Bangkit dari Krisis

Oleh: David Siagian*

“I was never myself discouraged or hopeless… When one theory was discarded, I developed another at once. I realized very early that this was the only possible way for me to work out all the problems.”

~ Thomas Alfa Edison

Dalam perjalanan hidupnya setiap orang pasti pernah mengalami krisis—baik karena persoalan yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar. Namun, apa yang membuat seseorang bisa cepat pulih, sedangkan yang lain membutuhkan waktu yang lama atau malah putus asa?

Optimisme dan upaya keras meraih kembali harapan tentu saja sangat diperlukan agar seseorang bisa keluar dari krisis. Banyak orang-orang besar, organisasi-organisasi, dan perusahaan-perusahaan high profile dunia pulih kembali dari krisis yang mereka alami setelah berupaya keras dan optimis meraih kembali visi awal. Mereka raih kembali cita-cita mereka dan memenangkan kembali kepercayaan publik. Namun tidak sedikit pula orang-orang, perusahaan atau organisasi sulit untuk berjalan kembali ke rel yang benar menuju sukses.

Merespon dengan cepat

Salah satu kunci keberhasilan mereka bangkit dari krisis adalah segera merespon krisis dan memperbaiki kesalahan. Thomas Alfa Edison awalnya adalah murid terbodoh di kelasnya dan ia selalu diejek oleh murid-murid lainnya karena kelemahan nalarnya. Bahkan ia dikeluarkan dari sekolah karena dianggap menyebalkan. Namun kita tahu bahwa Edison menjadi ilmuwan besar, dan penemuannya dinikmati orang di seluruh dunia hingga kini. Penulis-penulis besar pun mengalami hal yang serupa dengan kegagalan Thomas Edison. Mereka pernah ditolak. Tulisan-tulisan mereka pernah direndahkan dan diabaikan oleh penerbit hingga ratusan atau bahkan ribuan kali. Tentu saja kegagalan-kegagalan seperti ini adalah saat-saat krisis yang bisa menjatuhkan semangat berkarya. Tetapi mereka tetap optimis, mencoba lagi dan mencoba lagi hingga akhirnya menjadi penulis besar.

Menarik sekali jika akhir-akhir ini kita membaca dan mendengar bahwa perusahaan otomotif terbesar dunia, Toyota Motors Corp, mengalami krisis hebat setelah jutaan mobil mereka harus ditarik di seluruh dunia terutama di Amerika Serikat dan Eropa karena kegagalan sistem Toyota, yang bertumbuh pesat menjadi raksasa dunia mengalahkan General Motors, telah mengabaikan masalah kecil yang berdampak serius terhadap keselamatan penumpang. Yang patut disayangkan lagi mereka gagal merespon keluhan konsumen dengan cepat dan mengkomunikasikannya ke publik. Walaupun demikian bukan berarti Toyota tidak bisa bangkit lagi. Hanya saja cost yang mereka keluarkan akan semakin besar karena kelengahan mereka.

Jonathan Hemus, Kepala Konsultan pada perusahaan konsultasi Insignia Inggris mengatakan kepada AFP bahwa pemulihan akan semakin cepat jika krisis segera direspon. Sebaliknya ia menambahkan, “Pemulihan akan lebih sulit jika Anda memulainya dengan buruk dan menunda untuk bertindak.”

Jika sebuah organisasi atau seseorang bertindak cepat menangani krisis dalam beberapa hari pertama, maka organisasi itu akan merasa lebih positif kemudian hari, kata Hemus. Namun jika orang atau organisasi itu baru bertindak setelah seminggu atau lebih, maka masalah akan semakin sulit.

Penarikan kendaraan-kendaraan Toyota beberapa bulan terakhir ini telah merusak imej produsen mobil terbesar di dunia itu. Raksasa Jepang itu telah menjadi sorotan semenjak Januari terkait dengan berbagai kesalahan teknis yang telah menyebabkan penarikan kendaraan lebih dari delapan juta kendaraan di seluruh dunia. Namun ketika perusahaan itu menghadapi krisis terbesar dalam sejarahnya, para analis optimis bahwa reputasinya tidak akan jatuh sama sekali.

Presiden Toyota Akio Toyoda harus diingatkan bahwa beberapa perusahaan high-profile di masa lalu juga bisa bangkit dari keterpurukan, bahkan kadang-kadang krisis yang mereka hadapi justru memperkuat posisi mereka di masa depan dan dalam jangka waktu yang lama. Hanya Toyota bergerak lambat dalam merespon krisis yang dihadapinya bahkan Toyoda, 53, presiden Toyota, menghindar dari publik selama dua pekan setelah penarikan kendaraan mereka di AS. Mereka juga lamban merespon keluhan kosumen, “sehingga saya kira Toyota dalam posisi sulit saat ini,” kata Hemus.

Krisis yang dialami Johnson & Johnson’s, perusahaan obat AS, terkait dengan produk pil mereka yang terkontaminasi dengan Tylenol di awal 1980-an bisa bangkit kembali dan menjadi pahlawan, kata para pakar industri Public Relation.

Ketika delapan orang meninggal setelah meminum obat penawar rasa sakit cyanide-laced, perusahaan itu melakukan penarikan massal dan melakukan kampanye media secara besar-besarann untuk memperkenalkan paket ganti rugi dan memberikan pengganti secara grastis kepada para konsumennya.

Tindakan Ideal

Berbeda dengan Johnson & Johnson’s yang bertindak cepat melakukan penarikan produk bermasalah, sebaliknya Toyota dikecam karena bergerak sangat lambat dalam merespon keluhan konsumen.

Nama besar seperti Coca-Cola dan Exxon Mobil pun tidak luput dari krisis atau kegagalan. Namun mereka, sama seperti Toyota saat ini, mendapat kecaman di masa lalu karena lambannya merespon publik, walapun demikian mereka berhasil memperbaiki reputasi mereka kembali.

“Jelas, situasi seperti Johnson & Johnson–dimana mereka bereaksi dengan sangat cepat, dimana mereka bersiap siaga, merespons dan mengkomunikasikan masalah dengan cepat dan terbuka—adalah tindakan yang ideal,” kata Deborah Hayden dari Kreab Gavin Anderson Jepang.

Krisis yang alami Thomas Alfa Edison ditanggapi ibunya dengan cepat. Edison tidak dibiarkannya jatuh dalam kegagalan tapi dengan sabar ia telah membngkitkan semangat sang anak. Edison pun, kemudian, menjadi orang besar yang akan dikenang oleh setiap orang di saat menghidupkan lampu listrik. Baginya semakin banyak mengalami kegagalan akan semakin dekat dengan keberhasilan. Bukan tidak mungkin saat ini kita mengalami krisis atau kegagalan, tapi yang penting adalah bagaimana merespon krisis tersebut.[ds]

* David Siagian …

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 6.1/10 (8 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +4 (from 6 votes)

2 Responses to “Bangkit dari Krisis”

  1. ione Says:

    makasih tas infonya

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  2. Cynthia Mesayu Says:

    Thanks buat artikelnya… Membangkitkan semangat yang sedang down.. :D

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: -1 (from 1 vote)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox