perlu Anda buat agar Anda memiliki alat ukur yang bakal menakar seberapa efisien Anda bekerja di rumah, seberapa kedodoran Anda menggunakan waktu setiap harinya, serta seberapa banyak Anda menghasilkan sesuatu dalam satu putaran hari.
Berikut ini sedikit tip yang sudah saya terapkan sendiri dan lumayan manjur. Semoga ampuh juga buat Anda:
1. Pastikan Anda akan bekerja berapa hari dalam satu minggu
Biarpun bekerja di rumah terbilang flksibel termasuk urusan mengatur waktu, tetapi Anda mesti tegas, hari apa saja Anda bakal bekerja sepenuh hari, dan kapan Anda akan “melepaskan pekerjaan” dan mengisi waktu dengan keluarga Anda. Cara paling pas untuk menentukan berapa hari musti bekerja di rumah adalah dengan menyesuaikan dengan waktu libur keluarga. Bila istri Anda bekerja lima hari dalam seminggu, dan Anak Anda pun libur sekolah pada hari Sabtu dan Minggu, maka patutlah bila Anda mengambil hari Senin hingga Jumat saja untuk bekerja seharian di rumah. Selebihnya Anda bisa berlibur dan mengabdikan waktu Anda untuk istri dan Anak Anda.
2. Pastikan berapa jam Anda bakal bekerja dalam satu hari
Jangan mau dicap sebagai penganggur terselubung dengan hanya bekerja sejam dua jam dalam sehari. Buatlah target layaknya manusia produktif lainnya. Taruhlah Anda sanggup bekerja 8 jam sehari, ya buatlah itu sebagai komitmen Anda kepada diri Anda sendiri. Taati komitmen itu secara tegas dan tidak kolokan biarpun tak ada satu malaikat pun bakal memeloroti Anda saat melalaikannya.
3. Pastikan berapa kali Anda akan beristirahat dalam satu hari
Bekerja layaknya kalong yang mengambil saat gelap tak ada matahari untuk bekerja mungkin saja bisa Anda lakukan. Tetapi bagi kebanyakan orang, pagi hari adalah saat paling efektif untuk bekerja. Secara pribadi saya terbiasa mengambil waktu kerja antara pukul 08.00-17.30 setiap harinya. Mengapa jam delapan pagi? Ya, karena pada jam segitu istri saya sudah berangkat ke kantor, anak-anak sudah dalam asuhan bapak-ibu gurunya, saya sudah puas dengan menonton berita pagi dan infotainment terbaru, perut sudah kenyang, dan… badan segar sehabis diguyur air dingin. Untuk istirahat, saya sengaja mengambil waktu satu jam mulai dari jam 13.00 dan bukannya jam 12.00 karena rasa lapar biasanya baru menyerang saat jam menunjukkan jam 13.00. Layaknya acara seminar, sore pun saya perlu mengistirahatkan otak barang 15 menit mulai jam tiga sore walau sekadar untuk mondar-mandir dari kamar ke halaman depan rumah, atau terkadang mencuil segelas es krim milik anak saya di kulkas.
4. Pastikan kapan saja Anda akan menengok internet
Menjauhkan remote control TV gampang saja dilakukan, tetapi menjauhkan internet yang menyatu dengan komputer sungguh mustahil dilakukan karena dari situlah nafkah saya berawal. Cara paling kompromis adalah dengan mengatur kapan kita musti berselancar di situs-situs penggoda seperti Facebook dan Gmail. Untuk sekadar mengecek e-mail, saya patok tigal kali sehari untuk menengoknya. Sekali saat mulai bekerja. Biasanya untuk mengetahui e-mail yang masuk hari sebelumnya yang terlewatkan. Cek e-mail kedua saya lakukan menjelang istirahat siang. Dan, cek e-mail ketiga menjelang saya mengemasi laptop di sore hari. Bagaimana dengan Facebook? Wah, ini juga biang penggoda. Pada awalnya jam bekerja saya begitu berantakan karena jeratan dari situs pertemanan ini. Untunglah lambat laun saya bisa menjaga jarak. Kini Facebook hanya saya buka saat benar-benar di luar jam bekerja saya. Entah saat jam istirahat maupun selepas jam resmi bekerja usai.
5. Pastikan apa saja yang Anda butuhkan saat bekerja
Tak cuma di rumah, di kantor pun banyak waktu kita terbuang sekadar untuk mondar-mandir mengambil kertas, membuat kopi, atau mengangkat telepon. Bila Anda sudah bertekad untuk bekerja secara efektif, pastikan semua yang Anda perlukan berada tak jauh dari tempat Anda duduk. Segelas air putih letakkan dalam jangkauan tangan Anda. Sebab sering terjadi niat mengambil segelas air berubah menjadi keasyikan menonton TV. Demikian pula mengenai alat tulis dan buku-buku yang mungkin Anda perlukan selama bekerja dalam sehari itu. Pastikan semuanya tersedia dalam jarak yang tidak perlu Anda beranjak dari tempat duduk.
6. Pastikan apa yang menjadi prioritas pertama
Delapan jam sehari terasa kurang untuk menyelesaikan pekerjaan dalam sehari? Ah, siapa bilang! Coba selidiki apa yang sudah Anda lakukan selama delapan jam di hari kemarin. Tulis semuanya dan dengan hati bersih coba Anda cek mana yang sebetulnya memang harus Anda lakukan di hari itu, dan cek juga mana aktivitas-aktivitas yang sebetulnya adalah sekadar aktivitas yang muncul secara spontan serta tidak mesti Anda lakukan di hari itu. Evaluasi atas hari kemarin menjadi patokan bagi Anda untuk mengisi aktivitas Anda di hari berikutnya dengan lebih terencana.
Nah, bekerja di rumah ternyata bisa juga dilakukan secara efektif, kan? Sebab biarpun dilakukan dengan santai berkaos oblong dan tanpa alas kaki, sudah semestinya bekerja dari rumah dilakoni dengan penuh kesungguhan dan profesional.[ayb]
*Anang Y.B. dikenal sebagai penulis bergaya story telling. Pria ini menyebut dirinya sebagai blogger yang geografer. Menjadi geografer memungkinkan dia untuk berkeliling Indonesia dan memperoleh banyak inspirasi menulis dari catatan perjalanannya. Seluruh kisah unik dan opininya dia tuangkan dalam blog beralamat di www.jejakgeografer.com, yang kini telah memiliki lebih dari 500 cerita. Anang dapat dihubungi melalui pos-el: anangyb[at]gmail[dot]com.

July 16th, 2009 at 9:51 pm
Sukses selalu ya Mas Anang.
July 17th, 2009 at 6:32 pm
Sukses juga untuk semua yg Mbak Fida tekuni! Doakan Indonesia kembali aman
July 21st, 2009 at 12:17 am
Wah, mantap sekali neh tipsnya..
LuarBiasa pak..bisa melatih kesadaran diri untuk menjadi tuan atas diri sendir, dan anak buah atas diri sendiri juga..selain itu meminimalisir kemunafikan pada diri dan orang lain…
Sukses Pak
Terimaksih
August 7th, 2009 at 5:04 pm
@Pak Adryan: Setuju Pak.., bekerja di rumah menjadikan kita tuan atas diri kita. Sukses juga untuk setiap karya bapak!
August 11th, 2009 at 5:15 pm
halo mas Anang…tulisannya mantap! terus berkarya mas…ketika garam sudah tidak asin lagi, ia akan dilempar dan diinjak orang, orang tidak akan menyalakan lentera dan menaruhnya di bawah gantang…
December 28th, 2009 at 1:54 pm
Bekerja di rumah sdh menjadi pilihan gaya hidul (life style). Bebas tekanan, dan bebas waktu untuk memlilih kapan untuk bekerja.
Emang ‘napa bekerja di rumah ya mas ..