9 Resep Cespleng Menjadi Ibu Rumah Tangga Bahagia dan Sejahtera

drOleh: Dewi Rhainy*

Kadang-kadang, kita sebagai ibu rumah tangga ada rasa seperti ini, “Kenapa kok aku cuma begini-begini saja, ya?” Atau, “Duh, bolak-balik cuma ngurusin anak sama suami saja!” Atau lagi, “Coba kalau dulu aku tetap kerja… Ehm…pasti deh enggak kayak gini!”

Setiap muncul “sang rasa minder” itu, badan jadi lemas tak bertenaga, tak bersemangat, dan semua terlihat buruk. Dan biasanya, rumah jadi berantakan, anak-anak tidak terurus…. Malah lebih buruk lagi, penampilan jadi semerawut karena jadi malas mandi hahaha….

Hampir semua orang, di dunia ini—terutama ibu-ibu rumah tangga yang full-time mengurus rumah dan anak-anak seperti saya—pernah mengalami hal seperti ini, termasuk saya (saya tahu hal ini dari curhatnya teman-teman saya yang juga memilih profesi menjadi ibu rumah tangga). Karena minder, dulu biasanya saya menunggu sampai ada sahabat yang menegur. Saya pun harus berusaha melewati masa-masa minder dengan bersusah payah. Tetapi sekarang, tidak lagi…! Mau tahu resepnya?

Mudah-mudahan resep saya ini bisa dipakai oleh semua sahabat yang sedang merasa just the ordinary housewife. Atau, mungkin malah sahabat yang desperate housewife hehehe.… Resep ini hanya berdasarkan pengalaman saya semata. Jadi, jika terasa biasa-biasa saja atau tidak bermutu, maaf, saya hanya berusaha sedikit berbagi.

Resep pertama, jangan pernah membandingkan suami, anak-anak, dan rumah yang kita miliki dengan suami, anak-anak, dan rumahnya ibu-ibu lain. Karena seperti pepatah “rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau”, suaminya ibu-ibu lain pasti terlihat lebih ganteng dari suami kita yang setiap hari kita lihat hehehe…. Sadari bahwa suami, anak-anak, juga sahabat-sahabat Anda hanyalah manusia biasa. Mereka punya kelebihan juga punya kekurangan, sama seperti Anda.

Jadi, jangan terlalu berharap mereka akan sempurna seperti yang Anda harapkan. Maklumi saja…. Dan, yang paling penting adalah bagaimana caranya kita menjadi istri yang baik, yang dapat dipercaya oleh suami dan anak-anak, tanpa menuntut mereka terlalu banyak.

Resep kedua, jangan pernah mengeluh, karena keluhan bukannya menyelesaikan masalah, malah makin membuat kita merasa “terpuruk”.

Resep ketiga, STOP menonton sinetron! Karena, walaupun kadang berdasarkan kisah nyata, sinetron akan membuat kita makin tidak berpijak ‘di dunia nyata’. Kalaupun mau menonton televisi, cari acara-acara yang ‘positif’ seperti acaranya Oprah Winfrey mungkin. Di acara itu kadang-kadang ada cerita tentang perjuangan seorang ibu yang anaknya divonis tidak dapat berjalan, ternyata dengan keyakinan dan kerja keras serta doa sang ibu malah vonis itu tidak berlaku. Dengan kisah-kisah seperti itu, mungkin kita dapat lebih bersyukur karena ternyata ‘di luar sana’ banyak orang yang tidak seberuntung kita.

Resep keempat, perbanyaklah membaca, bukan hanya resep-resep makanan sehat yang membuat suami betah di rumah, atau membuat anak-anak sehat saja. Bukan hanya buku-buku tentang mengatur bagaimana supaya gaji suami cukup untuk dihabiskan sebulan. Tetapi bacalah juga buku-buku yang isinya ‘memotivasi’ kita untuk lebih percaya diri. Contoh, buku-buku kisah sukses ordinary people yang berubah menjadi extra-ordinary people, melalui hobi mereka menulis, hobi mereka belanja, dan lain-lain.

“Gimana mau beli buku? Wong untuk belanja lauk sehari-hari saja mesti diirit-irit?” Nah, ini dia… Jawabannya adalah pinjam sama tetangga (kayak saya). Atau, baca buku di rumah baca sambil menunggu anak-anak pulang dari sekolah. Yang lain, mendaftarlah jadi anggota perpustakaan terdekat dengan sekolah atau rumah.

Resep kelima, perbanyaklah peduli pada orang-orang yang ‘kelihatannya’ lebih susah dari kita (saya bilang ‘kelihatannya’ karena kadang yang kita lihat susah, ternyata bisa lebih bahagia). Contohnya, pembantu rumah tangga kita yang harus meninggalkan anak-anaknya di rumah untuk membantu mencuci atau membersihkan rumah kita. Resep ini hampir sama dengan resep ketiga, intinya adalah ‘menyadari bahwa ada orang lain yang lebih tidak beruntung dari diri kita.

Resep keenam, banyak bersedekah karena bersedekah membuka jalan yang tertutup. Bukannya sombong, lho! Tetapi, setelah saya bersedekah, biasanya lalu ada ‘sesuatu yang baik’ yang terjadi pada diri saya, anak-anak yang sakit jadi sembuh, dapat rezeki ‘tambahan’ yang tidak terduga, atau hal-hal baik lainnya. Lagi-lagi ini maaf, berdasarkan pengalaman pribadi saya, lho ya… Tetapi, bukankah semua agama di dunia ini menganjurkan kita untuk bersedekah/berbagi?

Resep ketujuh, buat hobi baru. Yang senang membaca, coba belajar untuk menulis. Yang senang menjahit atau memasak, coba tawarkan jahitan atau masakan ke tetangga-tetangga. Siapa tahu setelah coba-coba malah menghasilkan sesuatu. Bukan hanya meningkatkan rasa percaya diri tetapi juga menambah penghasilan.

Resep kedelapan, bergabunglah dengan kelompok-kelompok kegiatan yang anggotanya ibu-ibu rumah tangga. Atau, buat kelompok sesama ibu rumah tangga yang berhobi sama, misalnya kelompok ibu yang senang menanam, kelompok membaca, kelompok menulis, dan kelompok memasak, tetapi jangan kelompok arisan ya, hehehe…. Sehingga, kita bisa saling bertukar pendapat, bertukar pengalaman, dan saling menyemangati.

Resep kesembilan, dan ini adalah resep paling manjur (buat saya), BERSYUKURLAH kepada ALLAH. Dengan bersyukur atas segala karunia-Nya dalam setiap keadaan, susah maupun senang, semua masalah akan terasa ringan. Semua kendala pasti akan terlihat pemecahannya, semua rasa minder akan sirna, karena ternyata Allah pasti akan memberikan ‘hanya’ yang terbaik buat kita umat-Nya. Dan, bersyukurlah karena kita ditakdirkan menjadi ibu rumah tangga, yang dari tangan-tangan kitalah terbentuk generasi mendatang yang lebih baik.

Semoga resep saya manjur juga ya buat Anda. Salam Pro Ibu Rumah Tangga![dr]

* Dewi Rhainy lahir di Koln, Jerman Barat, pada 18 November 1970 dan alumnus Teknik Industri Universitas Trisakti, Jakarta. Ibu rumah tangga dengan dua orang putra-putri ini tinggal di Graha Pratama Blok V11 No.23, CitraRaya, Tangerang. Ia dapat dihubungi di pos-el: alauddino[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.7/10 (55 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +42 (from 44 votes)

42 Responses to “9 Resep Cespleng Menjadi Ibu Rumah Tangga Bahagia dan Sejahtera”

  1. anang yb Says:

    Artikel keren, mbak!
    Salam kenal dari full-timer bapak rumah tangga :D

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 2.3/5 (3 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +9 (from 9 votes)
  2. Umamah Says:

    Artikel yg sgt bgs. Perlu di terapkan di hdpku. Thank’s mbak..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  3. Lusi Says:

    artikel ini saya buka ketika saya melihat sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin,ada timbul rasa iri tapi kenapa dia bisa kenapa aku tidak,saya terjebak dalam suasana ibu rumah tangga, thanks mbak, semoga saya bisa menerapkan receipe itu

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: -1 (from 3 votes)
  4. Tami Says:

    Hidup adalah pilihan…walau awalnya saya merasa ‘terjebak’ menjadi IRT…bukan pilihan..11 tahun mjd seorang IRT…membuat saya justru belajar banyak hal yg dulu tidak sempat saya lirik. Dukungan dan pengertian dari suami sangat membantu …Ayo…bangun bangsa ini dari keluarga…dan Ibu adalah ‘PJ’nya…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 1.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  5. Anggita Says:

    Saya Baru jadi Ibu Rumah tangga 2 tahun..sedang bingung memilih kerja atau di rumah. maunya di rumah urus anak dan suami. tapi orang tua berpikir berbeda..yah, banyak orang menganggap pekerjaan ibu rumah tangga itu rendah. termasuk ibu saya pun berpikir begitu. dan itu membuat saya makin tidak nyaman dengan kehidupan saya..bukan malah bersyukur.. kelak saya ingin membuat anak perempuan saya menjadi ibu rumah tangga yang baik.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +4 (from 6 votes)
  6. tabitha Says:

    saya sudah 10 tahun menjadi IRT,ketika berhenti bekerja karir sedang baik..namun kecintaan untuk menjadikan anak menjadi baik mengalahkan segalanya.Dengan dukungan suami dan cinta anak-anak saya justru semakin ingin belajar memberikan yang terbaik untuk keluarga agar mereka (anak-anak) kelak dapat juga memberikan sumbangsih yang baik bagi keluarga,lingkungan..dan bangsa ini…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 3.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +4 (from 4 votes)
  7. miranti Says:

    saya sedang mengalami kejenuhan yg ‘luarbiasa’ sebenarnya, karena merasa tidak berkembang, setiap hari hanya melakukan hal yang itu2 saja..dan merasa ‘terjebak’.
    selama ini saya seperti menghukum diri sendiri karena merasa seperti itu, saya merasa menjadi ibu yg payah karena diluar senyum2, tapi dalam hati mendongkol karena bosan..
    setelah membaca artikel ini, saya baru sadar, ternyata rasa bt yang saya alami itu human, dan banyak orang juga mengalami hal yang sama..
    mungkin tidak ada salahnya untuk sedikit memanjakan diri sendiri. kasarnya..mundur selangkah untuk maju lebih jauh..’isi’ dulu jiwa kita, dan beri lebih banyak lagi untuk keluarga..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  8. nanda vio Says:

    Saya br menikah 3 bulan, tp rasanya menjadi ibu rumah tangga yg baik itu susah sekali. Saya jg seorang karyawan swasta yg pulangnya sama sore dg suami saya. Tp sampai d rumah dia bisa lebih banyak istirahat, sdgkan saya msh hrs masak, beres2 rumah. Saya iri dg suami. Saya jenuh. Mg saya dpt menerapkan masukan2 ini, dan jd lebih baik..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  9. rahasiarumahtangga Says:

    Ada satu lagi yang bisa jadi tips cespleng : yaitu : mengingat kematian, agar tidak terlalu frustasi dengan kenyataan yang tidak sesuai harapan

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 4 votes)
  10. subhandi Says:

    yang kesembilan, ane suka banget bu. Ya ALLAH kuatkan hamba agar bisa istiqomah bersyukur dan yakin semua yang terbaik dari ALLAH..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  11. noname Says:

    bagus,bagus

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  12. rina Says:

    per 1 juni 2010 ini saya akan menjadi ibu rumah tangga (Full Time Mother). pilihan hidup!!!…
    saya adalah ibu dari 2 orang anak, putra dan putri. selepas kuliah sampai dengan sekarang, saya sudah menjadi wanita bekerja. setelah mempertimbangkan selama kurang lebih satu tahun ini, kami (saya dan suami) memutuskan untuk saya fokus kepada anak2 dan keluarga. Ya Allah.. aku mohon padamu, berkahilah pilihanku ini, dan jadikanlah kami orang2 yang selalu bersyukur kepadaMu Amiiin Ya Rabbal alamiiiin

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  13. ucrit Says:

    Baru saya baca artikel ini,bagus banget mbak..dari kesembilan resepnya yang paling ampuh adalah yg bersyukur kepada allah…
    Satu lagi mbak mgkn tambahan,adalah ikhlas..sulit banget mbak untuk menjadi ikhlas menjalani hidup rumah tangga,aku aja yg baru dua tahun rasanya udah jenuhh banget..salut deh buat IRT yg menjalaninya berpuluh2 tahun…
    Tapi jujur kalo boleh memilih,kalo aja orgtuaku mau jaga anakku,aku lbh memilih bekerja,bukan materi yang kucari,tapi lbh ke aktualisasi diri,menurutku kalo kita bekerja,ada yg bisa kita ceritakan k anak apabila anak sudah besar,dan anak juga jadi lebih bangga,mamaku kerja disini…
    Dengan bekerja kita juga bs lbh punya wawasan luas dan dihargai,terutama sama pihal keluarga suami…
    Aku memang belum ikhlas sepenuhnya menjalani kehidupan IRT ku,krn ada beberapa hal yg membuatku makin terpuruk dan menyesal,knapa aku harus berhenti kerja?hanya krn sindrom mama baru
    Toh,aku skarang menjadi org yg sgt biasa,malah kalo aku berkaca,apa bedanya IRT dan PRT?sama kucelnya,sama capeknya,dan kadang tak dihargai sama sekali..
    Mohon maaf jika comentku ada yg tidak berkenan bagi yg membacanya..
    Tapi aku tetap mohon doanya ya..biar aku bs lbh ikhlas utk jd IRT…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 3.3/5 (4 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +6 (from 14 votes)
  14. rita rismiyanti Says:

    ternyata kita senasib ya mbak…kalau pertanyaan teman yang engga sengaja ketemu,bisa dijawab hanya dengan senyum.tapi kalau pertanyaan dan tuntutan orang tua yang tidak ingin sarjana kita sia sia gimana ya?oh ya saya ibu dari 3 org anak loh.sehari hari ya di rmh.malah skrg lagi program nambah lg.he..he..he..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 1.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  15. disar Says:

    saya seorang ibu rmh tangga yg kadang2 jenuh dengan keadaan (soalnya baru lulus kuliah blm sempet kerja dah d ajak kawin jd blm ngerasain kerja)hehee…tp alhamdulillah sama suami d fasilitasi internet jd lumayan buat mengusir jenuh.makanya bisa baca resep cespleng ini.makasih ya mba….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 2 votes)
  16. Dian Says:

    Hai.. Salam kenal.. Ak juga baru setahun jd IRT murni.. Kputusan jd IRT krn ngikuti suami ke luar kota n gk tega ninggalin anak2,ce 4thn n co 15bln, cm ma pembantu. Sebelumnya tinggal ma ortu,jd meski pul ker slalu lbh dr jam 18.00 gk tlalu menjadi masalah krn anak gk cm ma pembantu. Klo d kota lain gk da yg ngawasi. Ak gk mau anakku jadi lebih dekat dengan pembantu. Lagian kerja sbg teller bank BUMN sperti jarang libur… Jadi Bissmillah.. Ak putuskan resign thn kmrn. Baca resep ini membuatku dapat tambahan suplemen untuk menjadi IRT yang baik. Semoga ak bs menjadikan anak-anakku jadi manusia yang taat pada agama dan berguna bagi masyarakat dan bangsa. Semoga pilihanku menjadi IRT semakin mendekatkanku pada ridho dan cinta Allah SWT. Amin.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  17. bunda rita Says:

    ass wr wb. salam kenal dari bunda rita, mbak makasih artikelnya buat saya semakin bersemangat menjadi ibu rumah tangga yang baik. sebelum membaca artikel mbak, yang saya pikirkan hanya pekerjaan saja kurang terfokus untuk anak-anak dan suami, tp alhamdullilah setelah baca artikel ini mata hati saya terbuka untuk selalu bersyukur kpd allah karena diberi kepercayaan untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik. terima kasih mbak.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  18. Anti Says:

    Very good

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  19. PV Says:

    TIPS NYA OKE

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  20. AYANK Says:

    BAGUS JUGA BU RESEPNYA,SAYA SUKA BU DAN AKAN SAYA PRAKTEKKAN

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  21. linda Says:

    salut banget dengan artikel mba’

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  22. umi Says:

    sebagai ibu kita harus cerdas, bisa ngurus rumah tangga sekaligus bebisnis di rumah, ya itung2 buat nambahin jajan anak, paling engga kerjaan ini ga menyita waktuku bersama keluarga aq tetap bisa menjaga anak dan dapat penghasilan pula, coba deh kawan di intip kali aza cocok…..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  23. siti Says:

    memang benar apa yang dikupas dalam artikel ini.adang saya merasa cuma saya sendiri yang jenuh dengan rutinitas sebagai ibu rumah tangga,tapi ternyata ada berjuta-juta wanita di dunia ini yang merasakan hal yang sama.Tips ini banyak membantu..trimakasih ya….tapi point yang terakhir adalah penentu bagaimana qta bisa merasakan nikmat yang sangat luar biasa menjalani kesempatan menjadi seorang ibu rumah tangga…:)

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  24. Indri Says:

    Bagus juga Bu Artikelnya,smoga para Ibu rumah tangga bisa mengerti dan memahami akan keluarganya masing-masing

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  25. Siti Roizah Says:

    Ibu rumah tangga adalah profesi yang sangat mulia. Ibu juga bisa beraktualisasi diri tanpa meninggalkan kewajiban. Punya karir, penghasilan jutaan rupiah dan banyak teman, hanya dari rumah saja. Gabung yuk, Bu, bersama dBC Network! Di sini Ibu bisa dapet penghasilan bulanan dan karir yang keren sambil menemani anak-anak bermain dan belajar di rumah. terimakasih

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  26. Jazimah al-Muhyi Says:

    Seneng banget baca tulisan ini. Seneng banget juga baca komentar-komentar yang bermunculan. Seneng banget membaca bahwa ada banyak perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga full time dengan segala resikonya (tidak bergaji, berstatus sosial rendah, etc). Demi mengupayakan yang terbaik untuk anak-anak, demi mempersiapkan generasi yang tangguh. Bismillah!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  27. indah Says:

    iya syukur…masih banyak yg hidupnya lebih prihatin dr kita..pengalaman aq adalah aq hrs berhenti kerja krn ikut suami ke luar negeri..disini saya lebih melow lg karena jauh dr keluarga , teman-teman, tapi justru cinta suami semakin besar dan penghargaannya semakin tinggi stlh saya full dedikasi utk suami dan anak dia bilang “perempuan itu adalah ratu di rumah, jika ratu di rumahnya lebih sering di luar maka tidak ada ratu yang ada hanya perempuan biasa”
    kadang saya jenuh tapi saya bahagia dengan semakin banyaknya waktu utk ibadah, suami, dan anak terlebih lagi tabunganku untuk akhirat lebih banyak drpd saat aq bekerja

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (2 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +4 (from 4 votes)
  28. Viena Says:

    Bagaimanapun keluarga adalah orang yang paling berharga buat kita..so menjaga keluarga adalah pekerjaan dengan cinta…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  29. elly ernawati zain Says:

    keren mbak

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  30. icha Says:

    super sekali mbak..hehe..kebetulan aq jg lagi kena sindrom “desperate housewife”..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  31. ibu prana Says:

    Saya suka sekali dg artikel ibu. Sgt bermanfaat untuk saya.Saya irt sejak saya menikah dg suami. saya seringkali mengalami jenuh luar biasa menjadi irt. Tp alhamdulilah saya punya ketrampilan menjahit.Rencananya saya akan membuat sprei dan baju2 untuk aktualisasi saya, menambah pede saya sbg irt.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  32. Maria Says:

    Paasss banget!!!…aku baca artikel ini memang sedang merasakan rasa jenuh yg teramat sangat!…11 thn bekerja, selepas kuliah lsg kerja, begitu pindah kota mau tak mau harus resign karena berat rasanya kalau anak2 hrs dimomong sepenuhnya sm pbantu tanpa pengawasan dari ortuku..dan skrg sdh setaun lebih aku menjalani tgs sbg IRT seutuhnya…kadang terbersit jg ingin bekerja lagi krn bosan jg dirumah dgn rutinitas yg itu2 sj…tapi setiap kali keinginan itu terlintas, dua wajah lucu & polos malaikat kecil ku kembali mengurungkan niatku utk bekerja lg…Ya Tuhan mohon beri kekuatan dan kesabaran yg luar biasa, agar hambaMu dpt menjalani peran sbg Ibu yg baik untuk kedua malaikat kecilku ini..Amin.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  33. veronica Says:

    Sebenarnya saya sendiri menginginkan posisi sbg IRT,saat ini saya adalah ibu bekerja dg jam kerja yg hanya 1 hari libur,shg waktu dgn anak terasa kurang,apalagi anak saya yg ke3 msh bayi.Hal ini mendorong saya utk segera resign dr tpt kerja yg sudh saya jalani 9thn lebih.Namun setelah suami mengijinkan utk saya resign,malah skrg saya yg galau hehehe krn tar takut BT dll..semoga keputusan saya utk resign tahun ini bisa terlaksana n kelak jd IRT yg baik n tetep bisa mengaktualisasikan diri.aminn

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  34. lina Says:

    Skarang sya sudah berhenti kerja dan sudah 9 bln jd IRT ,,terkadang saya merasa bosan dan jenuh dirumah,,,’krena sya 8 th bekerja dan sya sbnernya orang yg sngat mencintai dngan pekerjAaan,,,sya memilih resign krena sudah tdk cocok dngan atasan ditambah lagi dengan status perusahaan yg sya jalanin,,,,terpikir oleh sya kadang rasa menyesal itu ada karena sebulan sya resign itu bonus dri perusahaan lumayan woowww ,,,,mungkin klo skarang sya msh kerja saya sudah bisa membeli mobil ato rumah petakan heheheheh….tp rasa menyesal itu sya anggap hanya bisikan setan….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  35. dian Says:

    saya menikah ketika umur sudah 40 tahun. usia nikah saya baru 2 tahun ,sebelumnya 20 tahun lebih sudah pengalaman bekerja dan wirausaha…., niatnya sich tetap produktif bekerja tapi karena berpikir ingin punya anak saya full time house wife , sempat jenuh juga di dirumah saja tapi sekarang mulai bisa menikmati, tapi saya masih belum punya anak juga jadi bingung apa saya harus wirausaha /kerja lagi atau tidak…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  36. nur rokhmah Says:

    Sata ibu rumah tangga yg ingin bahagia. Usia perkawinan saya baru 5bulan. Saya butuh teman seprofesi untuk sharing. Please send youre message to nearyeohmuach@gmail.com
    So thanks all :)

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  37. asmi Says:

    Aq baru menikah satu bulan dan langsung ikut suami ke luar Jawa. Jauh dr ortu, saudara, sahabat n teman. Menjadi irt jelas bukan pilihan. It sebuah keharusan yg harus dijalani. Tempat krja suamiku ada dsebuah pulau yg jauh dr kota. Perlu waktu brjam-jam untk smp di keramaian. Listrik menyala hanya di malam hari. Tempat baru, suasana baru dan tetangga baru dg keadaan trbatas bnar2 membuatku merasa terisolasi. Tak jarang aq ingin kembali ke Jogja dan bekerja. Tapi rasa cintaku kpd suami membuatku untk ttp brtahan. Kadang ku ingin kembali ke masa2 dulu. Di mana aq bebas bekerja dan pergi kemana saja. Karna selepas sekolah aku langsung bekerja dan memutuskan berhenti sbulan sblm menikah. Menjadi irt sring x mmbuatku merasa bosan. Aplg aku blm memiliki anak. Jadi stlh smw pkrjaan rmh tangga slse ku hny trdiam menunggu suami plng. Pngn buka usaha ttpi msi bingung usaha apa. Mudah2an ku diberi kesabaran. Amien

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  38. ve Says:

    Trims mba, tulisannya… Wooke BGT,,, sangat membantu saya mengurangi Mom Sindrome + IRT

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  39. erni Says:

    assalamualaikum, alhamdulillah, saya ibu dengan dua anak, sejak anak pertama umur 3,5 tahun menjadi IRT murni. awalnya bingung, gundah, dan merasa terlalu banyak waktu luang. namun akhirnya keenakan di rumah, ternyata jadi IRT murni menyenangkan, ga dikejar deadline, ga dimarahi atasan, gak wajib lembur kalau kerjaan blm kelar.
    akhir akhir ini mulai kepikiran untuk kerja, sekedar mengisi waktu, namun suami tidak mengijinkan, jadi agak kesal karena merasa suami memaksa agar tinggal di rumah, dan membuat saya tidak mandiri secara finansial
    namun setelah membaca artikel ini, saya mulai terhibur, dan kembali meneguhkan niat untuk mengantar anak anak dan menyertai tiap langkahnya. toh sebenarnya dulu saya yang memutuskan untuk berhenti bekerja, karena lelah dengan tekanan di kantor.
    mungkin benar rumput tetangga lebih hijau…, kalau melihat teman teman yang bekerja sepertinya mereka memiliki dunia yang lebih luas dan lebih membahagiakan dibanding dunia seorang ibu rumah tangga seperti saya. dan kadang saya lupa dengan hal hal kecil,yang luar biasa, tawa anak anak, dan kemanjaan mereka. padahal ternyata saya memiliki tiap detik waktu yang tidak dimiliki oleh ibu bekerja. saya lebih dicintai anak anak, hal yang dulu berkebalikan pada si sulung,karena ia saya titipkan pada mbahnya.
    semoga dengan ini, saya menjadi lebih bersyukur dan berbahagia…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  40. maah Says:

    Trumaksh stelan mmbca ini hti sya lbih tnang dn sys bs brvkr lbh jrnih,tp jujur
    Mmang trkdng sya mrsa bosen dgn kseharian sya,pngn krj tp gk tg sm s kcil msh nempel bgt,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  41. shinta Says:

    Saya malah resign untuk jd IRT kok, disamping supaya bisa fokus usaha sendiri. Jadi sbnrnya jgn jadikan posisi IRT itu seolah2 membuat ibu menjadi minder, jd awut2an, ga semangat..Saya malah happy menjadi IRT..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  42. imel Says:

    Saya IRT 3 orang anak, anak paling kecil sdh umur 14 bulan, anak pertama dan ke 2 sdh sekolah TK, tiap pagi sibuk siapin buat anak sekolah, suami pengen cepat, maunya pengen cepet z,,,gak pa2 klo dibantuin, klo sdh begini, saya cuma bisa manyun, bosan, trus jadi nangis, rasa menyesal muncul lagi, kenapa,,,kemaren mau nikah, padahal pengennya lulusin kuliah dulu, sampai sekarang kuliah gak kelar2, s4 ngiri juga org punya penghasilan sendiri, saya pikir jadi IRT itu melelahkan, membosankan, gak gajian lagi,:-) suami tiap bulan dapet gaji, n gak ngurus anak, ada hari liburnya lg. iya lah sadar jg klo berpikir begitu terus, selalu kesal. poin 9 lah yg saya harus terapkan dan berusaha bersabar,kembalikan semua pada Allah. semua yang qt lakukan insya Allah dibalas dengan kebaikan dan pahala yang besar di sisi Allah.semoga bisa melakukannya dengan ikhlas.Amien.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox